One Fine Spring Day (FF Request)

Author : Lee hyora

Pairing: Haewook

Cast :  Ryeowook, Donghae, Henry, other cast.

Rated: T

Genre: Romance, Friendship

Warning: Yaoi fanfiction. Typo. If you don’t like, don’t read.

Note: For Kyuwook/Eunhae/yewook shipper sorry. It’s just a fanfiction.

–OneFineSpringDay–

That when I open the door and step a step into, I want to be stand in front of you .

My heart that loved you, my eyes that looked at you..will wait for you.*)

–OneFineSpringDay–

Apa hari ini dia akan datang?

Seperti orang bodoh aku berdiri di pintu ini menunggu kedatangan nya.

Apa yang ku lakukan…? ini semua sia-sia. Apa harus aku membuang waktu percuma untuk menunggu nya?

Tiga hari lagi. Ya tiga hari lagi, musim semi akan berakhir. Bukan kah dia sendiri yang mengatakan bahwa dia tercipta dari angin musim semi? Dan hanya akan selalu muncul di depan ku setiap bunga sakura baru menampakkan kuncup nya untuk pertama kali.

Janji yang aku pegang dan kau tanamkan di hati ku sebentar lagi akan memudar kalau hari ini kau tak muncul.

–OneFineSpringDay–

Musim semi Terakhir (2012)

Bibir namja itu terus berkomat-kamit tak jelas karena kesal. Gerutuan kecil pun keluar dari bibir mungil nya. Seharian penuh menunggu untuk sesuatu yang tak pasti sudah jelas membuang-buang waktu. Kalau yang di tunggu bukanlah orang terpenting dalam hidup nya, ia tak kan seperti ini.

Tempat itu, adalah toko kecil yang ia miliki. Tempat dimana ia bertemu dengan orang yang di tunggunya itu. Kedua kakinya ia hentak-hentakkan saat berjalan menuju ruangannya.

Tapi suara bel yang tergantung di depan pintu menghentikan langkah kaki namja itu.

“Eoseo oseyo… hyung kau datang!” Suara Henry terdengar menyambut datang nya seseorang di toko kecil itu.

“Ah, ne.. apa kalian sedang menunggu ku?” Terdengar suara satu orang lagi.  Namja bermata teduh yang begitu diharapkan kedatangan nya oleh si pemilik toko berujar dengan percaya diri nya yang tinggi

Henry membuat isyarat bahwa bukan dirinya yang merindukan orang yang dipanggil nya hyung tadi, melainkan bos dan pemilik tempat nya bekerja. “Donghae hyung…itu dia disana.”

Namja bernama Donghae itu mengerti maksud Henry dan mengukir senyum. “Tak perlu gugup seperti itu, aku tahu kau merindukan ku Ryeowook-ssi.”

Kata-kata itu tertuju untuk si pemilik toko, Ryeowook. Donghae yang baru saja datang sengaja menggodanya sehingga tubuh Ryeowook menegang seketika. Namun Ryeowook tak berkutik, berpura-pura tak menyukai kedatangannya. Ia sibuk memanyukankan bibirnya.

‘Bisa-bisa nya berbangga diri di saat dia baru saja membuat kesalahan karena datang terlambat!’

Namja pemilik toko itu membuang nafas kesal dan memutar lagi tubuh nya agar dapat melihat Donghae yang ditunggunya itu dengan lebih jelas. Baru sekilas melihat Donghae, Ryeowook kembali bergetar melihat senyum  hangat Donghae untuk nya.

Kenapa hati nya begitu lemah di saat dia harus marah?

“T-tak ada yang menunggu mu!” Sentak Ryeowook. Henry yang berdiri tak jauh dari nya, memicingkan mata, memberi tatapan meremehkan kepadanya.

Ryeowook menatap balik Henry tajam, menggertaknya karena sudah membuat dirinya malu dan terlihat bodoh.

“Donghae hyung… boss benar-benar merindukan mu. Setiap hari dia pasti akan menunggu mu di depan pintu masuk itu…” Jelas Henry tanpa perasaan bersalah. Sedangkan orang yang di panggil nya boss itu sudah mengkeret karena dipermalukan bawahan nya sendiri.

Bawahan macam apa yang berani pada boss nya sendiri?

Ah, dia hampir lupa kalau Henry adalah dongsaeng nya.

“Benarkah itu tuan, kau merindukan ku? dan menunggu ku setiap hari?” Donghae berjalan mendekati Ryeowook dengan tatapan menantang, menggoda namja kecil yang juga dirindukannya. Namja yang sudah membuat Donghae hampir mati karena sudah tak waras mencintainya diam-diam selama ini.

“J-jangan mendekat… dan jangan terlalu percaya diri! aku tak..” Kata-kata namja kecil itu terpotong karena menerima pelukan hangat dari Donghae. Seketika itu tubuh nya lemas, walau dia juga sedikit meronta di dalam pelukan itu.

“Beginikah cara mu menyambut orang yang mencintai mu Ryeowook-ssi?!” Donghae tak memperdulikan omelan dari namja yang ingin terlepas dari pelukannya itu.

“Kau terlambat, sudah sangat terlambat Donghae-ssi…” Bisik Ryeowook. Sinis. Dia masih marah, untuk membalas pelukan Donghae saja dia enggan.

“Tapi aku menepati janji ku…” Donghae semakin mengencangkan pelukan nya pada Ryeowook. Dia akan melakukan itu sampai Ryeowook membaas pelukannya. Dan bukan karena terpaksa Ryeowook pun membalas dengan pelukan yang lebih hangat. Tapi karena dia juga merindukan namja yang sudah berhasil menyihir nya seperti sekarang. Lee Donghae.

–OneFineSpringDay–

Musim semi pertama (2009)

“Eoseo Oseyo…” Henry lagi-lagi mengucapkan kata-kata itu pada setiap pengunjung toko yang datang. Hari pertama di musim semi tahun ini, bunga-bunga mulai menguncup dan bersemi dengan indah. Di setiap sudut toko semua rangkaian bunga-bunga tertata dengan rapi.

Itu semua adalah hasil kerja keras Henry. Ya, Henry bekerja di sebuah Florist peninggalan kedua orang tua nya bersama sang hyung,  Ryeowook. Bedanya jika Henry benar-benar menyukai tempat itu, Ryeowook sama sekali tidak suka. Dia bertahan hanya karena itu adalah milik keluarganya.

“Donghae Hyung, kau lagi?” Sapa Henry pada seorang pengunjung yang tampaknya memang sering sekali datang ke tempat itu.

Donghae balik tersenyum ke arah Henry. Dia mengangkat kamera analog yang di pegang nya, memberi isyarat bahwa ia datang untuk memotret bunga-bunga di tempat itu. “Aku mengerti hyung… silahkan lakukan pekerjaan mu.”

Henry mempersilahkan namja yang bekerja sebagai fotografer itu melakukan apa yang diinginkan nya. Dia tak keberatan sama sekali. Sesekali Henry menemani Donghae di selingi terus bekerja.

“Aku jadi ingin melihat hasil jepretan mu itu hyung.” Sahut Henry di belakang namja itu.

“Jika aku mendapatkan hasil yang bagus, aku akan memperlihatkan nya pada mu.” Donghae menghentikan sebentar aktivitas nya saat seseorang datang dari luar toko  itu.

Seorang namja melewati dia dan Henry. Namja cantik yang baru kali ini di lihat nya di tempat itu.

“Dia siapa?” Tanya Donghae penasaran.

“Ah, dia hyung ku, Ryeowook hyung.”

“Hyung… dia namja?”

Mendengar pertanyaan polos Donghae, Henry sedikit terperangah. Bagaimana bisa bertanya seperti itu, jika sudah jelas Ryeowook adalah seorang namja

“Tentu saja, dia adalah seorang namja, memang nya kau pikir dia yeoja?” Henry sedikit menahan tawa nya.

“Dia terlalu cantik sebagai namja…” Donghae tak melepaskan pandangan nya dari Ryeowook yang sedang duduk di depan meja kasir sambil termanyun tidak jelas. Satu tangannya di jadikan penopang kepalanya.

Henry yang melihat tingkah aneh Donghae saat melihat hyung nya tertawa geli. “Hahaha… hyung, jangan katakan kau menyukai hyung ku itu. Dia itu galak….!” Ujar Henry sedikit berbisik.

“Benarkah?” Donghae sedikit meragukan perkataan Henry. Ryeowook terlalu manis di mata nya.

“Kau tak percaya padaku? lihat saja nanti, sebentar lagi dia akan mengomel tidak jelas.” Henry menjentikkan jari ke arah Donghae lalu meninggalkan namja yang masih menatap ke arah Ryeowook itu. Donghae menggelengkan kepalanya, berusaha melepaskan diri dari acara bodoh nya menatap Ryeowook dan meneruskan pekerjaan nya.

“Hari ini menyebalkan!” Sungut Ryeowook tiba-tiba setelah Henry di dekatnya. Benarkan tebakan Henry, hyung nya itu akan mengomel tidak jelas setiap datang ke tempat itu.

“Ada apa lagi?” Henry tak begitu antusias. Walau begitu dia tetap berlaku sebagai dongsaeng yang baik dengan mengambilkan Ryeowook segelas air minum. Ryeowook ingin menceritakan kekesalannya pada Henry tapi niatnya teralihkan ketika pandangan nya jatuh pada seseorang.

“Dia siapa? apa yang dilakukan nya?” Ryeowook menunujuk ke arah Donghae dengan dagunya

“Dia pengunjung setia toko kita, namanya Donghae hyung.”

“Pengunjung setia? memanganya dia sudah membeli buket mu berapa banyak?” Sindir Ryeowook.

Dia itu namja yang berlidah paling tajam yang pernah dikenal Henry, parah nya lagi, dia adalah hyung nya. Dan dia harus selalu menurut pada Ryeowook. Henry lagi-lagi hanya bisa pasrah atas sifat hyung nya itu.

“Tidak banyak.”

“Lalu kenapa kau membiarkan dia berjam-jam di tempat ini sambil memotret rangkaian bunga mu? Kita bisa rugi nanti…” Setengah berbisik Ryeowook mengatakan itu di telinga Henry. Tapi Henry menyikut pinggangnya. Menyadarkan Ryeowook bahwa orang yang sedang mereka bicarakan ada di depan mereka.

“Kali ini aku akan membeli bunga kalian dengan jumlah yang banyak….” Ujar Donghae sambil tersenyum manis pada Ryeowook.

Henry melihat Donghae takjub. Ahh… beruntungnya dia hari ini, rangkaian bunganya pasti akan terjual habis dengan waktu yang cepat.

“Hyung kau bersungguh-sungguh?” Henry senang. Melihat Donghae mengangguk, Henry semakin semangat. Ia meninggalkan kedua orang itu dan memilihkan buket bunga pesanan Donghae tadi.

Ryeowook mengangkat satu alisnya karena tingkah Henry yang di nilainya berlebihan itu. Dia tidak sadar sepasang mata masih menatapnya tanpa berkedip.

“Kenapa memandangku seperti itu?!” Ryeowook yang akhirnya sadar tengah dipandangi Donghae, membentak namja itu.

“Aku hanya merasa aneh, Henry adalah anak yang sangat baik dan manis…” Donghae tersenyum simpul namun berubah menjadi senyum yang mengejek pada Ryeowook. “Tapi kenapa dia punya hyung seperti mu…?”

Ryeowook melongo tak percaya namja yang tidak dikenalnya itu berani mengata-ngatainya. Ryeowook ingin membalas perkataan Donghae, tapi namja itu sudah terlebih dulu mengeluarkan sejumlah uang, mengangkatnya setinggi wajah Ryeowook lalu meletakkannya kasar di meja Ryeowook.

Ryeowook sudah naik pitam karena diperlakukan seperti itu, kekesalannya sudah memuncak. “Yak!! apa maksudmu melakukan itu padaku.. dasar namja tidak jelas!”

Omel Ryeowook tapi tak di gubris oleh Donghae. Namja tampan itu sudah berlalu dari hadapan Ryeowook. Ia menjinjing tas ranselnya, dan keluar dari toko bunga Ryeowook itu setelah sebelumnya mengedipkan mata pada Ryeowook.

Ryeowook bergidik ngeri.

“Woaa… hyung lihatlah, ini banyak sekali…” Henry mengipas-ngipaskan uang dari Donghae ke depan wajah Ryeowook lagi. “Eomma diatas sana pasti senang melihat ini,keke…”

“Apa hubungannya dengan eomma?”

“Tentu saja ada hubungannya, dia pasti senang, karena kita bisa menjual banyak buket hari ini…” Henry terus tersenyum tak peduli tatapan sebal Ryeowook padanya.

“Besok-besok jangan biarkan namja aneh itu datang lagi kesini!”

“Wae? wae?” Henry bingung, kenapa tambang emasnya harus di larang datang lagi.

“Karena dia menyebalkan, dan hyung tidak menyukainya..” Ryeowook melipat tangan didepan dadanya, memasang wajah serius.

“Aish… bagaimana bisa seperti itu. Lagi pula, aku ingin menjodohkannya dengan mu… Donghae hyung sangat tampan, cocok untuk mu yang sudah hampir berkarat tidak pernah punya pasangan hyung…”

“Yak!! Apa maksudnya itu! menjodohkan ku dengannya, kenal saja tidak. Shireo! dia itu menyebalkan!”

Henry menggeleng-gelengkan kepala tidak setuju. ” Kau selalu mengatakan orang lain itu menyebalkan, padahal kau sendiri yang lebih ME.NYE.BAL.KAN!!”

Henry menjulurkan lidah sambil berlari menjauhi Ryeowook yang sudah bersiap menghajarnya. “Kau! kembali kesini!” Teriak Ryeowook.

“Berdoa saja hyung, semoga besok dia kembali lagi, haha….”

–OneFineSpringDay–

Ryeowook berjalan menyusuri jalan setapak menuju bukit di belakang rumahnya. Ya. Dia selalu menghabiskan waktu disana. Mengunjungi makam kedua orang tuanya. Mungkin itu adalah salah satu cara baginya untuk menebus rasa bersalahnya karena tak pernah menjadi anak yang baik.

“Appa…Eomma..” Sapa Ryeowook pada kedua orang yang sudah tak benar-benar ada di depannya. Ia bersimpuh di depan makam itu, membersihkan dedaunan kering atau apa saja yang mengotori gundukan tanah itu.

“Eomma..hari ini musim semi kedua. Apa kau tak ingin melihat bunga sakura? aku ingin melihat nya bersama mu…”

“Mianhae, dulu aku selalu tak pernah menyempatkan waktu melihatnya bersamamu..” Ryeowook menyesali diri.

“Tapi aku akan melihatnya sekarang.”

Namja itu tersenyum. Tak seperti biasa dia tak berlama-lama disana. Ia langsung berdiri bangun dan menyusuri jalan yang berbentuk seperti tangga menuju tempat yang lebih tinggi di bukit itu.

Tanpa lelah Ryeowook melangkahkan kaki nya. Dia ingin menikmati warna bunga sakura dari atas bukit. Menikmati bunga-bunga sakura yang berterbangan di udara, mencium aroma angin yang berhembus. Dan sampailah dia di tempat dimana hanya dia dan sang eomma sering menghabiskan waktu.

“Kau disini?”

Seseorang yang entah pernah Ryeowook dengar dimana suaranya menyapa dirinya. Ryeowook mendongak melihat siapa orang itu. “Kau!”

Namja itu kembali tersenyum. “Anyeong..kita bertemu lagi!”

“Kau mengikuti ku ya??” Heran Ryeowook. Kenapa bisa bertemu namja menyebalkan itu di tempat rahasia nya.

“Buat apa aku mengikutimu?”

“Hah, jelas sekali kau mengikuti ku, tempat ini hanya aku yang tahu!”

“Memangnya tempat ini milikmu? semua orang bisa datang kesini!” Namja itu membela diri. Ryeowook diam. Namja itu benar, siapapun bisa datang kesana. Tapi kenapa harus bertemu dia di tempat dimana ia mencoba untuk tenang?

Bertemu dengan namja itu membuat mood Ryeowook rusak seketika. Ryeowook berusaha tak menghiraukan namja itu.

Lama keduanya diam. Mata mereka menatap lurus ke depan, menatap bunga sakura dari ketinggian. Sungguh pemandangan yang cantik.

Namja yang juga duduk tak jauh dari Ryeowok itu berdiri, mengambil kamera analog nya, dan mulai memotret apapun yang bagus untuk di abadikan. Termasuk wajah cantik Ryeowook.

Ryeowook yang menyadarinya, melemparkan kerikil ke arah namja itu. “Hei! apa yang kau lakukan?” Sentak Ryeowook kasar.

“Namaku bukan hei, aku punya nama…” Namja itu memamerkan senyuman nya lagi.

“Tidak peduli, hentikan itu..!” Ryeowook berusaha merebut kamera analog yang di pegang namja itu. Tapi tak pernah berhasil. Namja itu selalu berhasil menghindar dari kejaran Ryeowook.

“Coba saja rebut kalau kau bisa, Ryeowook-ssi..”

Ryeowook mematung. Bingung bagaimana namja itu mengetahui namanya. “Kau itu, benar-benar mengidolakan ku ya? bahkan namaku pun kau tahu?”

Ryeowook memicingkan mata melihat namja itu, merasa senang ada yang mengidolakan nya. Membuat aktivitas namja itu terhenti. Dia menurunkan kamera dari wajahnya. “Kau cukup terlalu percaya diri. Tapi itu membuatmu semakin manis. Aku menyukai nya…”

Deg.

Entah kenapa jantung Ryeowook serasa terhenti karena kata-kata namja itu. Namja itu mendekat karena reaksi diam Ryeowook. Mendekat kepada Ryeowook, lebih dekat lagi. Dan lebih dekat hingga hampir tak ada jarak diantara mereka. “Kau sangat cantik Ryeowook-ssi.”

Namja itu mengacak-ngacak pelan rambut Ryeowook. Dan Ryeowook kembali terpana karena perlakuan namja itu padanya. Dia juga tersihir melihat ketampanan namja itu. Dia kenapa bisa setampan itu? pikir Ryeowook.

‘Ya!! apa-apaan aku ini?’ Jerit Ryeowook dalam hati. Berusaha menggerakkan badan nya.

“Panggil aku Donghae. Itu namaku… arraseo?” Namja itu terdiam sebentar lalu pergi berlalu dari hadapan Ryeowook yang wajahnya mulai memerah.

–OneFineSpringDay–

“Aku datang…!” Teriak ceria Henry. Dia menciumi satu-satu bunga di toko kecil nya, menghirup wangi musim semi kali ini. Ia begitu semangat untuk memulai hari ini dengan semangat bekerja lebih giat lagi.

Dengan sigap Henry merapikan, membersihkan dan menyirami bunga-bunga itu. Seperti itulah Henry setiap hari selalu ceria dan bersemangat. Berbeda dengan hyung nya, Ryeowook.

Jam masih menunjukkan jam 6 pagi. Cukup aneh sebenarnya sepagi ini Ryeowook sudah ada disana menemani Henry. Ya, dia tak ada niatan sama sekali untuk membantu Henry membenahi toko mereka sebelum siap di buka hari ini.

Yang Ryeowook lakukan hanya meletakkan tangan nya di atas meja kasir dengan kepala diatas lengannya. Tertidur.

Henry sama sekali tak ingin mengganggu nya. Walau bagaimanapun Henry tetap menyayangi satu-satu nya hyung yang dia punya di dunia ini. Henry tahu, hingga larut malam Ryeowook masih terus terjaga, mengerjakan setiap lembaran pekerjaan nya yang di penuhi angka-angka ajaib di dalam nya.

“Kau ingat tidak hyung, bagaimana appa bertemu dengan eomma kita di toko ini dulu?” Henry memulai perbincangan tanpa meminta Ryeowook mendengarkan nya.

“Aku rasa, suatu saat nanti, kita juga akan bertemu dengan seseorang yang mencintai dan kita cintai hyung…”

Henry melirik sebentar ke arah Ryeowook. Ryeowook sedikit bergerak dalam tidurnya, mungkin dia mendengar suara Henry, mungkin juga tidak. Tapi Henry sama sekali tak marah jika Ryeowook tak mendengarnya. Namja itu tersenyum melihat hyung nya.

“Hyung… aku harap kau menemukan orang itu segera…” Bisik Henry sebelum melanjutkan lagi membersihkan toko itu.

———-

“Eoseo Oseyo..” Suara Henry membahana di toko kecil itu. Senyum tak pernah hilang dari wajahnya.

“Henry-ah…”

“Ah, Donghae hyung kau datang lagi?”

“Ne… kali ini aku tidak hanya datang untuk mengambil gambar…” Donghae memutar kepalanya menacari Ryeowook yang berdiri memandanginya tak suka. “Tapi juga memesan ini..”

Donghae menyerahkan selembar kertas kecil pada Henry.”Ah… hyung memesan bunga ini? heum, tunggu sebentar hyung..”

Henry pergi meningglakan Donghae sendiri. Tak tahu harus apa, Donghae mengeluarkan kamera nya dari dalam tas nya. Mulai memotret lagi. Dia mengambil gambar setiap sudut toko bunga Ryeowook dan Henry itu.

Semua yang Donghae lakukan dapat dilihat dengan jelas oleh Ryeowook yang duduk diatas meja kasir. Dan Donghae juga meyadari nya, tapi pura-pura tak peduli. “Lagi-lagi melakukan hal yang tak penting…” Ryeowook bergumam.

“Hyung… apa yang kau lihat..?”

“Sudah ku bilangkan, jangan biarkan namja itu datang kemari..!” Ryeowook menekan suara keras nya ketika membicarakan Donghae dengan Henry yang ada di dekat nya.

“Dia tamuku… bukan tamumu, jadi itu terserah padaku…” Henry tak menggubris perintah Ryeowook, malah menjulurkan lidah pada hyung nya itu lalu pergi menghampiri Donghae.

Kali ini Ryeowook merasa tak beruntung memiliki dongsaeng seperti Henry. Tapi apa mau dikata, Henry sendiri terlalu berarti bagi nya. Sekesal apapun dia pada Henry, Ryeowook tak pernah memarahi bahkan memukul nya. Meskipun ingin, ya seperti sekarang ini.

“Aku benar-benar ingin menjitak anak itu, tapi kenapa tidak bisa? Aishh…”

Ryeowook memandang tajam Donghae dan Henry dari tempat nya berada. Keduanya seperti tengah asyik membicarakn sesuatu. Dan Ryeowook tidak menyukai hal itu.

Entah lah, sejak pertama kali melihat Donghae, rasanya dia sudah membenci namja tampan itu. Ryeowook memalingkan wajah ketika tiba-tiba ia bertemu pandang dengan Donghae. “Aish… kenapa dia melihat ku??”

Ryeowook melihat Donghae lagi dengan sudut matanya, memastikan Donghae tak menatap nya lagi. Tapi. Sial. Perkiraan Ryeowook salah. Namja itu justru semakin lekat mentap nya, dengan tatapan yang membuat Ryeowook gelisah. Dan senyum nya itu, kenapa bisa membuat Ryeowook luluh?

Benar-benar membuat frustasi.

Ryeowook menggigit bibir bawah nya seraya mencari mantel nya. Ia memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu. “Aku pergi dulu…”Ryeowook berteriak lantang saat melewati Donghae dan Henry.

“Ya…!! hyung, eodiga?”

Ryeowook tak menjawab pertanyaan Henry, justru semakin cepat menghilang darisana.Henry hanya bisa menggelangkan kepala tak mengerti.

“Apa dia selalu seperti itu?” Tanya Donghae. Henry menggiyakan.

–OneFineSpringDay–

Ryeowook berjalan tak tentu arah. Dia melewati trotoar di pinggir jalan dengan perasaan gamang. Tak banyak yang tahu Ryeowook seperti apa. Hanya Henry lah yang yang tahu orang seperti apa sesungguh nya Ryeowook itu. Orang-orang di sekitar mereka hanya tahu bahwa Ryeowook adalah seorang yang pendiam. Namun juga menyebalkan di saat bersamaan karena setiap kali lidah nya mulai bergerak mengucapkan sesuatu hanya kalimat tajam yang keluar.

Ryeowook menghentikan langkah nya di depan sebuah kedai ketika melihat sepasang kaki seseorang menghalangi jalan nya. Ryeowook menatap orang itu dari kaki hingga keatas. Dan betapa terkejutnya Ryeowook saat tahu siapa orang itu.

Wajah Ryeowook berubah masam seketika.”Wah… kebetulan yang sangat tepat bukan? kita bertemu lagi Ryeowook-ssi… Lagi!”

“Kenapa kau selalu ada dimana-dimana?!” Ryeowook mem-pout-kan bibir nya kesal. Apa tidak cukup namja itu membuat hari nya kesal saat kemarin mampir ke toko nya. Dan sekarang, kenapa bisa bertemu lagi dengan nya.

“Apa kau mau ice cream? Aku membelikan satu untuk mu…” Namja dengan senyumnya yang menawan itu menawarkan sebuah ice cream yang ada di tangan nya. Tak menjawab pertanyaan Ryeowook sebelum nya.

Ryeowook bersikap tak acuh. Ia membung muka tak ingin melihat namja itu.

“Oh, ayolah.. ini ice cream kesukaan mu. Bukan kah kau suka ice cream dengan rasa coklat?”

Mendengar namja itu mengetahui rasa ice cream favorit nya, mau tak mau Ryeowook menatap nya lagi. Namja itu, Lee Donghae, kenapa selalu tahu tentang diri nya. Siapa sebenarnya dia?

“Kau itu, sebenarnya siapa?”

“Mau atau tidak?” Donghae mengulang lagi pertanyaannya. Dengan wajah cemberut Ryeowook menerima pemberian Donghae.

Tak ingin berlama-lama berada di tempat yang sama dengan Donghae, Ryeowook pergi dari tempat itu tanpa sepatah kata apapun. Bahkan mengucapkan kata terimakasih pun tidak. Ryeowook terus berjalan meninggalkan Donghae di belakang. Tapi Donghae tetap mengikutinya dengan langkah pelan. Tak berusaha menyamakan langkah.

“Kau itu sebenarnya mau apa?” Ryeowook berteriak keras menyangkan hal yang ingin dia tanyakan pada Donghae. Tanpa membalikkan badan menghadap Donghae.

“Tidak ada…! hanya ingin melihat mu dengan jarak yang lebih dekat.”

“Mwo?”

Ryeowook memutar tubuh nya sekarang. Ia berdiri termangu. Sedang Donghae semakin mendekat ke arah nya. Saat Ryeowook benar-benar sudah ada di depan nya, Donghae menjulurkan tangan ke wajah Ryeowook. Seperti hendak menyentuh wajah halus Ryeowook.

Ryewook hanya bisa tercekat melihat jemari Donghae semakin dengan wajah nya. Tubuh nya sama sekali tak mau bergerak menghindar. Bahkan itu membuat dirinya berkata dengan tergagap. “Aaa…apa yang mau kau lakukan?”

“Wae?” Donghae menyeringai menggoda Ryeowook. Dia ingin tertawa karena ekspresi ketakutan Ryeowook. Tapi justru itu semakin menguatkan niat nya menggoda Ryeowook.

“Yak…!! Jauhkan tangan mu dari wajahku…!!” Ryeowook mundur ke belakang. Tapi dalam sekejab tangan Donghae sudah berada di atas kepalanya, menyusuri rambut hitam Ryeowook. Hingga nafas namja itu tertahan dan sesak. Ryeowook menutup matanya merasakan aliran listrik saat tangan Donghae mengelus pelan rambutnya.

“Aku hanya ingin mengambil ini.. kau pikir aku ingin melakukan apa? haha….” Tawa nyaring Donghae terdengar di telinga Ryeowook memaksanya membuka mata.

Ryeowook menatap sesuatu berwarna merah muda yang sepertinya tadi ada di atas rambutnya sekarang ada dalam genggaman jari tangan Donghae. Lalu namja itu meniupnya jatuh ke tanah.

Sehelai Bunga sakura.

Kaki-kaki Ryeowook lemas hampir saja ia terjatuh. Ia lega karena Donghae tidak melakukan hal aneh apapun pada diri nya. Ryeowook melanjutkan acara memakan ice creamnya agar Donghae tak melihat wajah gugupnya tadi.

“Apa kau baru dari tempat itu lagi?” Selidik Donghae. Ia menatap heran pada Ryeowook. “Kenapa kau senang sekali kesana?”

“Bukan urusan mu!” Ryeowook kembali berjalan menjauhi Donghae. Langkahnya sedikit tak karuan mengingat ia baru saja senam jantung. Ryeowook mendudukkan badan nya di atas rumput yang baru ia bersihkan.

Tak disangka ia akan berjalan sejauh ini. Kini ia dan Donghae sudah berada di depan sebuah danau. Air yang menggenang di danau itu terlihat cantik akan warna biru nya yang terkena bias matahari.

Donghae mengikuti arah pandang Ryeowook. Memandangi sketsa indah Tuhan itu. Dia menikmati nya. Dan seperti biasa Donghae akan mengabadikan nya.

Berkali-kali Donghae memutar kameranya, mencari angle yang bagus. Diam-diam Ryeowook memperhatikan Donghae. Bukan untuk pertama kalinya Ryeowook terpana dengan wajah tampan Donghae, tapi untuk kali ini ia terpesona oleh wajah serius Donghae saat sedang memotret.

Wajah tampan Donghae, raut serius nya, bukankah itu kombinasi yang pas?

Cepat-cepat Ryeowook menghindarkan mata nya yang terus menatap kagum Donghae. Tanpa sadar satu tangannya terangkat ke atas menyentuh dada nya. Ada apa ini?

Ryeowook menghembuskan pelan keresahannya melalui nafasnya.

“Apa yang sebenarnya kau cari di tempat itu?” Donghae ikut duduk di samping Ryeowook meski di tanah yang sedikit jauh dari Ryeowook. Ryeowook masih dengan aksi bisunya, tak berniat membicarakan apapun dengan Donghae. Ryeowook fokus memakan ice cream nya. Tak ingin membuat Donghae tahu jika ia gugup di dekat namja itu.

“Kau berbeda sekali dengan Henry. Dia anak yang ceria, tak pernah berhenti tersenyum, dan selalu bersemangat.” Donghae menatap lurus Ryeowook. Membaca seperti apa Ryeowook itu dari raut wajah nya. “Kenapa kau tak seperti itu?”

“Kau tahu, akan lebih baik jika kau punya sesuatu yang ingin kau katakan, atau… jika kau memiliki sebuah masalah, kau membagi nya dengan orang lain. Menangis dalam diam seperti apa yang kau lakukan di atas bukit itu, bukanlah hal yang baik. Itu hanya akan menyakiti mu…”

Ryeowook menoleh kepada Donghae yang sedang menatap nya tersenyum. “Darimana kau tahu aku sering menangis di tempat itu, kau benar-benar penguntit ku ya?”

Ryeowook mulai berpikiran yang tidak-tidak sekarang. Lee Donghae itu terlalu aneh menurutnya.

“Hhaha… aku bukan orang yang seperti itu. Salahkan saja dirimu yang selalu tertengkap mataku sering menyendiri di tempat itu.”

Sering. Sering? Donghae sering melihat nya?

Aigoo.. Lee Donghae ini sungguh menyeramkan.

“Apalagi? jangan yang menatap ku aneh seperti itu!”

“Kau memang aneh…!” Ryeowook mengangkat satu alis mata nya, menggambarkan bagaimana pendapatnya tentang si Donghae itu. Bukan nya merasa tersindir atau apa, Donghae malah tertawa karenanya.

“Kau bahkan lebih aneh dari pada aku Ryeowook-ssi. Aku tak pernah melihat orang yang sangat pendiam seperti mu..”

“Apa kau merasa kesepian?” Lanjut Donghae lagi.

“Aku tidak kesepian, dan aku tidak butuh siapa-siapa…aku..”

“Kau bukan tidak membutuhkan nya!” Donghae memotong kata-kata Ryeowook. “Kau hanya tak tahu cara nya kan?”

Ryeowook menutup rapat mulutnya. Semua yang dikatakan Donghae benar.

“Bukankah kau punya Henry yang bisa mendengarkan keluh kesah mu.. dia sangat menyayangimu.”

“Aku… tak ingin, membebani nya.”

“Kau tahu Ryeowook-ssi… jika kau merasa sendiri. Kau bisa selalu berbagi denganku…” Ryeowook terhenyak akan kata-kata Donghae tadi. Ia menatap manik mata Donghae, mencari tahu apa maksud kata-kata nya. Tapi tak ada hal lain yang ia temukan selain ketulusan. Mereka lama saling berpandangan seperti itu.

Sebelum Ryeowook sempat menyadarkan diri, sebelum ia bisa berpikir yang lain, Donghae mulai merapatkan lagi tubuh nya pada tubuh Ryewook.

Ryeowook tak berusaha menghindar kali ini. Ia hanya mengikuti otaknya yang memerintahkan nya untuk diam. Detak jantung nya semakin cepat berdetak. Begitu juga dengan Donghae yang semakin dekat dengan dirinya.

Apakah yang Ryeowook pikirkan tentang apa yang akan terjadi sama dengan apa yang akan Donghae lakukan?

Ryeowook menunggu.
Tidak pasti karena apa. Dia hanya melakukan itu. Ryeowook ingin menutup mata karena senyum Donghae padanya. Mungkinkah Donghae akan mencium nya?

Tapi… semua berkata lain.

Donghae tak melakukan itu. “Ryeowook-ssi ice cream mu meleleh..”

Donghae menunduk dengan cepat, melahap ice cream di tangan Ryeowook yang hampir saja meleleh jatuh ke tanah.

Ryeowook meringis. Cepat-cepat ia membuang muka ke sembarang arah. Sedangkan Donghae sudah terkikik geli sambil mengacak-ngacak lagi rambut Ryeowook. “Kau sangat menggemaskan!kekeke…”

–OneFineSpringDay–

Ryeowook berdiri di depan pintu masuk toko kecil nya. Menunggu seseorang. Dan yang pasti orang itu adalah Donghae. Entah sejak kapan Ryeowook jadi sering menunggu nya sekarang. Tapi sejak hari dimana mereka bertemu di danau itu, Donghae tak pernah terlihat lagi.

Ryeowook menghela nafas sedih. Dia kecewa. Namja manis itu melihat kalender yang terpajang di salah satu sudut ruangan di toko itu. Musim semi akan berkahir. Apa karena itu Donghae tak akan datang lagi?

Ryeowook membuka selembar kertas yang ia terima suatu pagi sebelum Donghae tak muncul lagi. Tak ada nama pengirim yang tercantum disana. Meski begitu, Ryeowook seakan tahu siapa pengirimnya.

“Aku adalah seseorang yang tercipta dari hembusan angin musim semi. Aku hanya akan datang setiap kali bunga sakura baru menguncup, dan akan pergi jika musim gugur telah membawa pergi bunga sakura itu. Aku akan tinggal, jika suatu saat nanti dengan teguh hati mu berkata dan meminta ku untuk tinggal di samping mu…”

Itu lah isi surat yang Ryeowook terima. “Lee Donghae, kau kah yang menulis nya? Apa kau akan datang di musim semi berikut nya?”

Ryeowook memandang lurus ke depan lalu tersenyum. Senyum manis yang baru kali ini terukir di wajah nya. Ya, seperti ini lah musim semi pertama yang Ryeowook lalui bersama seorang Lee Donghae. Yang bahkan tak ia kenal.

–OneFineSpringDay–

TBC

Couple yang aneh kah? jarang memang ada ff haewook.. tapi karena haewook itu dua biasku jadi deh tercipta ff ini. Seperti biasa, yang sempat mampir dan baca, tinggalkan jejak.. atau mau dikutuk?keke…

Kalau banyak typo, mianhae… dan ingetin aku ya?#psgpuppyeyes.

About these ads

47 pemikiran pada “One Fine Spring Day (FF Request)

  1. whoaa.. HaeWook epep unn??kkke, rada aneh, tapi lucu,haha (:
    hm, Donghae apaan sie ngira si Ryeowook cewek?hehe
    ada Henry nya jadi seru,kkkk

    buru-buru lanjut ya unn,kkk penasaran sama musim semi berikutnya… Dan siapa sebenarnya Donghae…

    • aneh nya dimana?kekke….

      donghae emg babo, masa wook dibilang cantik juga, henry emg yg buat jadi beda di ff ini, #pulkhenry.

      eh, yemin nya gak kmu baca saengie?
      dtguu ja ya chap dpn….

  2. wooww ..
    ada ff chapter lgi nihh ..
    haewook ?
    hmm ..
    aku ska thor crta.a ..
    d.tnggu chap slnjutnya ..
    oh ea kpn update day dreamnya ?? ..

  3. Berhubung takut kutuk….

    Mari meninggalkan jejak…. :-)

    Aneh sih baru baca HaeWook tp Ok koo.

    Lucu pas wookie dgoda ma Henry. (Colek pipi Henry ah)….

    Emmm Hae kayany dah lama merhatiin wookie ya… Suka banget godain wookie sampe SalTing. wkwkwk

    Dtunggu yg Selanjutnya…

  4. Omonaa FF q tercipta #plakkk haha
    yah aq gga jd first coment buat ff ini #TELAT huks
    kyaaaa #jitakEonnie apa”an eonn
    blg ini couple aneh #pout mereka cocok tau sma” pabbo…kkk
    eonnieeeeyaaaa #kedip”Polos
    aq kesel ma wookppa msa haeppa dr td d’bntak” mulu #jitakWook :D
    hisss eonnie knpa hae kluar’a cuma pas msim semi kn kacian wookppa nggu’a lama…
    Rindu berat wook’a itu..kkk
    ada hengege pula :) eonnie masih kurang D.O,hyungsik,sunggyu ma minho oppa eonn:..
    Jdiin mreka karyawan florist shop jg ne eonn…kkk
    eonnie q gomawooo dh bikin FF ini..saranghae eonnie chagiyaaa #kissBibirEonnie
    eonn lanjutan’a jgn lama” klo ga haewook aq sita #plakkk hhaha
    #chuuuu eonnie :D

    • kamu sih, kelamaan baca nya jadi ketinggalan,kk..
      klo bagi kita bkn couple aneh, tpi bgi yg bkn haewook ship, psti mkirny couple yg aneh…#plak,

      kmu ja yg baca sbel, apalgi unnie yg buat, sbel bgt ma wook,#djitakwook. tpi wook emg gt sih sftnny, dingin,kk…
      Haeppa babo juga kluar musim semi doang,#plak.

      mw bkin kluarga haewook apa ada DO,Hungsik, Minho, Sunggyu?hahah…
      dtggu ja ya saengie….khukhukhu…

  5. Oia eonnie i’m forget…kkkk
    FF’a gga typoo tp author’a typo…hhhaha #melarikanDiriDariAmukanEvil …..hhaha
    #tarikHaeWookk kajja haewook chagiyaa qt tinggal kn rumah ini… Kkkk

  6. Ige mwoya???
    HaeWook???
    Jinja???
    #plak bugh brak
    hahaha
    BBC neh s Wookie..
    Omo,unnie knp kau jodohin oppamu dg nampyeon Q???
    Apa bunga yg d beli Hae tu mawar?? Knp Hae dlm angan2 Q adl pria rmantiz yg slalu m’bwa mawar??

    • -_______-”
      spechless, itu kmu ngpain sih smpe kedebugh jatuh gt?kk

      nampyeon mu spa? wook kan nampyeon ku? jd terserah aku sih mo jodhin ma sapa,#plak,kk..

      bunga mawar ya?kekek… haeppa kliatan romantis kah?

  7. Haewookkk !!! Ku jamin, unnie semangat nulis nih ff, secara pairnya…… *pikir sndiri un*
    unn, donghae di poto itu mirip mantanku unn, u,u hueeeee /dipeluk wookpa/
    un dilanjutya, tapi potonya jan yg ituuuuuu #plak

  8. meninggalkan jejak…krna sudah terlanjur baca..tdinya gk mo baca..tapinya penasaran…semoga kutukannya untuk menikah dngan ryeowook ahjussi imut…(”aku bersedia” #di iringi wedding mars)…#plak snyum manis bwat eonnie
    Eonnie…aku suka jalan ceritanya walaupun gk suka couplenya #aneh maksa he he he
    Entah knapa aku pling suka sma cerita yg menceritakan ttng indahnya musim…
    Hae…yg periang and serius gk susah aku ngenayanginnya…
    Henry..yg ramah and cool kyaa inget senyum indahnya mochi
    Wookie…yg pendiem and jutek abis..kyaa ini yg sulit ku ngebayanginnya…mlah kebayang muka imut nan lucu^^
    Eonnie…ff ini spertinya membawa tingkatan level menulis eon…sumpah kata2nya beda dri ff sbelumnya…lebih indah mnurut ku…jdi ngga ngerasain couple anehnya ala eonnie….aku jdi terhipnotis sma alur ceritanya…
    Ku tunggu chap lanjutnya…
    Oh ya eonnie ad niat ikut lomba nulis novel kan??
    Knapa ngga angkat cerita ini ajha..kkk

    • komenmu emg sllu pnjg ya saengie?kk…

      gak suka couple nya lah?wae?wae? psti lbih suka couple hyo-wook ya? kpn ntr unnie buat couple itu,#plak

      susah kah ngbnyngin wook nya?kk… byngin wook klo lg mrh ja saengi, psti dpt, d ff ini wook ttp imut kok, cantik malah.
      oy, mang kata2nya beda dmn? unnie ngerasa dsni unnie agk kaku sih nulisny,=[
      kmren py niat buat jdiin ini novel, tp ktny g blh yg udh d publish jd gbs deh diikutin lomba,huhu…
      ne dtggu bsok ya saengie lnjutanny..

      • aku suka komen panjang eon…itu wujud klo aku serius and sangat menghargai setiap penulis…ku ngga mo komen cuma sekedar”thor gk sabar sama chap dpan” kkkk
        Mnurut ku itu bkan komen tpi tuntutan biar cpet and tau ending cerita…dan mnurut ku ngga sopan…
        Klo kata mama…setiap karya berharga dan hrus di hargai…membuat sesuatu itu susah ketimbang mnerima hasilnya…
        Knapa penulis slalu membutuhkan ”bedah buku” untuk hasil karya mreka…itu krna mreka ingin tau seberapa orang tertarik dan menghargai hasil karnya kkkk

        • huum, unnie juga suka komen yg panjang, berisi, apalgi klo setiap hal di ff unnie dtnyai, di komen, jd kesanny readers bnr2 baca dan ambil apa mksud crta unni,kk

  9. ah,mndadak q kpengen henwook juga hyora #plak.kkkk…

    wook manusia penuh masalah itu.kkk…hae dewasa bgt,beda ma karakter aslinya yg jauh lbih kekanakan dr wook.hahaha…

    lanjut hyora,aq bngung mo komen apalagi #plak.kkk…btw,aq suka rangkaian kata2mu di sini.keren.hahaha

    • Kau itu mau smua ff unn, aish… kmren kangmin, skrg knp henwook jg?kk…

      emg wook kliatan bermasalah kah?#lirikwook, aq heran kliatan bermasalhny drman?

      btw, gomawo udh mampir ya unn,kk..

  10. kikikikkiki crtanya lucu….
    hae oppa kyak ank kucing ngiktin rang kmana2 xixixi….
    henry ah,u ank yg baik #usap kpla hnry
    wookpa kok jdi pmls sihh????unn aq ga trima #nantng
    kwkwkwkw…..

    hyo unn yg lain bleh reqst ff,aq jg bleh ga????#kedip2

  11. eonnie… ff haewook prtama yg saya bca nih… sebelum2nya klo bca haewook pasti brothership duank…
    sweet bgt, cma rada aneh. Tenang eon, bukan ffnya yg aneh kuq, cuma akuuny aja yg blum bsa ngebyangin hae sama wook. hehe *eoni: payah…*
    lnjut eon.. pensaran sama jati diri Hae..

  12. Enggghh???? April disinii unnn!!wkwkwkwks xD
    itu Wook sok tengil bangeett dah!!! Tp aku ttp sukaaaaa… Wkawka
    Lanjuuutt unnn xD

  13. iya bru kl ini aq nemuin pair haewook..tp knp hae g pernh berkunjung k toko bunga ryeowook lg,.?sbnr’a apa yg buat ryeowook sedih dn merasa kesepian sblm bertemu hae..?

  14. aaaaaaaaa ada haewook… suka banget.. siapapun pairingnya asal ada wook’nya pasti q suka.. ceritanya bagus iiiii..hae munculnya tiap musim aja, jngn cuma pas musim semi doang. ^^
    boleh request minwook gk?? hehe… pliiis dong boleh ya.. #pemaksaan..

  15. anyeong,,>,<
    aiish… akuu suka … rada aneh tapi unik ^^

    buat ff EXO couple dunk thor kyak baekyeol gtu .. jiahahahha :D
    cerita nya neomu DAE to the BAK xD

  16. anneyong,,,
    salam kenal(elisa affandie/etwina)
    wahhh,,,,bagus,,karakter ryeowook berdeda disini,biasanya cengeng dan manja,,,dan bener sangat jarang ff haewook couple (*terlalu fokus ma yewook couple soalny,,hehehehe)
    lanjutin autor jangan lama2 yak…
    mw baca ff yang laen neh…
    gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s