Day Dream Chapter 2

Title:  Day Dream

Author :Lee hyora

Pairing: Kyuwook, Haewook

Cast : Ryeowook, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk, Sungmin

Rated: T

Genre: Friendship, Romance, sad,

Warning: Yaoi fanfiction. Typo. If you don’t like, don’t read.

*********

Day dream chap 1

*********

-aku tidak bisa lepas darinya, tapi.. aku mencintai orang lain..-

-kenapa aku seperti melihat bayanganmu di dirinya, Hyung.. Senyum itu, menyakitiku…-

– Aku membencinya karna satu hal, aku menyimpan luka dan benci itu disini, dan aku menutupinya…-

———-

Mataku kembali terbuka perlahan saat kurasa sinar matahari mulai menggaggu tidurku. Mimpi itu selalu hadir di setiap tidurku. Dan aku menjadi terbiasa sekarang. Aku berjalan mendekati sebuah kaca, mencermati pantulan diriku pagi ini. Ada yang berubah. Ya. Aku tak bisa lagi mengenali diriku yang sebelumnya. Bagaimana rupaku dulu pun aku sudah lupa, karna di setiap cermin yang kulihat, hanya bayangannya lah yang tampak.

Sungguh ironi.

Tapi aku menyukainya.

_DayDream_

Senyuman manis terukir di wajah manis namja itu. Matahari memaparkan sinar hangatnya ke tutbuh namja itu. Seperti sedang menerima sebuah pesan kasih sayang dari Tuhan, namja itu merentangkan tangan menghadap ke matahari, menatap langit biru kota Seoul.

“Appa, Eomma…. Boghosipoyo!!!” Namja itu berteriak memanggil kedua orang yang paling disayanginya di dunia ini. Orang-orang yang sudah menciptakannya menjadi sosok yang selalu ceria. Ia tersenyum, kembali melangkah dengan semangat ke tempat yang ia sebut Kampus itu. Sudah tidak sabar menapaki hari ini dan tentu saja bertemu dengan teman baru nya itu.

“Pasti Kyuhyun sedang di tempat itu…!” Namja berambut hitam kecoklatan itu menjentikkan jari dan langsung berlari ke arah perpustakaan. Pengetahuannya tentang Kyuhyun sudah cukup banyak. Cho Kyuhyun yang pendiam itu selalu menghabiskan waktu disana.

Apa menariknya tempat itu?

Tempat yang dijejali buku di setiap sudut ruangannya. Sepi. Dan tak terlalu banyak orang yang ingin menghabiskan sebagian waktu dalam hidup mereka disana. Tapi Kyuhyun menyukai tempat itu.

Setelah lama mencari Kyuhyun, akhirnya namja itu mendapati Kyuhyun yang lagi-lagi tengah memegang sebuah buku. Tapi tatapan matanya tidak sedang sibuk membaaca tulisan di buku itu, melainkan menatap ke arah luar jendela, menatap halaman perpustakaan itu. Raut wajahnya tampak begitu serius, seakan sedang memikirkan sesuatu yang begitu rumit.

“Kyu…” Panggil namja kecil itu sedikit berbisik, takut mengganggu orang lain yang juga ada di sekitar mereka. Kyuhyun menoleh perlahan ke arah namja yang memanggil namanya. Sebenarnya, tanpa perlu menoleh mencari tahu siapa orang itu, Kyuhyun sudah mengetahuinya hanya dengan mendengar suara tenor namja itu.

“Jangan tersenyum!” Perintah Kyuhyun. Ya. Dia tidak suka jika namja yang sudah menjadi temannya itu tersenyum. Menurut Kyuhyun, namja itu terlalu banyak dan terlalu sering tersenyum. Itu membuatnya sesak. Dan seperti biasa, namja kecil itu merengut kesal. Sebenarnya bukan tanpa alasan Kyuhyun tidak meyukainya.

“Baiklah…”

“Ada apa kau mencari ku?” Tanya Kyuhyun sambil membuka tiap lembar buku yang dipegannganya, mencari halaman terakhir yang dibacanya.

“Aku punya nama Kyuhyun-ah…” Rajuk namja itu lagi, telinganya gatal ingin mendengar Kyuhyun memanggil namanya. Meskipun sudah berteman (?) Kyuhyun tak pernah memanggil nama dari namja itu secara langsung.

“Ck, kenapa tidak menjawab pertaanyaanku, malah meminta hal lain?” Kyuhyun tak memperdulikan rajukan temannya itu, memilih menyibukkan diri memutari rak-rak tinggi penuh buku dan melihatnya satu persatu.

“Panggil namaku dulu…”

“Aish… Baiklah. Ryeowook-ssi, ada apa mencariku…?”

“Haruskah kau memanggilku seperti itu? Tidak bisa kah kau memanggil ku Ryeowook atau Wookie saja… Kenapa begitu formal?”

“Kau cerewet sekali…! katakan saja apa mau mu? lagipula kau sudah janji untuk tidak mengangguku kan?” Balas Kyuhyun mulai tidak betah berada di dekat Ryeowook. Ia menaruh buku yang tadi dipegangnya.

Ryeowook menggaruk-garuk tengkuknya bingung. Dia juga tidak tahu buat apa mencari Kyuhyun. Dia hanya ingin melihat namja tinggi itu. Harusnya dia bisa lebih pintar dan memikirkan alasan yang tepat kenapa ia sampai mencari Kyuhyun. Kyuhyun memandangi Ryeowook, namja di depannya itu selalu saja membuat bingung.

“Aku hanya, engg…”

“Kau pikirkan lah baik-baik ada perlu apa kau menemuiku, setelah itu beri tahu aku, Ne?” Kyuhyun pergi dari hadapan Ryeowook, menghilang di balik pintu perpustakaan. Ryeowook hanya bisa diam melihat Kyuhyun pergi. Ia mengalihkan pandangan menatap daun-daun yang berjatuhan di luar sana. Kenapa saat Kyuhyun pergi jantungnya serasa berhenti berdetak. Ada ruang hampa yang dia rasakan. Ryeowook mengambil nafas berat, dan membuangnya pelan.

“Hmmm… kenapa dia pergi? aku kan cuma mau bilang kalau aku merindukannya….”

Eh?

Tanpa sadar kata-kata itu melucur dari bibir Ryeowook. Menyadari apa yang baru diucapkannya, Ryeowook diam dan memikirkan kembali kata-kata itu. Apa benar yang dirasakannya itu? Bolehkan dia merindukan namja yang dianggapnya malaikat itu?

_DayDream_

Donghae berdiri di pinggir kolam ikan di sudut kampusnya. Eunhyuk bosan karna Donghae seharian hanya menatap ikan-ikan di kolam itu, tidak melakukan hal lain. Namja yang selalu hyperaktif itu sudah gatal ingin mengerjai mahasiswa lainnya. Tapi partner nya itu malah melakukan hal yang orang bodoh lakukan. Seandainya Kyuhyun masih bersama mereka, mungkin, tanpa Donghae dia masih bisa-bisa bersenang-senang.

“Hyaa…! Donghae-ya… sampai kapan kau seperti itu kau sudah sejam menghitung ikan-ikan itu!” Panggil Eunhyuk yang diacuhkan Sahabatnya itu. Tatapan Donghae begitu intens melihat ke dalam kolam. Ada banyak hal yang berputar-putar di otaknya. Dengan melihat air kolam itu ia bisa sedikit tenang.

“Hyung… Bogoshipo.” Lirih Donghae, dia memejamkan matanya, memutar memori untuk mengingat masa lalunya. Ada Kyuhyun disana, Eunhyuk, dan satu lagi sosok yang begitu ia rindukan. Seperti baru terjadi kemarin, masih jelas dalam ingatannya saat memeluk namja yang setahun lebih tua darinya itu. Bau tubuhnya yang membuatnya rindu.

“Hyung….” Lirihnya lagi. Mata Donghae yang tertutup itu terbuka perlahan saat ia merasakan seseorang mengamatinya dari jauh. Namja berambut ikal, yang tadi di ingatnya, Kyuhyun. Mata Donghae panas. Mengingat Hyung nya dan melihat Kyuhyun secara bersamaan itu membangkitkan benci yang sudah lama terkubur di hati Donghae. Keduanya saling bertemu pandang, namun mereka mengalihkan pandangan bersamaan.

Kenapa rasa benci itu bisa muncul lagi?

Hanya dalam waktu semalam, rasa yang terkubur itu datang karena mimpinya semalam.

Aku pun sama, membenci nya bukan tanpa alasan, inner Donghae berbicara. Namja itu mengepalkan tangan tanpa ia sengaja.

Sedangkan Kyuhyun meraba dadanya. Sakit itu, ia rasakan lagi. Tatapan marah Donghae yang dulu sempat tak dilihatnya lagi, hari ini ia lihat lagi. Apa ia harus takut?

Kemana perginya kekuatan yang ia tunjukkan pada Donghae dan Eunhyuk kemarin? Dan ketidakpeduliannya pada mereka?

Tidak, ia tidak melakukan kesalahan apapun. Donghae lah yang salah di masa itu. Apapun akan Kyuhyun lakukan agar tak terlibat lagi dengan masa lalu nya dengan Donghae.

“Teruslah menghindar Kyu… seberapa jauhnya kau melangkah kau takkan bisa menghindar dariku.” Gumam Donghae. Dilihatnya lagi Kyuhyun yang sudah tak ada lagi di tempatnya tadi. Donghae melirik ke arah Eunhyuk. Sepertinya temannya itu tak menyadari keberadaan Kyuhyun yang jelas-jelas sedang mengamati mereka.

Berkali-kali Eunhyuk menguap tanda dia sudah benar-benar bosan. “Apa acara merenung mu sudah selesai?” Tanya Eunhyuk, satu tangganya ia gunakan untuk menyangga kepalanya yang mulai terasa berat.

“Kenapa kau tak pergi saja tadi, kau bisa menganggu yang lain sendiri…” Donghae duduk di samping Eunhyuk.

“Tidak seru kalau aku sendiri yang melakukannya! Ah, apa kau sudah melupakan incaran mu, itu si Kim Ryeowook… aku sudah menemukan ide bagus untuk mengerjainya!” Ujar Eunhyuk semangat lupa akan kantuknya tadi.

“Aku sedang ma…”

“Ah, itu dia mangsamu datang!” Tunjuk Eunhyuk semangat ke sosok namja kecil yang tengah berjalan lesu tak tentu arah, memotong kata-kata Donghae sebelumnya. Tanpa pikir panjang lagi, ia bangkit dari duduknya dan mendekati incaran Donghae itu.

“Ya… Kim Ryeowook!! akhirnya.. kau muncul juga, aku menunggumu dari tadi…!!” Eunhyuk yang sudah berdiri di samping Ryeowook, mengacak-ngacak rambut coklat Ryeowook asal. Yang punya hanya memberikannya tatapan malas.

“Aku sedang malas hyung…” Sahut Ryeowook cuek. Ia sedikit mendorong bahu Eunhyuk untuk menghindari Sunbae gila nya itu.

“Yakk! Bocah tengik.. sudah berani padaku rupanya?! jangan pikir karna Donghae terus membelamu, kau boleh bersikap kurang ajar padaku!” Eunhyuk mengangkat tangannya hendak memukul Ryeowook. “Cari mati, eoh?!”

Ryeowook menghembuskan nafas kesal. Siapa yang bertingkah seperti anak kecil sekarang. Kenapa dia harus selalu berurusan dengan monyet satu ini? “A…ani.. sunbaenim, aku takkan berani, mianhae…” Ryeowook menundukkan kepala meminta maaf atas perbuatannya yang tak salah itu.

Tunggu dulu.

Kenapa Eunhyuk hanya sendirian? Dimana Donghae?

Ryeowook mengedarkan pandangannya, memutar kepala mencari keberadaan Donghae. Namja tampan itu pasti ada di sekitar tempat itu. Mengawasinya diam-diam, seperti yang sering dilakukannya tanpa sepengetahuan Ryeowook dan Eunhyuk. Walau akhirnya Ryeowook mengetahuinya.

Tapi Donghae tak ada dimanapun.

“Apa yang kau cari?!”

“Bukan apa-apa sunbaenim…” Ryeowook menggeleng lemah. Ada satu perasaan aneh menghampirinya. Ia sudah terlalu terbiasa dengan kehadiran Donghae dan Eunhyuk di sekitarnnya. Meskipun menjengkelkan, tapi ternyata dia bisa merindukan hal itu. Dan itu membuatnya bingung.

“Aish… kenapa semua orang bersikap aneh hari ini… pertama Donghae, dan sekarang kau!” Eunhyuk menggaruk-garuk kepalanya frustasi. Semangat untuk mengerjai Ryeowook sirna sudah. Ia pergi begitu saja meninggalkan Ryeowook yang masih sibuk mencari Donghae. Ryeowook bahkan lupa niat awalnya untuk mencari Kyuhyun.

_DayDream_

“Anyeong Kyu!!” Jerit Ryeowook saat sebuah pintu terbuka.

Setengah jam Ryeowook mengetuk-ngetuk pintu rumah megah itu dengan tidak sabar. Ia berada di rumah Kyuhyun sekarang. Kyuhyun berdiri di ambang pintu dan menatap Ryeowook malas. Ia mengernyitkan dahi heran. Ia tidak pernah sekalipun mengajak Ryeowook ke rumah nya, bahkan memberi tahu alamat tempatnya tinggal itu. Tapi jangan tanya bagaimana Ryeowook mengetahuinya, dia itu benar-benar seperti penguntit, pikir Kyuhyun.

“Ada apa? kau terlalu pagi untuk bertamu…!” Kyuhyun masih berdiri di tempatnya dan menunjuk jam di ruang itu, memberi tahu Ryeowook jam berapa sekarang. Pukul 05.15. Kyuhyun benar,ini masih terlalu pagi, bahkan kabut masih begitu tinggi.

“Hehehe… aku membawa kan mu ini!” Ryeowook mengangkat tinggi-tinggi kotak bekal yang sudah disiapkannya pagi buta untuk Kyuhyun. “Ayo kita sarapan….!” Ryeowook masuk tanpa menunggu Kyuhyun mempersilahkannya masuk. Kyuhyun yang merasa tak suka mengekornya di belakang. Kim Ryeowook itu benar-benar lancang, tapi dia pun tak bisa mengusirnya.

“Bukankah sudah ku katakan jangan menggangguku…?!” Kyuhyun mengingatkan.

“Aku tahu.. aku ingat, tapi aku datang bukan untuk menggangumu… dimana dapurnya?” Namja itu tak memperdulikan omelan Kyuhyun malah sibuk menoleh kanan kiri mencari dapur. Kyuhyun diam tak ingin memberitahu Ryeowook, tapi sayang Ryeowook bukan orang bodoh, tanpa di beri tahupun dia tahu dimana letak dapur berada.

Ryeowook membuka kotak penuh makanan yang dimasaknya sendiri. Sejak hidup sendiri dia belajar untuk tidak merepotkan orang lain, dia belajar masak, dan kemampuannya itu menurun dari sang Appa. Ia menata meja makan itu, menyiapkan mangkuk, sumpit, sendok, garpu untuk Kyuhyun dan mengisi mangkuk dengan nasi yang dibawanya juga.

“Taraaa…! sudah siap!” Ryeowook menepuk kedua tangannya senang. Ia menarik Kyuhyun untuk duduk di depan meja makan. “Ayo kita makan Kyu… kau mau apa? bukankah kau suka ini…?” Ryeowook meletakkan mangkuk penuh Jajangmyeon di depan Kyuhyun

Lagi-lagi Kyuhyun menatap Ryeowook takjub. Namja kecil itu bahkan tahu makanan kesukaannya. Dia benar-benar hebat.

“Kenapa diam saja? ayo makan…aa…aaa…” Ryeowook berusaha menyuapi Kyuhyun. Dia suka sekali memanjakan orang dengan makanan buatannya dan tidak suka jika ada orang yang hanya diam memandangi makanan-makanan itu. Intintya menjejali mulut mereka dengan makanan.

“Aku bisa sendiri…” Tapi Kyuhyun menolak, ia mengambil sumpit yang dipegang Ryeowook dan memasukkan jajangmyeon ke dalam mulutnya. Sudah lama dia tidak memakan makanan rumahan seperti itu. Dia selalu mengisi perutnya dengan makanan di restoran cepat saji. Kyuhyun menguyah masakan buatan Ryeowook pelan, dia kembali ingat pada seseorang yang juga sering memanjakannya dengan makanan yang di masaknya khusus untuk Kyuhyun. Dia merindukan orang itu.

Kyuhyun melihat ke arah Ryeowook yang juga sedang makan. Wajah polos dan senyum hangat Ryeowook itu padanya selalu bisa membuatnya merasakan sakit. Dia sungguh tak tahan. Dia tidak suka berlama-lama di depan Ryeowook. Mata Kyuhyun basah dengan air mata yang di tahannya.

“Kyu.. kau kenapa? kenapa menangis…? uljima…” Ryeowook menyentuh pipi Kyuhyun, menghapus air mata di di wajah Kyuhyun. Tangan Ryeowook bergetar saat melakukan itu. Seolah bisa merasakan sakit yang Kyuhyun rasakan, raut wajah Ryeowook berubah muram.

“Aku sudah bilang… jangan pernah tersenyum di depanku!” Kyuhyun menyingkirkan tangan Ryeowook dan berlalu dari hadapan namja yang tengah merasakan sakit karna melihatnya menangis itu. Ryeowook tercekat dengan perlakuan Kyuhyun padanya.

Kenapa semua yang dia lakukan itu salah?

Ryeowook menjauhkan mangkuk nasinya, dia sudah tidak berselera lagi untuk sarapan.

“Kyuhyun…”

————–

Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya. Mengunci pintu nya rapat. Dia butuh sendiri. Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke ke tempat tidur dan mengambil sebuah pigura yang setia menemani tidurnya. Ada sebuah foto di dalam pigura itu, seorang namja yang terlihat dewasa. Namja manis, dan dengan senyumnya manis juga.

“Hyung… dia begtu mirip denganmu, senyumnya itu… membuatku sakit, membuatku terus mengingatmu hyung… tidak bisa kah kau kembali hyung? aku membutuhkanmu….” Isak Kyhyun sedih. Tangis yang di tahannya tadi pecah sudah. Terlalu lama sendiri, terlalu lama menahan sakit itu sendiri, membuat Kyuhyun lemah. Kyuhyun mendekap pigura itu dalam dekapannya. Membawanya ke alam mimpi, alam dimana ia bisa bertemu dengan orang yang dipanggilnya hyung itu.

————–

Seorang anak kecil berjalan pelan masuk ke dalam rumahnya seperti mengendap-endap. Dia takut jika langkah kakinya itu membuat orang yang yang paling ditakutinya itu bangun. Di seragam sekolahnya tertera name tag yang bertuliskan namanya, Lee Sungmin. Namja berambut lurus itu memutar knop pintu dengan hati-hati. Tapi sesuatu di dalam di rumahnya membuat jantungnya berdetak kencang. Suara ribut yang di takutinya terdengar.

“Ampun Appa… ampun… huhu… sakit Appa…” Terdengar suara seorang anak kecil yang terus meminta ampun pada Appa nya.

“Kau anak kurang ajar! cepat katakan di mana kau menyimpannya?!”

“Aku tidak tahu Appa… aku tidak tahu, ampun…” Anak kecil itu merintih kesakitan setiap kali kaki-kakinya terasa perih akibat pecutan sang Appa. Ya. Laki-laki dewasa itu adalah Appa nya. Tapi orang tua mana yang tega menyiksa anaknya sendiri. Bahkan tega mendengar suara tangis anaknya sendiri.

“Ampun Appa…. aphayo…” Anak kecil itu terus menangis, memohon untuk di kasihani.

Sungmin yang mendengarnya dari luar langsung masuk ke dalam rumahnya. Tangannya mengepal kuat melihat pemandangan itu. Pemandangan yang tidak bagus sama sekali. Dongsaeng kecil yang disayanginya, tengah disiksa oleh Appa nya sendiri.

“Donghae….” Lirihnya. Sungmin berlari menerjang laki-laki paruh baya yag dikenalnya sebagai oranga tuanya dan Donghae. Ia mencengkram kuat kaki pria itu.

“Appa… Jebal, hentikan, Appa… Donghae tidak salah… Donghae tidak tahu apa-apa… Appa… hentikan!” Sekuat tenaga Sungmin berusaha menghentikan kelakuan gila Appa nya. Ia tak ingin Donghae menjadi sasaran empuk kemarahan Appa nya atas perbuatannya sendiri. Appa kedua anak itu berhenti memukuli Donghae yang menangis sejadi-jadinya. Kini tatapannya menatap tajam ke arah Sungmin. Ia menjambak rambut Sungmin kecil yang bergelayut di kakinya.

“Cepat katakan, dimana botol minumanku…!” Ya. Itulah alasan mengapa ia mengamuk layaknya orang kesurupan. Hanya karna sebuah motol minuman ia tega memukuli kedua anak nya sendiri. Dia sering seperti itu.

“Aku… aku tidak mau mengatakannya….” Ujar Sungmin tanpa rasa takut. Appa nya yang sudah mengamuk semakin emosi mendengar jawabannya. Laki-laki itu menarik kerah baju Sungmin, mengangkat tubuh kecilnya.

“Kau sudah berani kurang ajar sekarang, hah?!”

“Aku… sudah, membuang semuanya….” Jawab Sungmin dengan nafas tercekat. Ia kesusahan untuk bernafas karna sang Appa mencekik lehernya. Tapi tak ada rasa takut apapun di dalam benak Sungmin. Dia harus kuat untuk menjaga diri dan dongsaengnya dari Appa mereka sendiri. Bocah berusia 10 tahun itu melirik Donghae yang menatap takut ke arah Sungmin dan Appa nya. Donghae, dongsaeng yang paling dia sayangi. Hanya dialah kekuatan Sungmin.

“kau benar-benar tidak tahu diri! kau mau mati ya…?”

“Aku tidak takut pada mu Appa… bunuh saja, aku, kalau kau mau…!”

“Hyung….” Sungmin tersenyum pada Donghae yang ketakutan, memberikan ketenangan pada dongsaengnya itu.

“Bocah sialan…!” Laki-laki itu melemparkan tubuh Sungmin kesamping hingga membentur sebuah tembok. Terdengar dua benda berbenturan di ruangan penuh debu itu, lebih tepatnya benturan kepala Sungmin dan tembok itu. Luka kecil tergores di atas kening Sungmin dan mengeluarkan cairan berbau anyir disana.

“HYUNG…!! Sungmin Hyung…” Donghae menjerit berlari ke arah Sungmin yang jatuh terkapar. Tapi langkah kakinya di halangi oleh Appa nya sendiri. Tangan besar laki-laki itu menahan Donghae.

“Kau.. kau pasti tahu kan dimana hyung mu menyimpan botol minumanku… cepat katakan!”

“Mollayo, Aku, tidak tahu Appa… sungguh…!hiks…” Donghae berusaha sekuat tenaga lepas dari cengkraman Appa nya. Dia benar-benar takut. “Seandainya aku tahu,hiks… dimana hyung menyembunyikan botol-botol itu, pasti Appa sudah ku beri tahu…”

“Kau sudah pintar berbohong sekarang! kau harus dihukum…” Appa Donghae itu menarik Donghae ke satu ruangan untuk menghukumnya lagi. Kesabarannya sudah habis. Dia bukanlah laki-laki yang mau mendengarkan omongan anak kecil, bahkan meskipun itu anak nya sendiri. Laki-laki itu sudah gila sejak mengetahui istrinya berselingkuh. Ya. Eomma dari Sungmin dan Donghae. Semua dendam dan bencinya ia lampiaskan pada minuman dan kedua anaknya sendiri.

Donghae menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, tidak mau mengikuti Appa nya. “Aku tidak mau… appa, aku minta ampun, aku mohon appa… ampun… hajima…”

Sungmin yang masih setengah sadar, bangun karna tangisan Donghae. Ia tidak akan pernah rela dongsaengnya itu tersakiti lebih banyak lagi. Sungmin mengambil sebuah kursi dan mengangkatnya dan memukulkannya di punggung Appa nya.

“Aaaa…kau!” Laki-laki itu menoleh ke belakang menemukan Sungmin berdiri disana. Sekali lagi ia memukul kepala Sungmin keras dan mendorongnya hingga jatuh dengan satu tangannya, tangannya yang lain sudah besiap mengangkat tubuh Donghae untuk kembali ke niat awalnya, menghukum Donghae.

“Hyung… tolong aku!”

Appa nya kini sudah membawa Donghae masuk ke satu kamar mandi di rumah itu. Ia menyirami tubuh Donghae dengan air dingin. Anak kecil kecil itu meronta-ronta kesakitan. Setiap tetes  air yang mebasahai tubuhnya terasa perih ketika melewati kaki-kaki kecilnya yang penuh bekas luka.

“AAAA…. APPO APAA… Jebal.. ampun Appa…!”

“Rasakan.. ini akibat karna kau sudah melawanku…!” Appa nya tak mendangar rintihan tangis Donghae. Ia masih saja terus mengguyur tubuh kecil Donghae yang tidak bersalah.

Mendengar teriakan Donghae dan rintihan sakit dari dongasaengnya itu, Sungmin marah. Ia tidak bisa tinggal diam. Susah payah ia bangkit lagi, meguatkan dirinya. Ia mengambil sebuah pisau, yang entah dari mana asalnya. Sungmin sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mnyelematkan Donghae.

Hanya ini yang bisa lakukan.

“Hyaaa….! jangan sakiti adikku lagi, kau brengsek…!” Sungmin tidak peduli lagi dengan apapaun, tidak peduli lagi dengan apa yang  keluar dari mulutnya. Ia berlari menerjang Appa nya yang tidak sadar dengan kedatangannya. Sungmin menusukkan pisau itu di betis Appa nya tanpa rasa takut.

“Aaaa… Kau! Anak si…alan.. kau!” Kini laki-laki itu yang merinrih sakit. Dipegannya kerah baju Sungmin sembari berusaha mengambil pisau yang tertancap di kakinya. Tapi Sungmin cepat-cepat menggigit tangan Appa nya yang dan menginjak betis Appa nya yang terluka. Darah segar keluar dari sana. Itu semua menambah amarah Appa mereka, masih tak bisa menerima perbuatan anak nya sendiri. Melihat reaksi sang Appa, Sungmin memukulkan sebuah shower ke kepala Appa nya dengan keras hingga laki-laki itu jatuh ke belakang tak sadarkan diri.

Nafasnya tersenggal. Ia menarik Donghae yang terbelalak kaget dari dalam kamar mandi.

“Appa…” Lirih Donghae polos. Ia menulan ludahnya keras.

“Donghae-ya… gwenchana? gwenchana…? kau tak apakan? yang mana yang sakit…?” Cemas Sungmin ia memutar-mutar tubuh Donghae melihat semua luka yang di tubuh kecil Donghae.

“Hyung… Appa…?” Donghae masih melihat ke arah Appa nya. Takut, jika Appa nya akan bangun lagi.

“Jangan pikirkan dia Donghae, dia sudah mati.. tidak akan ada yang menyakitimu lagi.” Sungmin memegang kedua sisi pipi Donghae, menatapnya lurus ke manik matanya. Donghae mengganguk.

Tidak.

Dia tidak semudah itu mati, batin Sungmin.

Setelah mengelap tubuh Donghae yang basah. Sungmin berjaln ke dalam kamar mandi. Dia menghidupkan kran air dan shower, membiarkan air mengaliri tubuh Appa nya. Dengan kuat ia menarik pisau di kaki laki-laki paruh baya itu, membuat luka itu semakin besar. Dia sudah bukan Appa nya lagi. Cukup selama beberapa tahun ini ia dan Donghae tersiksa karna ulahnya.

“Donghae! tutup matamu…!”

“Hyung…?”

“Tutup matamu…!!” Perintah Sungmin. Donghae menurutinya. Sungmin menutup pintu kamar mandi itu agar Donghae tak melihat apa yang di lakukannya di dalam sana. Sungmin keluar dengan cipratan darah di tubuhnya.

“Bukalah matamu sekarang…” Sungmin tersenyum. Donghae melihat wajah Sungmin yang penuh amarah tadi kini melembut. Wajah Hyung yang yang di kenalnya, wajah hyung yang selalu menyayanginya.

“Hyung akan mengobati lukamu.. Kajja..” Sumgmin membungkuk di hadapan Donghae, membelakangi nya. Donghae yang tahu maksud hyung nya langsung naik ke atas tubuh Sungmin. Sungmin menggendong Donghae keluar dari rumah yang terkutuk itu. Meninggalkan Appa mereka yang terkapar di dalam sana.

Dia tidak tahu harus membawa kemana dongsaengnya itu. Yang ia tahu, ia hanya ingin meyelamatkan dia dan dirinya sendiri. Mereka berjalan di bawah guuyuran hujan. Dari balik punggung Sungmin, Donghae melihat wajah tegang hyung nya itu. Sekuat tenaga ia tak merintih sakit karna lukanya kembali terkena air.

“Hyung…” Donghae merapatkan tangannya yang melingkar di leher Sungmin.

“Hmm….?” Jawab Sungmin lemah. Tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Jalannya terseok-seok. Darah terus merembes keluar dari kepala Sungmin, mengalir diwajanya. Pandangannya pun mengabur, tapi ia tidak mau menyerah. Ia harus mencari tempat untuk ia dan Donghae berteduh.

Donghae menangis melihat Sungmin yang seperti itu. Ia masih sangat kecil. Ia tak tega membebani hyung nya. Lukanya tak separah luka di kepala Sungmin. Tapi ia sendiri masih tidak mengerti dengan semua yang terjadi. “Hyung.. kalau sudah besar nanti, aku… aku yang akan menjagamu.”

“Yakso?” Tanya Sungmin tersenyum.

“Ne.. aku berjanji!”

Sungmin mengangguk pelan. Donghae perlahan mulai tertidur dalam gendongannya. “tidurlah dongsaeng…”

Sungmin masih terus berjalan tak tentu arah menyusuri trotoar di samping jalan besar. Ia hanya mengikuti langkah kaki kecilnya membawanya. Hujan semakin deras membasahi kota kecil tempat mereka.  Tak banyak orang yang tinggal disana, dan dalam keadaan hujan deras seperti itu, tak ada siapapun yang menolong mereka.

Sungmin menguatkan gendonganya yang mulai mengendur. Matanya sudah tak mampu melihat dengan baik. Kelopak mata nya terus menutup walalu tidak Sungmin inginkan. Hingga akhirnya kaki nya berhenti melangkah. Sungmin berdiri terpaku menatap jalan dengan pandangan yang mulai tidak jelas. Darah mengalir melewati matanya. Tubuhnya yang lemas ambruk dan jatuh ke jalan.

—————–

“HYUNGGG….!!!” Donghae bangun dari tidurnya dengan peluh di kening dan tubuhnya. Nafasnya sesak. Mimpi itu lagi. “Sungmin hyung….”

Ia mengambil gelas disampingnya dan meminum habis isinya. Ia menarik nafas panjang menenangkan dirinya sendiri. Sungmin hyung, hyung yang paling dicintainya di dunia ini. Hyung yang tidak ada lagi disampingnya. Donghae duduk disamping tempat tidurnya, ia mangambil pigura di mejanya. Fotonya dengan Sungmin.

“Hyung… “

“Waeyo hyung..kenapa meninggalkanku…? aku belum memenihi janjiku untuk menjagamu kan??”

Donghae mengusap kasar wajahnya yang dialiri cairan hangat dari matanya. “Tapi tenang saja, aku akan membalas semuanya. semuanya… aku akan membalas dendamku pada Kyuhyun.”

“Dia….yang sudah menyebabkanmu pergi hyung….”

Tunggulah Kyu.. dan Kim Ryeowook itu, yang akan melakukannya.”

Bayangan demi bayangan dari masa lalu nya berkelebat di mata Donghae. Harusnya, ia tak melihat Kyuhyun kemarin, agar dendamnya yang sempat ia lupakan tak datang lagi. Donghae tersenyum miris sambil mendekap pigura coklat itu kuat.

Tbc.

 

30 thoughts on “Day Dream Chapter 2

  1. kyaaaaaa….hiks…hiks…hiks….
    Cerita masa kecilnya haemin sedih bgt…#minum
    Eonnieaa….kyanya critanya mulai mnarikkk…hae punya dendam sma kyu gegara di tinggal ming..kyu melloww gegara ming….tpi knapa hae mo lewat wookie…aishhhh liat ajha eon kyuwook di siksa lagy….eonnieaaaa knapa punya hobi aneh bgt…suka nyiksa biasss..#geleng2
    Eon chapt depan…jngan 1 abad bru post lagy sich kkkk#plak kaburrr

    1. cupcup…#pukpuk vebry,
      uljima…jgn nangis lg, ntr haemin ikutan sedih lho,huhu…
      itu haenya agk kbntur otakny makany mo bls dendam tpi lwt Wook,ksian wook..huks…#pluk wook..#djitak =p

  2. wuih,KDRT.sereeemmm.kkkk…hae tu sbenernya anak baex,cma kondisi dy yg mmaksa jd anak nakal.apa pula yg mo di lakukan dy sama kyu itu???

    itu kyu dingin bner ma wook??makhluk semanis itu kok di cuekin.hahaha…

    lanjutkan hyora,fighting!!kkk…

  3. Eonnieeeeeeeeee….
    Knpa crita’a jd sdih bgt gini???
    Palagi msa kecik haemin..huweeeee
    appa n oppa q knpa trsiksa gtu eonn…
    Truzz knpa hae bsa dendam ama kyu krna mingppa,,,kyu salh apa sih #lolaa
    tuh jg knpa kyu msih jutek ama wook kn mrka udh temenan…
    Udh wookppa temenan sma aq ajja nde *elus” rmbut wookppa*
    lanjuttt chap 3 eonn jgn lamaaa..arraseo^o^

  4. Eonnieeeeeeeeee….
    Knpa crita’a jd sdih bgt gini???
    Palagi msa kecil haemin..huweeeee
    appa n oppa q knpa trsiksa gtu eonn…
    Truzz knpa hae bsa dendam ama kyu krna mingppa,,,kyu salh apa sih #lolaa
    tuh jg knpa kyu msih jutek ama wook kn mrka udh temenan…
    Udh wookppa temenan sma aq ajja nde *elus” rmbut wookppa*
    lanjuttt chap 3 eonn jgn lamaaa..arraseo^o^

  5. Eonnieeeeeeeeee….
    Knpa crita’a jd sdih bgt gini???
    Palagi msa kecil haemin..huweeeee
    appa n oppa q knpa trsiksa gtu eonn…
    Truzz knpa hae bsa dendam ama kyu krna mingppa,,,kyu salh apa sih #lolaa
    tuh jg knpa kyu msih jutek ama wook kn mrka udh temenan…
    Udh wookppa temenan sma aq ajja nde *elus” rmbut wookppa* chap 3 eonn jgn lamaaa..arraseo^o^

    1. haha..maafkan unnie yg suka nyiksa mrka..#plak
      ini certany emg bgini saengi, sedih, jd hrus maklum..
      kyu g slh sbnrnya.. haeppa kita yg slh.. dia itu agk babo dsni,haha…
      dan kyu emgmnta digeplak ggra cuekin wook, biar bsok aq hukum dia,kk..

      1. Nde Cerita’a sedih tekalie eonnie…hiks hiks
        aq mau protes eonn #ngacungtangan
        ming appa q knpa cuma muncul gtu doang dh gtu mninggal pula..huhu *tega dirimu*
        smga chap 3 si upil gga cuekin wookppa q yg mnis lg…
        Aza aza fighting eonnie buat chap 3😀

  6. hmhmhmhmhm…….. mampir ksni q pkir dpt sdikit meringankan beben pkiran q,, tp trnyt dsni ff malah mahkluk2 suju pada melankonis jg.. heheheheh
    sungmin itu dmn skrg???? udah mati kah??? apa hubnya ma kyu???
    #getok donghae… wook itu bkn alat buat bls dendam tau,,, dia bnda berharga q…
    unnie… q pkir ada scene donghae mesum.kkkkk

    1. Maafkan saengie, kau tdk menemukan seungji mesum dsne, dia lg hiatus bt mesum..#smbahsujud,kk…
      Apa hubny ma kyu, sksikan di chape mndtg,huhu..
      Aq hrp itu si ming jg g mti,huks..

  7. Derita MinHae kecil menyesakkan…huhu.
    Hyora, kau sadis juga ya, membuat Sungmin menjadi sesadis itu…aish.
    Itu appanya diapain? Trus Min sekarang ada dimana?
    Kenapa Hae begitu dendamnya ma Kyu?
    Oh tidak, jangan bikin Ryeowookku menderita lg… Andwae..
    Ah sudahlah… Lanjutkan… dan jangan lama2!

    1. kebanykan baca novel “child abuse” aku jadi bengi unn.huhu…
      ming kan hrus nolong hae, drpda saengny itu yg dluan di bunuh, gmn?kk…
      klo dendamny haeppa ke kyu, aq ksih thu chapter slnjutny ja,hehe…

  8. ellaaah eonniee…pas flashback aku bayangin mingppa gendong haeppa dibawah derasnya hujan dengan kepala mingppa yg terluka serta kaki haeppa yg jg luka2…huhkss kasian merekaa,huhu
    kyu knpa dingin bgt ke wook? Pdhal wook tulus gitu ke kyu…aish ada apa sama kyu dan mingppa dulu? knpa haeppa mau balas dendam ke kyu demi mingppa? knpa juga harus lewat wook? aigoo…malang kali nasibmu ryeowookiee,hahaha

    1. bilang ksian ma wook, tpi ketewa…aish..#jitak hyosun,kk…

      iya tuh kyu jahat bgt ma wook,ckck.. mnt dicekek tuh ank,haha… haeppa py ssuatu yg dia smbunyin, jd unnie gbs ksih tw..rahasia,kk…

  9. Yg disebut KyuHae ‘hyung’ itu siapa?? Adakah hubungan’a sm masalalu mrka kah??
    Terus hubungan’a sm Wook apa?? Kok Kyu stiap kali ngliat senyum Wook trus teringat sm si ‘hyung’ dan itu menyakiti’a…

    Kyu galak amat sm Wook.. Nyuruh2 Wook pergi dr hidup’a.. Sok bgt si Kyu, ntr ditinggalin beneran kelabakan lagi haha…
    Wook jg cerewet, mnta dipanggil nama’a giliran udah dipanggil malah protes gak terima *aku yg cerewet disini nih* hahaha…
    Msih chap 2 aja udah penasaran.. Oke lanjut deh baca’a…. *terbang ke chap selanjut’a*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s