Love is Sweet Chapter 13 (End of Chapter)

lis

Title: Love is Sweet

Author : Lee Hyora

Pairing: Kyuwook

Cast : Ryeowook, Kyuhyun, and other

Rated: T

Genre: Romance, friendship

Warning: Yaoi fanfiction. If you don’t like, don’t read.

Diclaimar: All cast adalah milik diri mereka sendiri, kecuali Kim Ryeowook sebagai milik sah author =p #abaikan.

_LoveisSweet_

Setiap cinta memilik jalannya sendiri,

memiliki kisah nya sendiri…

Ada permulaan, ada juga akhir.

Tapi cinta sejati tak punya itu,

yang ada hanya rasa yang takkan pernah pudar.

manis? ah, rasanya bahkan lebih dari itu….

_LoveisSweet_

“Kau tak mendengarnya? Tinggalkan Ryeowook!” Ulang pria itu dengan suara lebih keras, membuat Kyuhyun gentar. Tanpa sadar wajahnya terangkat dengan mata yang menatap langsung ke orang yang dipanggilnya Abeoji itu. Kyuhyun berusaha menajamkan pendengeran, meyakinkan apa yang baru saja ia dengarkan?

Kyunhyun mengamati setiap guratan wajah Appa Ryeowook itu, menyelami ke dalam mata pria itu. Tapi hanya senyum yang tak bisa digambarkan yang bisa Kyuhyun lihat.

Meningalkan Ryeowook? Itukah yang ia pinta?

————-

Kata-kata itu terpatri jelas di ingatan Kyuhyun, setiap detail dari semua kata yang Appa Ryeowook ucapkan. Kyuhyun mengertakkan giginya menahan perasaannya sekarang. Berapa kali pun ia mencoba tak mengingat kata-kata itu, hanya sakit yang bisa ia dapatkan, kepalanya terasa berat. Air mata keluar sebagai ganti ia menahan sakit itu.

Kyuhyun melangkahkan kaki entah kemana, ia hanya ingin pergi, ingin berlari. Ia tahu, ia salah. Ia sadar apa yang terjadi diantara dirinya dan Ryeowook tak bisa dibenarkan. Sama sekali.

Dan, Appa Ryeowook benar. Semua yang dia katakan benar.

Takkan ada tempat untuk mereka nanti.

Takkan pernah ada.

———

Ryeowook tersenyum senang. Ia sedang berada di sebuah taman bersama dengan Jungmi. Ah… sudah berapa lama ia tak bersenang-senang dengan gadis kecil yang ia sayangi itu. Melihat Jungmi berlarian kesana-kemari ternyata bisa membuatnya sedikit melupakan semua masalahnya. Gadis kecil itu bisa sedikit mencerahkan hari nya.

Seyum Ryeowook tak pernah hilang dari wajahnya. Wajah yang biasanya tertekuk muram itu. Matanya pun berbinar indah. Untuk berapa lama itu akan bertahan?

Sepasang mata menatap Ryeowook lekat. Semakin lama melihat Ryeowook tersenyum, perih di ulu hatinya semakin terasa.

“Apa nanti… aku masih bisa melihat senyum itu Ryeowook-ah? a..pa nanti, aku bisa membuatmu sebahagia sekarang?”

Namja itu mengangkat kepala menahan air mata nya yang akan kembali menetes, membasahi sakit di hatinya.

“Kyuhyun appa!” Teriak Jungmi. Menyadarkan Kyuhyun yang sedari tadi melamun, memperhatikan setiap gerak-gerik Ryeowook. Suara kecil gadis itu juga membuat Ryeowook memutar tubuh, matanya menangkap sosok Kyuhyun yang berdiri lemah di pinggir taman. Dilihatnya Kyuhyun yang tersenyum, tidak padanya, tapi pada Jungmi.

Tapi tak ada sedikit niat dari Kyuhyun untuk mendekati Ryeowook dan Jungmi. Ia hanya melambaikan tangan. Tersenyum lagi dan sekarang entah pada siapa?

Tingkah Kyuhyun terlihat aneh dimata Ryeowook. Bukan seperti Kyuhyun yang biasanya langsung berlari mendekati Jungmi atau dirinya.

Kyuhyun menyeka sisa cairan bening diwajahnya saat Ryeowook mulai mendekat. Kyuhyun menelan ludah, Ia ingin pergi tak ingin berdekatan dengan Ryeowook untuk sesaat. Ia berusaha menggerakkan kakinya tapi terlambat, Ryeowook sudah ada di hadapannya.

“Kyu… sudah berapa lama kau disini?”

“Baru saja.” Ucap Kyuhyun tanpa melihat ke arah Ryeowook. Namja itu tak ingin meihat mata Ryeowook. Mata yang akan membuatnya lemah lagi. Bukankah tadi sudah ia putuskan. Satu hal yang akan menyakiti dirinya sendiri. Menyakiti Ryeowook. Meskipun mungkin itu jalan terbaik dari semua masalahnya.

“Kyu….” Ryeowook menggerakkan tangannya hendak menggapai tangan kurus Kyuhyun. “Gwenchana?”

Kyuhyun menggeleng.

Satu jawaban yang tak ingin Ryeowook dapatkan. Hanya dengan satu gerakan tubuh Kyuhyun itu, Ryeowook bisa mengetahui apa yang Kyuhyun rasakan sekarang. Ia menundukkan kepala seraya menahan nafas.

Kali ini, apa yang Appa nya katakan pada Kyuhyun?

Apa yang sudah pria itu lakukan pada Kyuhyun?

Ini salahnya, karena ia tak ada disana waktu itu. Tak ada di samping Kyuhyun. Ryeowook mulai mengutuk dirinya lagi, yang menurut pada Leeteuk yang tak mngijinkannya datang bersama Kyuhyun menghadapi sang appa.

“Ry…Ryeowook-ah. Ayo kita berpisah. Anggap kita tak pernah bertemu, anggap semua yang kita lalui itu, hanya mimpi yang bahkan tak ingin kau ulangi….”

“Jika nanti, kita bertemu lagi, bisakah kau menganggap tak pernah mengenalku? bisakah nanti…jika memang kita bertemu lagi, kita memulainya dengan cerita yang lain, yang tak sesakit ini. Bisakah…”

Kyuhyun tak lagi sanggup meneruskan kata-katanya, itu semua terlalu sakit. Sebuah isakan meluncur dari bibir Ryeowook terdengar menyakitakn di telinganya.  Namja kecil yang beberapa detik lalu tersenyum senang, kini menangis di depannya.  Kyuhyun melihat dengan jelas wajah muram Ryeowook yang menggigiti bibir bawahnya menahan perasaannya. “Ige… Mwoseumshoria?”

Kyuhyun kembali lemah. Bagaimana bisa ia mengatakan kata-kata yang menyakiti Ryeowook seperti tadi. Ternyata memang benar, ia tak pernah bisa memberikan kebahagiaan pada Ryeowook.

“Ryeowook-ah…” lirih Kyuhyun. “Mianhae…mianhae…” Ucapnya berkali-kali. Walau sudah menahan diri sekeras mungkin, tubuhnya bergerak dluar kontrol otaknya. Memeluk Ryeowook. Mendekapnya.

“Mianhae…”

“Apa.. yang Appa ku katakan padamu Kyu? Jangan dengarkan dia, jangan tinggalkan aku…jebal.” Pinta Ryeowook seperti anak kecil, merengek.

“Aku harus lakukan itu Ryeowook-ah…”

“Kyu!” Tak tahan Ryeowook memukul dada bidang namja yang memeluknya itu. Menumpahkan semua yang tertahan di hatinya. Dia belum ingin, tak ingin menyerah.

Kyuhyun menutup mata, menganggap pukulan Ryeowook di dadanya sebagai hukuman karena membuatnya menangis. “Tapi aku harus pergi…”

“Andwaeyo! aku sudah bilangkan…”

“Ssstt… Ryeowook-ah dengarkan aku dulu!”

“Shiroe, kau yang harus dengarkan aku…! jangan pernah berpikir untuk pergi…!”

Kyuhyun mematung memandangi Ryeowook. Ryeowook di depannya sekarang menatapnya marah. “Kau tak boleh pergi kemana-mana!”

Setelah mengucapkan kalimat itu Ryeowook melangkahkan kaki hendak meningglkan Kyuhyun. “Aku akan tetap pergi!” Teriak lantang Kyuhyun. Ia mengeraskan hati, menguatkan diri bahwa apa yang sudah dia tetapkan tak akan goyah sedikitpun. Ryeowook yang sudah berada beberapa meter jauhnya dari tempat Kyuhyun berdiri, kembali menghentikan kaki.

Ryeowook melihat Kyuhyun dengan tatapan tak  mengerti. Namja yang dicintainya itu kini tersenyum. “Aku.. akan tetap pergi. Itu syarat yang diberikan Appa mu padaku, jika masih ingin memperatahkan hubungan kita ini.”

“Mwo?” Kebingungan semakin nampak jelas di wajah Ryeowook. Syarat macam apa itu?

Dan Kyuhyun menerimanya? Bagaimana bisa Kyuhyun menerima syarat yang aneh itu? Kyuhyun harus pergi darinya, jika ingin masih ingin bersama?

Ryeowook terdiam. Memikirkan segala hal yang mungkin terjadi antar Kyuhyun dan Appa-nya. Tapi ia tak bisa menemukan jawabannya. Tanpa ia sadari Kyuhyun sudah ada di sampingnya lalu memeluknya lagi. “Ayo kita berpisah. Nanti ketika kita bertemu lagi, kita mulai semua dengan cerita yang baru.. yang lebih indah. Tidak sesakit ini…” Kyuhyun tersenyum dibalik tubuh Ryeowook yang dipeluknya.

“Sebenarnya.. apa yang dia katakan padamu? Aku tidak mengerti Kyu…”

“Nanti, kau pasti akan mengerti…”

“Jelaskan padaku!” Paksa Ryeowook.

Kyuhyun ingin tertawa. Apa boleh?

Dia tahu sekarang Ryeowook pasti sedang mengerucutkan bibirnya karena kesal. Pasti Ryeowook terlihat lucu. Dia benar-benar ingin tertawa saat dirasa Ryeowook semakin keras memaksa dirinya menceritakan apa yang terjadi. Kyuhyun melepaskan Ryeowook dari pelukannya. Kembali menatap Ryeowook dengan raut muka serius.

“Minggu depan aku akan ke Kanada, jangan khawatir, aku pergi bersama Ahra Noona.” Kyuhyun tersenyum lagi sambi mengacak-ngacak rambut Ryeowook. Berusaha menenangkan dirinya sendiri. Lalu pergi. Benar-benar pergi dari hadapan Ryeowook yang masih terus diam.

Sebelumnya Kyuhyun menatap punggung Ryeowook, namja kecil yang harus ia tinggakan untuk sementara waktu itu. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia sendiri merasa takkan sanggup melakukan itu. Meninggalkan Ryeowook. Berada jauh dari namja manisnya itu. Walau dalam hati ia berjanji akan kembali pada Ryeowook, ia sendiri tidak tahu apa hal itu nanti akan benar-benar terjadi.

“Semuanya, aku masih ingin memperjuangkan nya Ryeowook-ah, meskipun dengan cara yang tak masuk akal sekalipun.” Lirih Kyuhyun seperti sebuah bisikan yang dengan mudah tertiup angin dan takkan di dengarkan oleh Ryeowook.

——-

Dalam hidup, hanya ada sedikit hal yang akan kau temui dan kau katakan itu berharga untuk kau perjuangkan.

——-

_LoveisSweet_

Kyuhyun tepat berdiri di sebuah rumah yang sudah lama tak pernah ia datangi. Sebuah tempat yang menyimpan semua cerita masa kecilnya. Dia tak pernah berniat melupakan semua cerita itu. Memikirkannya saja sudah membuat ia sakit. Tapi semua yang ia piih memaksa ia sekuat mungkin menahan keinginannya untuk kembali kesana.

Egois. Mungkin karena keegoisannya dan keinginan mempertahankan apa yang dia anggap benar itulah yang membuat ia jauh.

Sekarang ia kembali, bukan untuk mengambil kenangan itu lagi, hanya kembali untuk mengingatnya, karena suatu saat mungkin keadaan akan memaksa dirinya lagi melupakan semua.

Perlahan Kyuhyun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah itu dengan perasaan berdebar. Takut? Sedikit perasaan itu ada. Tapi Kyuhyun tersenyum, memantapkan dirinya bahwa apa yang akan ia lakukan adalah benar.

Beberapa saat setelah menekan bel rumah itu, ia menunggu. Pandangannya tak lepas dari daun pintu itu. Tak ingin sedikit pun melewatkan setiap detik yang ia punya untuk melihat siapa yang akan menyambutnya. Kyuhyun menunggu hingga pintu itu benar-benar terbuka.

Senyum Kyuhyun merekah sempurna saat ia melihat siapa orang yang ada di depannya sekarang. Tak kuasa juga ia meneteskan air matanya yang sedari tertahan. “Eomma..”

“Kyuhyunnie…? Kyuhyunnie…” Wanita yang dipanggil Kyuhyun eomma itu menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca tak percaya Kyuhyun kembali menginjakkan kaki nya ke rumah itu. Ia meraih anak laki-laki kesayangannya itu. Kerinduannya pada Kyuhyun yang selama ini ia simpan bisa ia tumpahkan sekarang. Keduanya berpelukan lama.

Kyuhyun memeluk sang eomma erat. Tak ada satu katapun yang keluar bibir Kyuhyun. Hatinya penuh dengan rasa sesak, ia ingin menangis sepuasnya melepaskan semua sakitnya didalam pelukan eomma-nya. Bibirnya yang bergetar hanya bisa memanggil eomma-nya itu.

——-

Eomma Kyuhyun menggandeng erat tangan kurus Kyuhyun, membawa putra satu-satu nya itu masuk ke dalam rumah. Wanita itu tahu, Kyuhyun sedang gugup dan takut sekarang. Dan memang benanr, Kyuhyun melangkahkan kaki nya berat, lebih tepatnya menyeret kedua kakinya itu.

“Kau masih ingat jalan pulang Kyuhyun-si”

Kyuhyun menutup mata kala mendengar suara berat seseorang yang memanggilnya. Pria itulah yang membuatnya takut untuk kembali. Pria yang begitu marah karena pilihan hatinya beberapa tahun yang lalu. Berapa tahun tak bertemu, tapi sapaan yang tak enak di dengar telinga itu yang ia dengar.

“A-appa…” Kyuhyun berusaha keras mengeluarkan suara menyahuti panggilan Appa nya itu. Ia memusatkan pandangan pada wajah sang appa, mencari celah disana, sesuatu yang mungkin menggambarkan kerinduan untuknya. Tapi nihil.

Pria itu terlalu keras kepala, mungkin hampir sama dengan Appa Ryeowook.

“Untuk apa kau kesini, Cho Kyuhyun-ssi? Ah… tuan muda Cho, itu nama mu, eoh? nama yang aku berikan, nama yang harusnya kau jaga dengan baik. Tapi kau malah merusak kepercayaan ku itu.” Ungkit sang Appa.

Kyuhyun tahu dengan pasti apa yang di maksud oleh Appa nya itu. Namun ia hanya bisa tersenyum hambar mendengar setiap kata menyakitkan yang ia terima.

“Appa… sudahlah, Kyuhyun baru saja pulang. Jangan membicarakan hal itu dulu…” Eomma Kyuhyun menengahi. Tak mau keributan yang dulu pernah terjadi, terulang lagi.

“Kyuhyunnnie, kau juga… pasti sangat lelahkan, ayo eomma antar ke kamarmu.” Lanjut wanita itu seraya menarik pelan lengan anaknya itu. Kyuhyun melihat nya tersenyum, tangannya bergerak halus menahan tarikan tangan sang eomma.

“Tidak eomma. Aku tidak lelah. Ada yang ingin aku selesaikan dengan Appa…” Kyuhyun menatap lurus mata eomma nya itu. Mata yang juga menatap nya takut. Ia tahu sang eomma sedang memohon padanya untuk tidak terpancing emosi akibat kata-kata Appa nya sendiri.

Dengan pelan Kyuhyun memutar kepalanya, berpaling kini memandangi Appa nya, yang berdiri di salah satu anak tangga. Membuatnya terlihat lebih tinggi dari jangkauan mata Kyuhyun. Kyuhyun memberanikan diri mendongak melihat mata Appa nya.

Ryeowook.

Nama itu terlintas begitu saja di pikran Kyuhyun. Bayangan ketika Ryeowook melakukan sesuatu yang di luar pemikirannya. Bersujud di depan appa nya, hanya demi Kyuhyun. Kegelisahan di hatinya muncul lagi.

“Appa… aku datang untuk..” Dalam hati Kyuhyun terus mengerang. ‘Ayolah Kyu…Ryeowook bisa meluluhkan hati Appa-nya, itu artinya kau juga bisa…’

Dengan tiba-tiba, Kyuhyun melakukan hal yang sama seperti apa yang Ryeowook lakukan beberapa hari lalu. Ia menekuk kaki, menggunakan lutut sebagai penopang tubuhnya.

“Jhwesonghamnida Appa…. ” Kyuhyun mengulang kata-kata yang pernah keluar dari mulut Ryeowook. “Jhwesonghamnida….”

“Kyuhyunnie…apa yang kau lakukan?” Eomma Kyuhyun menarik-narik lengan baju Kyuhyun, memaksa Kyuhyun berdiri lagi. Ia melihat ke arah suaminya yang mematung bingung. Keningnya berkerut mendapati anak laki-laki nya itu bersujud di depannya. “Untuk apa kau melakukan itu?”

“Appa….” Kyuhyun menangkupkan tangannya di depan dada. Memohon. “Aku… aku ingin meminta maaf padamu appa, karena aku pernah tak mendengarkan mu, mengecewakanmu, aku… memohon setulus hati ku, agar kau mau memaafkanku…” Ucap Kyuhyun terbata.

“Jadi, apa kau kesini karena kau sudah lelah. Sudah menyerah? Sudah tahu di mata letak salahmu?” Appa Kyuhyun berbicara dengan menaikkan sedikit nada suaranya. Kyuhyun menggeleng.

“Aku…aku mengakui kesalahanku appa… tapi, aku datamg bukan untuk menyerah.”

Kalimat terakhir yang terlontar dari bibir Kyuhyun semakin membingungkan appa nya itu. Pandangannya menajam pada Kyuhyun. “Apa maksudmu?”

“Appa…aku akan, melakukan apa saja yang kau pinta, apa saja… asal kau mau merestui hubungan ku dan Ryeowook.” Takut-takut Kyuhyun mengutarakan niat yang sebenanrnya.

“Apa kau bilang? kau masih berani memintaku melakukan itu?!!” Sentak sang appa menyebabkan tubuh Kyuhyun semakin bergetar. Bagaimanapun dia lah dulu yang memulai, dia juga yang harus menyelesaikkannya. Dia tidak boleh gentar. Demi Ryeowook. Demi orang yang di cintainya.

“Jhwesonghamnida Appa….hanya itu lah, yang bisa aku pinta dari mu appa…aku mohon.”

“Apa sulit bagimu meninggalkan namja itu? dan kembali menjadi Kyuhyun yang dulu?”

“Appa… aku ingat dengan pasti semua kata-kata yang kau ucapkan padaku saat aku masih kecil. Bukankah kita harus memperjuangkan apa yang ingin kita miliki?”

“Tapi aku juga mengatakan padamu untuk mengorbankan sesuatu jika kau ingin mendapatkan kebahagian di sisa hidup mu nanti, apa susah kau melakukan itu?”

Kyuhyun tersenyum. ” Dengan mengorbankan perasaan ku pada Ryeowook?”

“Kenapa tidak? Lagipula, Appa yakin itu hanya sebuah perasaan semu yang membuatakanmu selama ini.”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, menatap pria yang berdiri di depan appa nya itu. Semu? Perasaannya pada Ryeowook tidak setipis itu! Tidak terlihat seperti itu.

Meski ucapan appa nya itu begitu menusuk hati nya, Kyuhyun masih bisa tersenyum. Ia menerawang jauh, mengingat semua yang a lalui dengan Ryeowook.

“Jika aku mengorbakan apa yang aku miliki sekarang, hanya untuk mendapatkan kebahagiaan di 50 tahun hidup ku nanti, apa benar aku akan mendapatkan nya nanti? Bagaimana jika, apa yang aku korbankan sekarang adalah kebahagiaanku yang sesungguhnya…”

“Apa Appa yakin, jika kebahagiaan yang kau janjikan dengan aku mengorbankan Ryeowook, adalah sesuatu yang nyata… apa kau bisa menjanjikan, bahwa kebahagiaan yang kau maksud itu bukan sesuatu yang semu?”

Appa Kyuhyun terdiam. Tidak menyangka Kyuhyun justru membalikkan kata-katanya.

Kyuhyun terus tersenyum, otak pintar nya berguna juga sekarang. Tidak, dia tidak  berniat bertukar argumen dengan appa nya, dia hanya sedang melakukan apa yang ia anggap bisa meluruskan jalannya agar bisa bersama Ryeowook.

Kyuhyun masih menunggu jawaban dari appa nya. Dia tahu, apaa nya bukan orang mudah untuk ia kalahkan.

“Appa… aku tahu, kau dan eomma pasti tak ingin aku memilih sesuatu yang salah. Menempuh jalan yang tidak benar yang akan membuatku menyesal. Tapi… aku sudah melaluinya, apa aku bisa berhenti hanya dengan mengakhiri semuanya…?”

“Aku tidak bisa melakukan itu. Aku harus menghadapinya… Karena jika aku melakukan itu, aku juga akan menyakiti Ryeowook… menyakiti hati ku sendiri.”

Kedua orang tua Kyuhyun semakin diam. Mereka tak ingin membenarkan apa yang Kyuhyun katakan. Tapi memikirkan semua nya dengan baik membuat mereka menemukan sosok Kyuhyun yang lain. Kyuhyun yang ingin menggapai kebahgiaannya. Apa mereka sanggup mematahkan mimpi anak mereka sendiri?

Mematahkan hati anak mereka sendiri.

“Appa…Eomma, aku mohon… berikan aku ijin, untuk bisa terus bersama Ryeowook. Tidak ada hal yang aku inginkan, selain hidup dengannya…”

Kyuhyun menghentikan kata-kata yang ingin ia ucapkan. Dirinya sendiri pun terbawa emosi dengan apa yang ia ucapkan. Memikirkan apa yang ia ucapkan, semakin menguatkan cinta nya pada Ryeowook. Keinginannya menjaga namja itu.

Salah. Dia tahu dia salah. Semua yang ia rasakan pada Ryeowook tidak bisa di benarkan. Tapi ia sendiri tidak sanggup mengabaikannya.

Mata nya mulai berkaca-kaca, hampir mengeluarkan cairan bening itu lagi. Semuanya Terlalu perih. “Appa…Eomma… aku mohon.” Kini Kyuhyun menyatkan tangannnya dengan lantai pualam di depannya. Ia menundukkan kepala, bersujud di depan Appa dan Eommanya.

“Aku mohon, maafkan aku…maafkan kesalahanku, dan…ijinkan aku bersamanya… aku mohon.”

_LoveisSweet_

Ryeowook berdiri termangu menatap pemandangan di luar apartemennya. Memandangi taman sepi yang selalu ia kunjungi bersama Kyuhyun di waktu luang mereka.

Besok. Mungkin ia tidak bisa lagi pergi kesana bersama Kyuhyun.

Seminggu telah berlalu, dan ia sama seklai tak pernah bertegur sapa dengan Kyuhyun. Dia terlalu marah karena Kyuhyun tetap pada pendiriannya untuk pergi. Hari ini adalah hari terakhir Kyuhyun berada di korea, sebelum dia akan benar-benar pergi esok hari.

Ryeowook tak pernah menyetujui keinginan Kyuhyun untuk pergi, apapun itu alasannya. Ia hanya ingin Kyuhyun ada di sisinya, tidak peduli sesulit apa jalan yang akan di laluinya. Bersama Kyuhyun, dia merasa semua akan baik-baik saja.

Sungmin yang sedari tadi berdiri di depan pintu yang menghubungkan kamar Ryeowook dan balkon tempat Ryeowook berada, masih setia mengawasi dongsaengnya itu. Ia tahu pasti Ryeowook sedang bersedih karena keputusan Kyuhyun itu.

Tak sanggup melihat Ryeowook terus diam, Sungmin akhirnya pergi dari kamar Ryeowook. Mencari Kyuhyun, meminta Kyuhyun untuk tetap tinggal demi dongsaengnya itu. Dia tak tega jika melihat Ryeowook seperti itu.

“Kau mau kemana?” Tegur Leeteauk yang sudah berdiri di depan Sungmin. Niatnya untuk masuk ke dalam kamar Kyuhyun ia urungkan.

“Hyung…aku ingin mencari Kyuhyun.” Jawab Sungmin singkat. “Hyung haruskah Kyuhyun pergi?” Kekhawatiran Sungmin terdengar dari nada bicaranya.

“Kyuhyun pergi bukan untuk selamanya kan? dia pasti kembali…” Leeteuk menenangkan. Ia menepuk bahu Sungmin pelan, merangkulnya dan membawa Sungmin ke ruang tengah. Leeteuk tahu apa yang Sungmin pikirkan, terlebih lagi dia tahu benar mengapa Kyuhyun memutuskan untuk pergi.

——–

“Apa kau masih tidak mau bicara denganku?”

“Untuk apa? untuk mendengar kata-kata terakhirmu?!” Jawab Ryeowook ketus pada namja yang tengah memandanginya sekarang. Kyuhyun, namja itu mendekatkan dirinya pada Ryeowook. Ikut berdiri di samping Ryeowook.

“Ryeowook-ah…” panggil Kyuhyun pelan meraih tangan Ryeowook untuk ia genggam. Tapi Ryeowook menghempaskannya. Dan Kyuhyun tersenyum pasrah. Dia tahu Ryeowook pasti sangat marah padanya.

“Kau harus mengerti keputusanku ini…” pinta Kyuhyun. Ryeowook yang mulanya malas menangapi Kyuhyun, kini perlahan menatap namja disampinganya.

“Mengerti? Kau bahkan tak menjelaskan apa alasan mu pergi…!”

“Kau bahkan tak mau mendengarkanku, mendengarkan permintaanku agar kau tetap disini!” Emosi kembali menguasai Ryeowook. Dia tidak bisa menenangkan dirinya sendiri untuk tidak marah.

“Kau…berapa kali aku bilang padamu Kyu, jangan pergi… aku mohon. Kenapa tak mau menurutinya…”?

Cairan bening muncul di balik mata Ryeowook, ia menangis. Baginya melihat Kyuhyun pergi sama saja dengan menusuk hati nya sendiri.

“Apa harus kau pergi Kyu…?”

“Apa…apa sebenarnya yang ingin kau lakukan? Apa yang Appa pinta dari mu Kyu? Cepat katakan padaku Kyu…!” Pertanyaan bertubi-tubi terus Ryeowook ucapkan. Pertanyaan yang beberapa hari ini ia simpan untuk dirinya sendiri.

Kyuhyun bergeming. Memberikan kesempatan pada Ryeowook mengungkapkan perasaannya. Hingga akhirnya ia bereaksi karena pertanyaan Ryeowook.

“Apa…kau sudah mencintaiku lagi?”

Kyuhyun menggeleng. “Aniya…Ryeowook-ah, bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu lagi… aku masih sama, masih Kyuhyun yang mencintaimu…”

“Lalu karena apa kau mau pergi?!”

“Karena…aku ingin berubah. Menjadi Kyuhyun yang lebih dewasa, Kyuhyun yang berbeda. Aku ingin membuktikan pada semua orang, bahwa aku pantas bersama mu!”

“Kyu… tapi tidak dengan cara ini. Bukan dengan pergi… bukan dengan…meninggalkan ku.” Ryeowook menatap Kyuhyun intens. “Aku tak ingin kau berubah, cukup dengan menjadi Kyuhyun yang sekarang…aku sudah bahagia.”

“Tidak bisa Ryeowook-ah…. aku harus pergi. Ijinkan aku pergi, sebentar saja…” Kyuhyun bersikeras. Ryeowook menggertakan gigi sebagai tanda penolakannya akan permintaan Kyuhyun.

Ia membuang muka, mentaap sesuatu yang mungkin bisa menenangkan emosinya yang kembali meletup.

Kyuhyun memberanikan diri memeluk namja kecilnya itu dari belakang. Mungkin sedikit pelukan bisa meredakan amarah Ryeowook. “Aku mencintaimu…”

Ryeowook diam tak membalas pernyataan cinta dari Kyuhyun walau Kyuhyun terus saja mengucapkan kata-kata itu berualang kali. “Aku pasti kembali Chagi-ya… kau tak perlu mencemaskanku. Kau hanya perlu menjaga perasaan mu itu, agar kelak saat aku kembali, kau juga masih mencintaiku. dan aku pun sama…”

“Kalau begitu…” Ryeowook melepaskan tautan tangan Kyuhyun yang melingkar di tubuhnya, mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. “Pergilah.. sejauh yang kau mau…”

Kyuhyun menarik nafas panjang, sulit sekali membuat Ryeowook mengerti posisinya sekarang. Kenapa sekarang Ryeowook yang berbalik menjadi kekanakan. Pikirnya. “Aku memang akan pergi…”

“Arayo…!” Tukas Ryeowook dengan suara parau.

“Kau tak ingin memelukku?”

“Memelukmu untuk melepaskanmu? aku tidak butuh yang seperti itu.” Dalam hati Ryeowook mengerang, mengutuk dirinya yang begitu bodoh. Kenapa ia sampai mengatakan hal seperti itu?

Jauh di lubuk hatinya, ia juga ingin memeluk Kyuhyun, yang mungkin untuk terakhir kalinya itu. Dengan susah payah ia menahan air mata yang ingin jatuh. Tak ingin menangisi Kyuhyun.

Hal yang sama juga dirasakan Kyuhyun. Ia bisa saja memaksa memeluk Ryeowook. Tapi tak bisa ia lakukan. Hanya bisa menatap nanar ke arah Ryeowook yang tetap membelakanginya.

“saranghae.” Bisik Kyuhyun pelan, mungkin hanya dia sendiri yang bisa mendengarnya.

Dan akhirnya Kyuhyun benar-benar pergi, ia menyeret kaki nya berat meninggalkan Ryeowook sendiri.

Ryeowook  mengeraskan hatinya agar tak berlari memeluk Kyuhyun. Ia menajamkan telinganya, mendengar suara langkah kaki Kyuhyun yang semakin menjauh.

“nado saranghae.” balas Ryeowook lirih.

———

Mianhae, Ryeowook-ah. Mianhae… aku sendiri tidak tahu apa yang aku lakukan ini benar. Apa kau tahu? Aku juga sama takutnya denganmu… yang kupinta, aku mohon jaga hatimu itu untukku, berapa lamanya pun aku pergi.

Meskipun aku tidak tahu, apa semua akan sama nanti… Anggap saja ini sebagai penentu hati kita. Apa semua yang kita jalani ini hanya semu? jika nanti aku kembali, dan perasaan kita masih sama…. bisakah aku menyebutnya cinta?

Tapi jika perasaan ini, akn hilang nanti, aku akan menerima kalau yang semua kita lakukan hanyalah mimpi.

———-

_LoveisSweet_

Sungmin mengamati dari jauh setiap gerak-gerik Kyuhyun. Dia pun sama ingin menghalangi kepergian Kyuhyun. Tapi mengingat semua yang Leeteuk katakan, niatnya itu urung ia lakukan. Di dalam sana, di kamarnya Kyuhyun tengah memasukkan beberapa helai pakaiannya dan barang-barangnya yang lain dibantu oleh Yesung. Lumayan banyak, yang berarti Kyuhyun akan tinggal lama di Kanada.

1 tahun? 2 tahun? Berapa lama?

Sungmin tersenyum ketika melihat Kyuhyun berjalan ke arahnya. Dari jauh nampak jelas Kyuhyun memerlukan pelukan dari seseorang, dan tanpa diminta tangan Sungmin terentang bebas menyambut Kyuhyun, memeluknya.

Flasback on

“Kau tak mendengarnya? Tinggalkan Ryeowook!” Ulang pria itu dengan suara lebih keras, membuat Kyuhyun gentar. Tanpa sadar wajahnya terangkat dengan mata yang menatap langsung ke orang yang dipanggilnya Abeoji itu. Kyuhyun berusaha menajamkan pendengeran, meyakinkan apa yang baru saja ia dengarkan?

Kyuhyun mengamati setiap guratan wajah Appa Ryeowook itu, menyelami ke dalam mata pria itu. Tapi hanya senyum yang tak bisa digambarkan yang bisa Kyuhyun lihat.

Meningalkan Ryeowook? Itukah yang ia pinta?

“Tapi…aku tidak bisa, tidak mungkin melakukan itu.”

“Apa kau tak lihat air mata yang setiap saat ia keluarkan demi dirimu Cho Kyuhyun. Apa itu yang namanya cinta… kau menyiksanya, Ryeowook-ku…”

“Abeoji…aku tidak pernah melakukan itu. Menyiksanya… selama ini, dia bahagia bersamaku….” Kyuhyun menarik nafas sebanyak yang ia bisa, agar bisa terus menyelesaikan kalimatnya. “Aku… tidak pernah menyiksa Ryeowook, seperti yang kau katakan tadi, dan aku juga tidak akan pernah melakukan itu.”

“Benarkah?”

“…..”

“Huh…apa kau tak pernah melihat ke dalam matanya, mata kesepian, mata seseorang yang tidak pernah bahagia… kau pikir dia bahagia bersamamu. Baginya, kau itu beban Tuan Cho.”

Kyuhyun diam, tak tahu harus berkata apa. Dia yakin Ryeowook tidak seperti itu, Ryeowook bahagia bersamanya. Ryeowook mencintainya. Sekuat tenaga Kyuhyun menggelng keras, tak ingin mendengar semua kata-kata Appa Ryeowook.

“Ryeowook mencintiaku… aku tahu benar isi hatinya. Bahkan dia, dia bersujud di depan mu kan Abeoji, demi membelaku… apa kau yang tak bisa melihat isi hati anakmu sendiri?!”

Kalimat itu? Kenapa bisa keluar dari mulut Kyuhyun. Ia mengumpat setiap kata yang ia ucapkan. Kalimat menantang itu. Aisshh…

Tak seperti yang Kyuhyun bayangkan, Appa Ryeowook tersenyum. Senyum yang berbeda. “Kau lihatkan apa yang putraku lakukan demi dirimu! apa kau bisa melakukan hal yang sama dengannya?”

“Selama ini yang aku lihat, dia lah yang berjuang… apa guna mu didalam hubungan ini Cho Kyuhyun!”

Serasa tertancap belati yang tak terlihat, hati Kyuhyun terasa tersayat mendengar penuturan pria di depannnya itu. Tanpa sadar ia menunduk melihat lantai di bawahnya.

“Saat Ryeowook bersimpuh di depanku, aku tahu… dia begitu menyayangimu, dia hanya ingin bersamamu… Tapi…apa kau orang yang tepat untuknya? Aku harus tahu itu…”

“Aku mencintainya Abeoji… perasaanku juga sama dengannya, aku tak kan pernah menyakitinya, aku bisa menjaganya..”

“Menjaganya? Apa kau sudah bisa menjaga dirimu sendiri? bukankah selama ini dia yang menjagamu? Sekedar Cinta saja itu tidak bisa kau jadikan alasan bagiku untuk mengijinkan dirinya bersama mu…”

Appa Ryeowook bangkit dari tempat tidurnya, meski kesulitan ia tetap melakukannya. Kyuhyun bergerak untuk membantunya, tapi di tolak. Appa Ryeowook berjalan ke sisi ruangan, menatap ke arah luar melalui jendela besar disana.

“Ryeowook, adalah sesuatu yang berharga yang pernah aku miliki. Apa aku bisa memberikannya pada orang yang aku belum yakin dia bisa menjaga Ryeowook, seperti aku menjaganya selama ini.”

“Satu kesalahanku… aku sudah membiarkannya memilih jalan yang sulit ini. Lalu, apa sekarang aku bisa membiarkan diriku melakukan kesalahan lagi, dengan membiarkan ia menempuh jalan yang sulit dengan orang yang tidak tepat?”

Appa Ryeowook memutar tubuhnya, melihat Kyuhyun yang semakin menunduk. Kyuhyun berpikir keras, mengingat semua ha yang Ryeowook lakukan selama ini.

Dia mencintai Ryeowook. Tapi apa dia orang yang tepat unutk namja itu? Entah kenapa ia menjadi ragu pada dirinya sendiri?

Sifat kekanakan, egoisnya, kecemburuannya, terkadang ia sadari sebagai sifat dirinya yang mendominasi. Dimana Kyuhyun yang selalu mengerti Ryeowook?

Kyuhyun yang dewasa? Dan tidak banyak menuntut.

Dan apa yang Ryeowook lakukan di ruangan ini, beberapa hari yang lalu, bersimpuh di depan pria yang sedang bersamanya sekarang, Kyuhyun tak tahu apa ia juga bisa melakukan itu.

“Aku tak akan memintamu meninggalkannya, aku takkan melakukan itu. Karena jika aku melakukan itu…aku hanya akan menyakitinya. Yang aku pinta dari mu hanya satu Kyuhyun-ah… tunjukkan padaku, kau orang tepat untuknya.”

Suara Appa Ryeowook yang melembut, dan memanggilnya dengan nada penuh kasih membuat Kyuhyun mendongakkan kepala, melihat pria itu.

“Abeoji…?”

“Dunia, atau orang lain yang tak mengenal kalian, selamanya, akan mencap kalian salah, selamanya kalian akan tersakiti. Aku, sebagai seoarang ayah, tak pernah  ingin kalian menempuh jalan ini. Aku, Hyungdeul kalian, dan juga keluargamu Kyu…”

Mata Appa Ryeowook mulai berkaca-kaca, ia menahan sedih di hatinya selama ini. Bayangan jika Ryeowook-nya yang berharga itu akan tersakit selama hidupnya, membuatnya merasa bersalah. Dan Kyuhyun, tak pernah sedikitun dia membenci anak di depannya itu. Bagaimanapun, Kyuhyun dan yang lain juga adalah anak-anak yang ia sayangi.

Perlahan, tapi pasti Kyuhyun pun dapat melihat pancaran kasih sayang Appa Ryeowook yang selama ini ia sembunyikan di matanya. Mengapa rasanya sakit?

Melihat mata tua itu membuat Kyuhyun juga ikut menangis.

Selama ini, ia dan mungkin juga Ryeowook sudah begitu egois, buta karena cinta mereka itu, dan tak ingin melihat yang lain. Hanya memaksa orang lain untuk memahmi mereka.

Saati itu juga kedua kaki Kyuhyun lemah tak mampu berpijak dengan baik. Dia salah. Ryeowook juga. Mereka telah salah menempuh jalan.

Tapi, apa benar tak ada tempat untuk dirinya dan Ryeowook. Meskipun itu karena berlandaskan cinta? Mengapa dunia tak pernah bisa adil?

Ryeowook. Nama itu terus terlintas di pikirannya. Dia tak bisa menghilangkan nama itu dari otaknya.

Jadi, apa itu juga salahnya?

“Tunjukkan padaku, kau bisa mencintainya, menjaganya nanti. Jalan yang akan kalian tempuh akan lebih sulit dari ini Kyuhyun-ah…”

“Jika kau bisa menunjukkan padaku, kau sudah menjadi sosok yang dapat kupercaya untuk saling menjaga dengan Ryeowook nanti, aku… akan mengikhlaskan dirinya bersamamu Kyuhyun-ah…” Tutur Appa Ryeowook lembut. Tak ada lagi alasan baginya menghalangin Kyuhyun dan Ryeowook bersama. Meskipun salah, setidaknya itu bisa membuat putranya bahagia.

“Kau mengujiku Abeoji?”

“Mengujimu? hm… anggaplah itu sebuah ujian jika kau tak sungguh-sungguh mencintai Ryeowook, tapi anggap itu perjuangan jika kau memang sangat mencintainya…” Appa Ryeowook kembali tersenyum. Meluluhkan Hati Kyuhyun lagi.

“Abeoji…”

“Panggil aku Appa Kyuhyun-ah…” Pinta Appa Ryeowook yang seketika membuat Kyuhyun menghambur kepelukannya. Air mata tak tertahn jatuh ke pipi Kyuhyun. Selamanya, dia akan menjaga kepercayaan itu, kepercayaan yang di berikan Appa Ryeowook padanya.

Dia akan berubah, menjadi orang yang nanti akan dilihat sebagai orang yang pantas bersama Ryeowook. “Aku mencintainya appa..aku mencintai Ryeowook-mu. Aku akan menjaganya… dengan baik.”

“Ini, adalah sebuah permulaan Kyu…jalan nanti yang akan kau tempuh, bahkan jauh lebih sulit lagi dari ini…” Kyuhyun memperat peluknannya saat dirasa Appa Ryeowook menepuk-nepuk punggungnya.

Flashback off

Leeteuk menceritakan ulang, apa yang sudah ia ceritakan pada Yesung, Sungmin dan yang lain beberapa jam yang lalu, kini kepada Ryeowook. Ryeowook harus tahu apa yang terjadi saat itu di rumah sakit. Apa yang terjadi diantara Kyuhyun dan Appanya.

Ketika semua tengah terjadi, Leeteuk berdiri di luar ruangan kamar rawat Appa Ryeowook. Sedikit perasaan lega menyapa hatinya, mendengar Appa Ryeowook mengijinkan Kyuhyun dan Ryeowook bersama, sangat membuatnya bahagia.

Leeteuk tahu, apa yang dikatakan Appa Ryeowook adalah benar, tapi ia sudah berjanji akan selalu menemani kedua dongsaengnya melewati itu semua. Takkan membiarkan mereka melewati jalan itu seorang diri.

Sama seperti hari itu, Leeteuk memeluk Kyuhyun erat, seperti seorang hyung yang bisa merasakan kesedihan dongsaengnya, sekarang pun ia memeluk Ryeowook erat.

Air mata Ryeowook terus mengalir, mengetahui apa alasan Kyuhyun pergi. Merasa tak memahami Kyuhyun. Mengapa harus Kyuhyun yang menanggung semuanya dan pergi.

“Kyuhyun, hanya pergi untuk sementara Ryeowook-ah.. Dia pergi hanya untuk mempersiapkan dirinya, untuk menempuh hidup yang baru dengan mu nanti, memulai cerita yang lebih indah tanpa ada luka.” Jelas Leeteuk.

Ryeowook mengangguk mengerti. Kyunhyun nya pasti akan kembali.

_LoveisSweet_

Menerima kenyataan itu sangat sulit, bahkan jika kau tahu apa dan mengapa sebuah kejadian itu terjadi. Begitu juga dengan hati Ryeowook yang hingga detik ini masih tak bisa menerima kenyataan bahwa Kyuhyun akan pergi dalam waktu kurang dari satu jam lagi.

Apa Ryeowook bisa membiasakan diri jika Kyuhyun tak ada lagi disampingnya, apa nanti matanya terbiasa tak melihat Kyuhyun dalam waktu beberapa tahun ini.

Ryeowook dan yang lain kini tengah berada di bandara Incheon, hendak melepas Kyuhyun pergi. Tapi sedikitpun Ryeowook tak bisa berada di dekat Kyuhyun, walau tahu mungkin itu terakhir kali ia akan bertemu Kyuhyun lagi. Dan entah kapan bisa bertemu lagi.

Tapi perasaan sedih terlalu menguasainya.

Kyuhyun yang akan segera pergi, berpamitan pada semua yang yang mengantarnya, Donghae, Eunhyuk, Sungmin dan Yesung menemaninya hingga waktu untuknya pergi tiba. Ditengah kerumunan orang itu, Kyuhyun memutar kepalanya mencari sosok Ryeowook.

Ryeowook berdiri jauh dari dirinya bersama Leeteuk. Tanpa sebuah senyum di wajahnya, hanya mata sembam yang ia lihat di wajah Ryeowook.

Ahh…! Aku ingin memeluknya. Sekali saja. Batin Kyuhyun. Tapi tak bisa ia lakukan. Kalau bisa ia batalkan saja niatnya unttuk pergi. Tapi ia sudah terlanjur berjanji untuk pergi, dan kembali menjadi Kyuhyun yang baru.

Sebuah suara melalui pengeras memanggil seluruh passenger tujuan Kanada untuk mempersiapkan diri, termasuk juga Kyuhyun. Mendengarnya, jantung Kyuhyun semakin berdebar kencang.

Apa dia bisa melangkahkan kaki pergi? Kakinya terasa berat.

Ia masih terus memandangi Ryeowook yang sama memandanginya. Ryeowook yang juga sepertinya mendengar panggilan untuk Kyuhyun dan yang lain, menahan napas menyadari Kyuhyun akan pergi. Ia ingin berlari memeluk Kyuhyun. Ryeowook melihat kesamping, melihat Leeteuk yang mengangguk seolah mengerti keinginan Ryeowook.

Ryeowook langsung berlari. Dengan terengah Ryeowook berusaha menggapai tempat Kyuhyun berdiri.

Tapi terlambat, Ahra, noona dari Kyuhyun sudah menarik lengan Kyuhyun, bersama Kyuhyun membungkukkan diri di hadapan hyungdeul Kyuhyun itu, lalu pergi.

Ryeowook mematung melihat punggung Kyuhyun yang semakin menjauh. Dadanya kembali sakit, dan ia mulai menangis lagi. Dengan suara lirih ia memanggil Kyuhyun. Berharap Kyuhyun menoleh kebelakang, melihatnya sekali lagi. “Kyu…”

Seolah bisa mendengar suara Ryeowook, Kyuhyun menolehkan kepala. Melihat Ryeowook lagi.

Namja itu, namja manisnya itu memberikan senyuman untuknya.

Ya. Ryeowook tersenyum dengan lembut.

“Kembalilah… palliwa…” Bisik Ryeowook kembali tersenyum dan melambaikan tangan pada Kyuhyun. Satu tangannya memegangi dadanya. Memberikan isyarat bahwa selamanya Kyuhyun akan ada di sana.

Setetes air mata mengalir di pipi Kyuhyun saat bisa melihat senyum Ryeowook. Senyum terakhir, ah…ani, Kyuhyun berjanji itu bukan terakhir kalinya ia akan melihat Ryeowook tersenyum.

Dan Kyuhun pun ikut tersenyum sebelum tubuhnya tak terlihat lagi.

.

.

.

_LoveisSweet_

.

.

.

_LoveisSweet_

Setelah kepergian Kyuhyun, Ryeowook meneruskan hidupnya, dan belajar untuk bisa hidup dengan baik, walaupun tanpa Kyuhyun sementara ini. Dia tak ingin mengecewakan jika Kyuhyun pulang nanti.

Memikirkan hari dimana ia akan bertemu lagi dengan Kyuhyun membuatnya gugup.

_LoveisSweet_

Sudah berapa lama ini? Sudah lebih dari 1 tahun, tapi sejak pergi Kyuhyun tak sekalipun menghubunginya. Hmm…

apa yang kau lakukan disana Kyu? Tanya Ryeowook dalam hati.

_LoveisSweet_

I went through the night, and another night, and another night
My memories are getting blurred
But you always stay in my heart and in my smiling eyes
You’re the one forever~*)

Seberapa jauhnya dirimu, aku akan selalu memikirkan mu. Tak peduli siang atau malam, hanya kau yang berputar di kepalaku. Aku harap kau tak meragukan itu.

_LoveisSweet_

Menangis, dan menangis, itu yang bisa aku lakukan tanpa mu disini. Apa kau akan kecewa jika kau mengetahui itu semua?

Sisi lemahku, aku juga punya, dan itu dirimu. Sesungguhnya ini semua menyiksaku. Kau tahu itu?

_LoveisSweet_

Hari ini aku tersenyum tanpa sebab. Entahlah….

Hati ku terus berdebar tak menentu. Dan diriku dikendalikan emosi. Ani… apa aku perlu memperjelasnya, kalau itu rindu…?

_LoveisSweet_

“Appa…!!”

Seorang anak kecil berlarian ke arah Ryeowook. Seorang gadis kecil yang sangat ia sayangi. Baiklah ini bukan gadis pertama, ada gadis kecil lainnya yang juga ia sayangi.

“Hana-ya… jangan berlarian seperti tadi, kau bisa jatuh nanti…” Ryeowook menggakat dan membawa tubuh kecil anak itu  dalam gendongangannya. Mereka berjalan dan akhirnya duduk di sebuah bangku kecil di tempat itu.

“Ryeowook appa, aku punya sesuatu untukmu…!” Ryeowook menatap tersenyum kepada gadis kecil itu, penasaran dengan apa yang akan di dapatkan darinya. “Tara…!! ini, kerang untuk mu Appa…bagus tidak?”

Mata Ryeowook berbinar melihat apa yang gadis kecil itu keluarkan dari saku bajunya. Dan tertawa. Benda itu mungkin tidak berharga, tapi sangat menyenangkan hati Ryeowook. Ryeowook mengambil kerang cantik itu, melihat gadis bernama Hana itu tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.

Tangan Ryeowook yang lain, terangkat menyentuh kening gadis itu lalu mengelusnya pelan. “Gomawoyo Hana-ya.. appa akan menjaga pemberianmu ini, ne?”

Ryeowoook memasukkan kerang itu ke dalam saku bajunya. Berniat menjadikan koleksi.

Belum sempat Ryeowook memeluk gadis itu, sepasang tangan terlebih dahulu mengendong Hana. Mengetahui siapa orang itu, Ryeowook memanyunkan bibirnya kesal. “Hyung… aku belum puas bermain dengan Hana. Haruskah kau mengambilnya?”

“Kau pikir dia ini siapa? dia inikan anakku, aku saja yang Appanya, belum bermain dengannya seharian ini!” tukas namja itu mengelus hidung Hana dengan hidungnya, membuat Hana kegeliaan.

“Hana-ya harus bermain dengan appa hari ini, ne?”

“Ne, appa…!” Hana mengganggukkan kepala sembari tersenyum. Namja yang dipanggil Hana Appa itu menjulurkan lidah mengejek Ryeowook.

“Ikan amis jelek!” Sungut Ryeowook.

“Biarin…week…” Lagi, Donghae menjulurkan lidah karena memanangkan Hana hari itu. Biasanya, Hana akan memilih bermain dengan Ryeowook.

Dari jauh Leeteuk melihat pemandangan lucu itu bersama Jungmi, gadis kecilnya dulu yang kini sudah lebih besar dibandingkan Hana. Ah… bukankah dia yang dulu selalu berebut Jungmi dengan dongsaengnya yang lain.

Mengingat masa-masa itu Leeteuk tersenyum. Meskipun ada sedikit yang hilang. Dengan menepuk pelan bahu Jungmi, ia menyuruh Jungmi mendekati Ryeowook, menghiburnya. Jungmi pun berlari dan memeluk leher Ryeowook dari belakang.

“Ryeowook appa…kau masih punya Jungmi kan?keke…”

“Ne, kau yang terbaik!” Ryeowook membelai rambut Jungmi sayang.

——

Berada diantara semua orang yang kau sayangi, pasti akan membuat mu bahagia.

Tapi kalau boleh jujur, Ryeowook sedikit merasa ada kehampaan di sisi hatinya yang lain. Seperti biasa, Ryeowook merasa kesepian jika sedang berkumpul dengan yang lain. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, keluarga besar Super Junior itu berkumpul bersama.

Mereka selalu menyempatkan waktu berkumpul walau dengan membuat acara yang tidak terlalu mewah, berkumpul bersama cukup membahagiakan hari mereka.

Ryeowook berjalan menjauh menutupi kesepian dihatinya. Ia berjalan menyusuri tepi pantai tempat mereka berkumpul sekarang. Pandangannya menatap jauh ke lautan, seolah mencari sesuatu yang hilang.

“Kyuhyun-ah. Bogoshipo.” bisik Ryeowook pada dirinya sendiri. Ryeowook tersenyum mengingat Kyhyun, namun sedetik kemudian wajanya tertekuk kesal.

Selama hampir 3 tahun pergi dan tinggal di Kanada, Kyuhyun sama sekali tak menghubungi Ryeowook, walau sekedar memberi kabar.

Apa Kyuhyun lupa padanya? Ah….

Ryeowook membuang jauh-jauh pikiran itu. Kyuhyun pasti masih mengingatnya. Dia hanya sedang sibuk. Ryeowook meyakinkan diri.

“Ombak selalu pergi dan menghilang di garis cakrawala, tapi dia akan setia kembali menemui kekasih tercinta nya, mencium bibir sang pantai dalam waktu yang lebih lama, bergelung disana sambil menceritakan kisah yang baru, lalu kembali pergi. Pergi untuk kembali.”

Sebuah suara yang datangnya dari seorang namja mengagetkan Ryeowook, menyadarkan ia dari lamunannya. Kata-kata itu entah mengapa seolah sedang berbicara tentang dirinya. Ombak dan pantai, eoh?

“Yesung Hyung…aku sudah sering mendengar kata-kata bijakmu, tapi baru kali ini mendegar kata-kata yang tadi? kau belajar dari siapa?” Ryeowook mengernyitkan keningnya melihat hyung nya itu.

“Ah…aku belajar dari seseorang.” Yesung mengerlingkan mata membuat Ryeowook bergidik tak mengerti.

“Nugu?”

“Seseorang yang sedang berjalan ke arah kesini Ryeowook-ah.” Yeusng mengangkat tangan, menunjuk kepada sesorang yang mendekati Ryeowook dan Yesung. Ryeowook mengikuti arah pandang Yesung.

Orang itu. Seorang namja berperawakan tinggi, dan berambuti ikal. Namja tampan yang seperti nya sudah berubah menjadi jauh lebih tampan dari terakhir Ryeowook melihatnya itu memakai kacamata hitam seolah ingin menutupi identitas dirinya.

Mata Ryeowook masih setia memandangi namja yang terus mendekat kearahnya.

Semakin namja itu mendekat, semakin keras pula deguban jantung Ryeowook. Kenapa rasanya ia ingin pingsan saat itu juga karena kehabisan udara.

Namja tampan itu.

Kyuhyun?

Kyuhyun nya?

Ryeowook perlu memastikan bahwa itu benar-benar Kyuhyun, ia menoleh ke samping, mencari Yesung, tapi hyung nya itu sudah berjalan menjauhinya seraya meberikan senyuman penuh makna.

Jadi, benar, itu Kyuhyun. Batin Ryeowook.

Kenapa Kyuhyun datang disaat ia bahkan belum mempersiapkan diri jika hari ini benar terjadi? Ryeowook menatap namja yang semakin dekat dengan nya itu dari ujung kaki hingga kepala.

Dia.. sangat berbeda.

Kyuhyun semakin dekat dengan Ryeowook, ia terus berjalan sambil memamerkan senyumannya. Belum sempat menarik udara sebanyak mungkin, terlebih mengatur emosi, Ryeowook hanya bisa mengerjapkan mata ketika Kyuhyun sudah ada di depannya.

“Anyeong Ryeowook-ssi…” Sapa Kyuhyun dengan suara lembut. Ah.. suara nya yang berkarisma itu hanya bisa di tanggapi dengan tatapn bingung Ryeowook.

“Kyu….?” Ryeowook tak tahu harus berkata apa selain memanggil nama Kyuhyun. Namja di depannya itu pun tersenyum geli melihat Ryeowook. Seseorang yang ia rindukan. Kyuhyun melepaska kacamata hitam yang dipakainya.

“Ne…Ryeowook-ah. Ini aku.”

Ryeowook ikut tersnyum, emosinya tak bisa ia kendalikan. Rasa rindu itu…

“Ya!! kau kemana saja! Kenapa tidak mengabariku? dan sekarang, setelah lama pergi kau hanya bisa mengatakan ‘anyeong’ ?” Marah Ryeowook, tanpa sadar tanagn bebasnya memukuli lengan Kyuhyun keras.

“aku baru saja datang, kenapa sudah memukuliku?” Kyuhyun sedikit mundur kebelakang menghindari pukulan Ryeowook.

Eh?

Si evil itu… tidak balas memukul Ryeowook?

Ryeowook diam memandangi Kyuhyun.

Namja di depannya itu apa benar Kyuhyun? Rasanya ada yang berbeda.

“Ryeowook-ah…wae?”

“Kau… berubah Kyu.” Pernyataan Ryeowook membuat Kyuhyun tertawa.

“Ne, aku sudah berubah. Tak ada lagi, Kyuhyun yang cepat marah, tak ada lagi Kyuhyun yang cepat cemburu, yang tak pernah memahami Kim Ryeowook. Yang berdiri sekarang adalah Kyuhyun yang dewasa…tak lagi kekanakan.”

“Kyu…” Ada sedikit kejanggalan di hati Ryeowook. Dia, hanya mau Kyuhyun yang dulu. Kecewa eoh?

Kyuhyun yang juga merasa perubahan raut wajah Ryeowook mengerti penyebab Ryeowook begitu, mengangkat satu tangannya, dan meletakkanya di dadanya. “Kyuhyun yang sekarang tak sepenuhnya berubah, masih ada Kyuhyun yang mencintai Ryeowook disini.”

“Kyuhyun-ah….” Dengan perasaan yang tertahan Ryeowook berusaha memeluk Kyuhyun, dan Kyuhyun menyambutnya. “Bogoshipo, jeongmal bogoshipo Kyu…”

“Nado, Ryeowook-ah.. nado bogoshipo….” Kyuhyun membalas pelukan Ryeowook erat. Sudah berapa lama ia tak merasakan kehangatan yang mengalir dari tubuh Ryeowook.

“Aku pikir, kau melupakanku…” Tak tahan menahan semuanya, rasa tindu an sakit itu berubah menjadi cairan bening di mata keduanya.

“anio…mana bisa aku melupakanmu. Mianhae… aku tak pernah menghubungi mu, aku… aku sedang belajar menjadi seseorang yang tak bergantung pada seorang Ryeowook, yang takkan merepotkannya seperti dulu, menjadi Kyuhyun yang bisa menjaga diri sendiri, dan …menjaga seorang Kim Ryeowook nantinya.”

Ryeowook tersenyum dalam tangisnya. Tak tahu harus bagaimana. Yang ia inginkan hanya memeluk namja itu lama. “Saranghae Kyu..jangan pergi lagi.”

Kyuhyun mengangguk.

“Kau tak ingin…melepaskan pelukanku, Ryeowook-ah?”

“Andwae! dulu aku pernah menolak memelukmu, karena takut akan melepaskanmu. Sekarang, aku akan memelukmu tanpa melepasmu lagi…” Ryeowook mengencangkan pelukannya posesif, seperti anak kecil yang tak ingin kehilangan mainannya. Lagi.

Didalam pelukan Ryeowook, Kyuhyun tersenyum seraya mencium rambut lurus Ryeowook. “Saranghae…”

Kyuhyun dan Ryeowook lama dalam posisi mereka itu. Tak memperdulikan sekitar. Mereka diam, membiarkan tubuh mereka menyatu, hingga sepertinya bisa mendengar suara jantung mereka masing-masing, yang berdetak tak karuan.

Membiarkan deburan ombak sebagai musik pertemuan mereka.

Di sisi lain, Leeteuk dan yang lain tersenyum penuh haru, hadiah special yang lama mereka siapkan untuk Ryeowook berakhir dengan sukses.

“Ombak akan selalu kembali pada pantai. Begitu juga Kyuhyun yang selalu kembali pada Ryeowook.” Ujar Leeteuk, yang lain mengangguk  mengiyakan.

“Hei!! kalian berdua, jangan bermesraan di depan kami!!” Teriak salah seorang dari hyung Ryeowook dan Kyuhyun yang langsung mendapat hadiah pelototan dari yang lain. Suara kasar yang dihafal Kyuhyun itu, hanya Heechul hyung nya lah yang bisa merusak suasana bahagia seperti itu.

Mendengar suara Heechul keduanya melepaskan pelukan.

Kyuhyun memicingkan mata melihat Heechul dan yang lain. “Apakah hanya aku yang berubah ke arah yang lebih baik sedangkan sebagian orang tidak berubah,ck?”

Penuturan sarkartis dari bibir Kyuhyun itu mengundang tawa Ryeowook yang sempat terbengong-bengong. “Hhahaa…. aku rasa kau tak sepenuhnya berbuah Kyu, hanya evil Kyuhyun yang bisa berkata seperti itu,keke…”

Mendapati Ryeowook tertawa, kembali menumbuhkan cinta itu dihati Kyuhyun lebih banyak lagi. Ia suka, sangat suka dengan tawa Ryeowook. Tawa namja yang dicintainya, namja yang ingin dia jaga seumur hidupnya itu.

Sekali lagi Kyuhyun memeluk Ryeowook. Kali ini dia yang memeluk posesif.

“Ikutlah denganku, Ryeowook-ah. Pergilah ke Kanada bersamaku… disana, ada kehidupan untuk orang-orang seperti kita. Disana mereka akan menerima kita.”

Ryeowook terperanjat kaget.

Dia tahu, jika Kyuhyun datang pastilah untuk membawanya pergi. Itulah sesuatu yang Appa Ryeowook janjikan. Ia takkan sanggup melihat putranya itu tersakiti didepan matanya. Lebih baik ia tak melihat Ryeowook tapi yakin jika putanya baik-baik saja bersama Kyuhyun.

Disini, di tanah yang mereka injak, tidak ada tempat bagi mereka disana. Tapi apakah harus dengan meninggalkan semua yang ada disini, untuk meraih mimpi yang lain?

——-

Hidup selau tentang memilih. Jika kau memilih sesuatu, kau harus siap untuk meniggalkan yang lain di belakakangmu karena pilihan itu.

——

Kyuhyun pun ikut diam, memberi waktu bagi Ryeowook untuk berpikir, ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diputuskan. Meninggalkan semua. Tapi Kyuhyun sudah pernah melakukan itu. Meskipun sakit dan sulit, ia bisa melakukannya.

Masih memeluk Ryeowook dengan erat, Kyuhyun merasakan kepala Ryeowook bergerak, mengangguk pelan. Menyetujui ajakan Kyuhyun untuk pergi. Berat sudah pasti, karena ia harus meninggalkan orang-orang yang ia cintai disini. Appa, Eomma dan semua hyungnya.

Walau mungkin nanti semua akan sulit, tapi bukankah ia sudah memilih.

“Ayo..kita mulai semuanya dengan cerita yang baru Ryeowook-ah… cerita yang lebih indah.” Ryeowok mengangguk lagi.

Semua cinta yang ia terima disini. Takkan pernah Ryeowook lupakan.

——-

Dunia takkan pernah membiarkan kau memiliki semua yang kau inginkan, tapi dia takkan pernah marah jika kau menyimpan cinta untuk itu semua di hatimu.

——-

Kyuhyun melepaskan pelukan Ryeowook. Tangannya menggenggam erat tangan Ryeowook, mengajaknya menghampiri semua hyung yang ia rindukan. Semua menyambut kedatngan Kyuhyun dengan pelukan rindu, pelukan kasih sayang.

Untuk sekarang, biarkanlah Kyunyun dan Ryeowook merasakan dan menerima cinta yang mereka dapatkan dari orang-orang yang peduli, dan mencintai mereka.

_LoveisSweet_

.

.

.

.

THE END

.

.

.

EPILOG

“Ryeowook-ah…”

Kyuhyun mendekati Ryeowook dan memeluknya dari belakang. Malam itu, Ryeowook dan Kyuhyun menginap dirumah hyung tertua mereka. Sebelum nantinya pergi.

“Apa?” sahut Ryeowook tanpa mengalihkan pandangan dari pemandangan di luar kamarnya.

“Sebelum pergi besok…ada sesuatu yang ingin aku lakukan. Sesuatu yang dulu sempat tertunda…”

“Hah? sesuatu yang tertunda apa??” Tanya Ryeowook bingung. Bukannya menjawab pertanyaan Ryeowook, Kyuhyun malah tersenyum evil lalu menelusupkan kepalanya di pundak Ryeowook. Mencium leher namja kecil itu. Ryeowook yang kaget dengan perakuan Kyuhyun itu berteriak dan mendorong tubuh Kyuhyun ke belakang.

“Kyaaa… apa yang mau kau lakuakan?!”

“Apa? hanya melanjutakan sesuatu yang sempat tertunda beberapa tahun lalu.” Kyuhyun memamerkan smirk nya lagi.

“Jangan macam-macam!” Ryeowook memperingatkan. Tapi Kyuhyun tak mau mendengarkannya. Dia sudah terlalu lama tak menjahili Ryeowook.

“Hhaahaha….Ryeowook-ah, kau tak merindukanku,eoh?”

Kyuhyun smekin mendekat, membuat Ryeowook terjebak diantara dirinya dan tembok di belakang Ryeowook.

“Siapa yang merindukanmu? jangan macam-macam, aku tidak…” Sebelum Ryeowook sempat melanjutkan kata-katanya, Kyuhyun sudah elbih dulu menggapai tangan Ryeowook. Dan berhasil membuat Ryeowook menjerit lagi.

Lebih keras.

“Teuki Hyung…!!!!!” Mimik jahil Kyuhyun berubah panik saat sadar Ryeowook memanggil nama Leeteuk. Takut jika hyungnya itu akan datang ke kamar mereka, Kyuhyun menjauh dari tubuh Ryeowook, cemas.

“KALIAN BERDUA! DILARANG BERISIK!! CEPAT TIDUR!!!” perintah Leeteuk dari arah luar.

“Ne hyung.” jawab mereka kompak

Keduanya menutup telinga denga tangan masing-masing mendengar teriakan Leeteuk yang lebih keras dari teriakan seorang Ryeowook. Mereka saling pandang dan perlahan melepaskan tangan dari kepala.

Ryeowook tersenyum, atau mungkin tertawa merasa lucu karena masih bisa mendengar teriakan hyungnya itu. Ia mengangkat kepala melihat Kyuhyun yang juga tersenyum padanya.

Perlahan Kyuhyun mendekati Ryeowook kali ini dengan tatapan lembut, meraih pinggang namja itu dan menyapukan ciuman lembut di bibir namja itu. Ciuman yang tak ingin Kyuhyun lepaskan lagi. Ciuman hangat yang selalu bisa menghilangkan sakit di hati mereka.

_LoveisSweet_

Mulai sekarang akan ada cerita yang berbeda, yang akan mereka lalui.

THE END.

*) Listen To You – Song by Kyuhyun.

Mianhae… baru sempet update, dan dengan akhirnya yang aneh baget…huks.. mian lagi, banyk typo, T.T. jangan lupa coment ne?kk…. kalau lupa ceritanya.. baca lagi!#plak. salah siapa lama uptdate, hehe…

30 thoughts on “Love is Sweet Chapter 13 (End of Chapter)

  1. Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa , , , , , , , , , , ?????????
    Akhirnya , , , , di restuin Juga .
    Aku baca.a amPe nangis2 -___- Terharu Banget sama PerJuangan.a Kyu .
    Akhir.a, , , akhir.a, , , akhir.a, ,, KyuWook bahagia Jg🙂

    Aku seneng Bgt Kirain Bakalan Pisah Ternyata Enggak , Hati Ku Lega Kkkkkkkkkk , , , , (lebay)
    Aku nunggu Cerita ini Lama Bgt , tp akhir.a terbayar juga penantian q Kkkkkkk ^^

    aduh ngomong apa lg Ya >,< , , , ,
    aku tunggu karya2 lain.a Yua ?
    Semangat !!!!
    Mian klo boleh tau KKkkkkkk , , , umur.a berapa yua , aku bingung manggil.a .
    Itu juga klo boleh^^ mia komen.a keba.akan

    1. kyaaaaaa…#ikutantriak,kk..

      aq line 89, ykin deh aq lbih tua dr km, pgl unnie jam ne?kk…

      huum, akhirny skian lama bs update dn lgsg tamat, T.T mian ya buat nunggu lama…

      eh, masa sih bca ny smpe nangis, aq ny bgg km nangis krna apa?#dijitak.

      ne, klo ada ksmptan bt nulis ff lg, mauny sih nyelsein ff yg lainny,=p

  2. Ulalalalalalalala~~ saya daataang ummm!! Kkkk~
    Eh..pdhal tadi janji bacanya besok, gk taunya malah sekarang /plak/ yaa..maklum lah yaa Umm..gegara nih ff, kegiatan belajar jadi aku tlantarin.. Buutt..I get a satisfactory compensation…hahaha *nyegir kuda*
    Eumhh.. Suka banget yaa endingnya, apalagi itu tadi Wook udah jadi ‘agak egois’ gitu. Isshh~ suka deeh.. Nah..jd manusia sih emg harus gitu umm..prlu egois buat kebahagiaannya /plak/ *gaknyambung* dudududhh…banyak banget yg mau aku utarain..tp kayaknya gk mngkin semuanya deh yaa..kkkk~ o’oh..endingnya sweet.. Eungh~ Kyu jg udah dewasa..ehh malah wook yg jadi kekanakan.. *semacam tukar jatidiri* haha #evillaugh* oohh..ini kyknya kepanjangan yaa umm..yaudah deh..intinya skg bikinin aku YeWook yg GS!!muahaha *todongin parang*
    Bye.. Bye.. *lambai-lambai bareng wook* /dicekekUmma/ *ama Wonnie deh*😀

    1. naaaahh…gt dong, kmu sma wonie ja, tmnin dia ngtasin bnjir di jakarta,wkwk..

      yaa amoun sgtuny km ninggalin bljr demi ff ne,huks,….#trharu umma,kk…
      egois itu prlu, tp dkit ja, klo trlalu egois jtuhny ntr skit sndri..#pnglaman, T.T
      jlsin sih pril yg mau km utarin apa? asal g mnt wook ja…#wanti2.

      dan itu, aduh…kmu mnt yaoi yewook sih msh bs ya dpkikan, nah itu GS??O.o

  3. Hmm…
    Akhr yg indah,,,
    tp knp Wookie bkin kacau suasana sh? Kyu kan cm mo itu…*plak! d tampol Eeteuk
    eh Unnie,gmn ma appa Kyu? Apa yg mrka sepakati?
    Bolehkah Q mnta d buatin 1 chap lg unnie? Hehehe
    coz Q msh pnsaran ma appa Kyu,trz appa Wook,n khdupan Kyuwook d Canada nnti.. Yah yah yah

    1. km msh setia bca ne saengie? kirain slma unnie ngilang dah lp ma ff ne?kk..
      duh, itu wook bgus kli mngacau gt, unnie ny lega mrk g ngapa2in,hahaha…#dgetok.

      ne, ntr klo da wktu, unnie buat lgi,gak janji tp…#kaburrrrrr

  4. Yayayayayaya

    Update juga🙂 tp the end juga😦

    Nangis spanjang baca,meskipun tau bakal happy ending. Tetep jalan cerita menuju happy ending penuh perjuangan.

    T___T

    Udah g panjang2 komentny🙂

    1. kmu hrusny bawa pompom smbil triak “yayaya” saengie,kk…

      huum, update dn tamat, sayang ya? tp lbh sayang lgi klo ntr mrk klamaan mndrtanya,kk..#gak ikutan nangis,haha…

  5. kyaaaa author aku trharu bgt iii ..
    hmm perjuangan cinta kyuwook akhrnya gk sia2 krna brakhr dgn bahagia ..
    hmm ..
    daebakk dehh author ..

  6. aduh unn, liat komen2 diatas aku jadi takut baca.. ada yang komen baca sambil nangis2 pula,huhu
    aku tinggalin jejak dulu ya! sore kubaca.. Hihhihiy

  7. janjinya baca sore. tapi ini.. huhu udah malem ya Unn?kkk.. Sorry~

    Unn, tanggung jawab bikin anak orang nangis (tunjuk>> aku & readers lain) sampe tengah2 mata aku udah susah liat tulisan tau, ketutupan air mata TT
    Unn ga puas nih bacanya! Kurang panjang lho~ ada sequelnya kek kehidupan mereka setelah pindah ke Kanada gitu~ hohoho

    Btw~ keren Unn akhirnya! Happy End. (tapi kenapa aku nangis?) ahh sudah lah.. Unnie kutunggu karyamu yang lain eoh^^

    1. hyaaa…hyosunku nangis,hahaha…#plak.

      km sma yg lain tu ngpain ngis ya? unnie heran,ckkc…

      eh, sgini kurang pnjg, 7 rbu kta itu saengiee…. biasany 1 chp cm 3rb.4rb kta, masa ini dblg krg…ugggh…#pout.

      rncana sih emg gt, buat sequel. tapiii…gak janji…#djitak,kk

      1. hah? 7ribu? kok berasa pendek itu Unn~ masa lagi resep2 nya baca.. tiba2 kata “THE END” nya nampak.. huhuhu T^T
        Unniee~~ DayDream-nya lanjutin kek!

  8. kyaaaaa eonnie…..akhir yg indah….sukaaaaaaaaaaaaaaaa bgt….
    Stelah skian lama gk update…aku yakin eonnie pasti ngumpulin feel dulu bwat nglanjutin ini ff…and pastinya susah kkkk #sok tau…..
    Eonnie….epilognya cuma sedikit hu hu hu…tpi gk ap2…aku puas bsa bca ini smpai akhir chap…
    Aku pasti kangen bgt sma karakter kyuwook di ff ini hiks hiks….(smoga ajha ini wp gk di protek kya wp yg lain)…susah klo kngen pngen baca^^
    Eonnie….gk berharap eonnie punya ff kyuwook bru agy….tpiiii aku NGAREPIN bgt eonnie BUAT LAGI kkkk #gubrak
    Eonnie LOVE U ya….

  9. kyaaaaa eonnie…..akhir yg indah….sukaaaaaaaaaaaaaaaa bgt….
    Stelah skian lama gk update…aku yakin eonnie pasti ngumpulin feel dulu bwat nglanjutin ini ff…and pastinya susah kkkk #sok tau…..
    Eonnie….epilognya cuma sedikit hu hu hu…tpi gk ap2…aku puas bsa bca ini smpai akhir chap…
    Aku pasti kangen bgt sma karakter kyuwook di ff ini hiks hiks….(smoga ajha ini wp gk di protek kya wp yg lain)…susah klo kngen pngen baca^^
    Eonnie….gk berharap eonnie punya ff kyuwook bru agy….tpiiii aku NGAREPIN bgt eonnie BUAT LAGI kkkk #gubrak
    Eonnie LOVE U ya….^^

    1. duh…vebryy…janagn teriak2. brisik tahu..#jitakin. =[

      haha…stlh masa menenangkan diri emg lama bt ngumpulin feelny,kk.. untglah kmu msh igtin bt lnjut ne ff, cb klo gak…telentar deh ffny,wkwk…

      epilogny udh lmyan itu, mau nmbha? bkn kn epilog ntr nmny,huhu…
      pling ntr ffny yg dprotek,#plak.

      jiaaahh…klo soal bt ff lg, uhm..msih dipikirkan,kk..

  10. Huft… huft… Yeeiiyyyy… Akhirnya bener2 love is sweet…fufufu
    Menangis, tersenyum, terharu, tertawa bahagia bersama KyuWook dan Super Junior saat membaca ini😀
    Gomawo, Hyora, sudah bikin cerita yg sweet ini dan menamatkannya. ^^

    1. unnie hbs ngpain sih? ngos2an gt?ckkckc…ksih mnum,kk..

      bnrkan, love is sweet, aq g slh ksih judul, kmrn ada yg mau cekek aq,+ prtnyakan judulny ggra kseringan siksa kyuwook,huks..jahat..T.T

      gomawo jg unnie sllu stia bca,kk

  11. A.. Anyooong unni, hikss hiksss bagi tisu *todong Hyoraa Unni
    huweee, meski akhirnya KyuWook bersama, tapi tetep dengan cara yang bikin berurai airmata, hiksss, DAEBAK!!!
    mianhe unni ya, and i miss u,,,,

  12. Unnie~ maaf baru comment *kebiasaan* hehe.
    Duh, akhirnya bener-bener happy ending ya.. tapi kenapa aku sedih begini? T.T rasanya terharu dan pengen nangis ngeliat pengorbanan mereka yang akhirnya terbalas dgn kebahagiaan, hiks. Aku jadi pengen meluk appanya wook, pengen minta maaf karena sempet berpikiran buruk tentang beliau yang ternyata baik banget dan bijaksana itu.. hehe. mianhae appa! *bow*

    Ahh~ pokonya keren banget unn… >< aku tunggu terus ya karya unnie selanjutnya~ hwaiting ^^/

  13. huufft..akhr’a berakhr bhgia..aq kira bakaln sad ending krn kyu akn pergi..dn mksd dr kata2 appa wook utk ms dpn kyuwook hny utk mengulur wkt agr perasaan mrk bs berubh dgn beriring’a wkt,ternyata utk menemukn tmpt agr kyuwook dpt d trma tnpa sblh mata yaitu d luar negri yg tak mempermslhkn hbgan antara sesama jenis..hyora~ssi jgn berhnt tuk buat ff selanjt’a ya..FIGHTING

  14. Akhirnya happy ending juga eonni…🙂

    Ini artinya mreka hidup di kanada ya…

    Sungguh cinta yg manis yg pnuh prjuangan bsar…

    So.. Sweet…

    Hiks..hiks… Sukses eonni, mmbuat qw mneteskan air mata… T_T …

    Eonni… Daebak…🙂 !!!

  15. unnie ….. hiks9999999999x … part awl bikin nyesekkk.. #miannnnn baru kmen
    DDnya kpan updtenya … g’ sbar nih ….

  16. huwaaaaa kyu ternyata itu alasanmu pergi…ughhh appa.a wook emng bner” ada” aja kkkkk

    kyaaaaa ternyata happy end hukz~~ #terharu
    yeeeeaeaayyy kyuwook bahagia aku ikut bahagia kkkk~ ^_^

    hyora-ya gomawook udh dikasih pw.a … terus berkarya membuat ff kyuwook nee fighting!!!!!
    salam hangat istri ryeowook/plak/ =))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s