Chingu

Pernahkah kamu berpikir, apa yang kamu khayalkan bisa sangat menakutkan?

Pernahkah kamu berpikir jika sesuatu yang kau pikirkan itu tak ingin dilupakan?

Berhentilah, sebelum kau membuat hal yang mengerikan itu menjadi kenyataan.

Dan kau tak bisa lari dari nya.

——————-

Teman?

Apa itu?

——————–

558105_4349076379536_1735535445_n

 


Author : Lee Hyora

Cast : Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk

Rated: T

Genre: ….? —-? gak tahu mau dikasih genre apaan? =p

Warning: Typo

Diclaimar: All cast adalah milik diri mereka sendiri, kecuali Kim Ryeowook sebagai milik sah author =p #abaikan.

FRIENDS?

Bersatulah denganku Sungmin hyung…

Bisikan itu datang lagi, terus menggema di telinga Sungmin tanpa ia tahu darimana asalnya?

Sungmin terbangun lagi pagi ini dengan peluh di sekujur tubuhnya, ia berusaha bangkit dan bersandar dengan punggungnya pada tempat tidur. Menahan pusing yang menyerang setiap kali ia bangun. Seperti itulah pagi Sungmin di setiap harinya, tubuhnya selalu terasa lelah, seolah ia berlari dalam tidurnya.

CHINGU?

Kyuhyun terdiam termangu, ia berdiri di depan sebuah rumah besar yang lama ia tinggalkan. Dia tidak akan tinggal sendiri disana. Ada hyung-nya. Ah… bahkan menyebut dia sebagai hyung, rasanya seluruh urat tubuhnya berdenyut meminta keluar. Tidak. Bukan karna namja itu menyeramkan, tapi… Kyuhyun tidak suka.

Bahkan Kyuhyun tahu, namja yang ia panggil hyung tu pun tak meyukainya.

Kyuhyun menjulurkan tangan kedepan, berusaha mendorong gerbang rumah mereka itu dengan pelan, tak ingin menimbulkan suara berdecit setiap kali gerbang itu digeser. Ya… gerbang dengan besi berkarat dan tua. Dan cat yang hampir pudar.

Tapi tetap saja suara itu muncul.

Ciiitt…

“Aish…suara ini benar-benar tidak enak di dengar!” Kyuhyun yang tadi bergidik mendengar decitan gerbang itu, akhirnya menendangnya keras agar terbuka lebih lebar.

Sekali lagi, Kyuhyun diam setelah jalan masuk ke dalam rumahnya terpampang jelas di depanya. Kembali menatap horor bangunan tua yang ia sebut rumah.

“Ya! Kyuhyun. Sampai kapan kau akan terus memandangi rumah jelek mu itu!” Seseorang berteriak di belakangnya. Wajahnya tak nampak, hanya kedua kakinya yang terlihat. Kyuhyun terkikik geli melihat temannya itu. Eunhyuk.

“Sini biar kubantu.” Kyuhyun mengambil beberapa kardus yang tadi dibawa Eunhyuk yang menutupi hampir setangah tubuhnya tadi. Barang-barang milik Kyuhyun sebenarnya. Dan seharusnya Kyuhyun lah yang membawanya bukan?

“Terimakasih kembali.” Sindir Eunhyuk. Dia tahu, dia tidak lupa kalau temannya, si namja tinggi itu tak pernah mengucapkan terimakasih, atau kata-kata sejenis itu.

“mwoya??” Tanya Kyuhyun heran sambil menyeimbangkan berat tubuhnya saat menggendong kardus-kardus miliknya.

“Terserah.” Balas Eunhyuk malas. Di jelaskan seperti apapun, tetap saja, ujung-ujungnya Kyuhyun tidak akan berterima kasih atas bantuan kecilnya tadi. Eunhyuk berjalan mendahului Kyuhyun masuk ke dalam rumah besar itu, diiringi tatapan menyeringai dari Kyuhyun.

Keduanya berjalan menyusuri jalan setapak yang dihiasi taman kecil disetiap sisinya.

“Hah….”

“Wae? kenapa menghela nafas seperti itu?”

“Haruskah aku tinggal disini? bersamanya?”

“Ini rumahmu Kyu. Dan dia hyung mu. Aku heran apa yang kau takutkan?”

Kyuhyun diam tak menjawab kata-kata Eunhyuk. Sibuk menatap daun pintu rumahnya sendiri. Ada perasaan kuat dalam dirinya yang mengatakan ia takkan betah tinggal disana. Ia sudah terlalu lama meninggalkan rumah itu dan tinggal di Jepang bersama kedua orang tuanya. Sebenarnya, hyung-nya itupun baru beberapa minggu ini kembali tinggal disana.

Sang hyung terlebih dulu kembali ke Korea dengan alasan pekerjaan baru sudah menunggu, padahal alasan sebenarnya karena ia tak mau satu pesawat dengan Kyuhyun.

Baiklah kedua kakak beradik itu bisa disebut tidak akur. Bahkan sejak kecil. Umur mereka berjarak sangat jauh. 8 tahun, mungkin karna itu mereka takkan cocok.

“Kyu!” Tepukan keras di pundaknya membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Ia hampir serangan jantung karenya. Kyuhyun mendelikkan mata pada orang yang berani menepuk pundaknya sekeras itu.

“Ya! Kau mau mati, eoh?!”

“Salahmu yang terus melamun daritadi.” Eunhyuk tercengir.

Hampir saja Kyuhyun menjitak Eunhyuk jika ia tak merasakan semilir angin lembut yang tiba-tiba ia rasakan dibalik tubuhnya. Angin yang tercium seperti bau anak kecil itu seketika membuat Kyuhyun menegang. Bulu halus di tangannya pun seolah berdiri semua. Merinding.

Pelan-pelan Kyuhyun memutar tubuhnya ke arah belakang, sambil menelan ludah. “Kau tak merasakan itu?”

“Apa?”

“Angin. Rasanya dingin sekali disini.” Kyuhyun berkata horor.

“Jangan bercanda Kyu. Aku tak merasakan apa-apa.”

Kyuhyun terdiam. Lagi. Entah sudah berapa kali ia begitu hari ini. Seluruh perhatiannya kali ini tertuju pada pohon besar di halaman rumahnya. Kenapa tadi aku tak memperhatikan pohon tua itu? Batin Kyuhyun.

Sejak kapan pohon itu ada disana?

Atau memang sudah ada disana sejak lama tapi dia tak memperhatikannya? Kyuhyun terus memandangi setiap inchi pohon besar itu. Serasa ada kekuatan magis yang memaksa dirinya untuk mendekat.

“Kenapa lama sekali kalian masuk?!” Sebuah suara berhasil menghentikan langkah kaki namja berambut ikal itu. Tapi tidak dengan pandangan matanya yang masih jatuh pada pohon beesar itu.

“A-anyeong hyung…” Eunhyuk membungkukkan badan menghadap seorang namja di depannya. Namja itu hanya membalasnya dengan anggukan. Sekilas Kyuhyun melihatnya dengan sudut mata, tak memperdulikan kedatangannya, lebih memilih mengamati pohon besar di depan halaman depan sana.

Namja itu pun sama tak peduli nya dengan sikap Kyuhyun, dan melangkah masuk kembali ke dalam setelah membuka pintu masuk lebih lebar. Mempersilahkan keduanya masuk walau secara tak langsung.

Eunhyuk yang tak mengerti dengan sikap kedua kakak beradik itu, menarik-narik lengan baju Kyuhyun mengajaknya masuk. Kyuhyun pun menghentikan kegiatan tak pentingnya itu dan beralan masuk ke rumah mendahului Eunhyuk.

“Kamar mu ada di atas. Di pojok sebelah kanan. Kamarku di pojok kiri. Diantara kamar kita ada ruang kerja Appa.” Namja yang dipanggil hyung oleh Eunhyuk tadi menjelaskan tanpa melihat wajah Kyuhyun, asyik memainkan handphone-nya. Kyuhyun mendengarkan dengan baik penjelasan hyung nya itu sambil berlalu ke arah tangga menuju kamarnya. Tanpa sepatah kata pun. Eunhyuk di belakangnya mengikuti.

“Dan ingat, jangan pernah masuk kamar ku.” Peringat hyung Kyuhyun dengan nada dingin.

FRIENDS?

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya, setelah merapikan semua barang. Namja berkulit putih itu menatap langi-langit bingung. Ia tak tahu apa lagi yang harus ia lakukan di tempat tinggalnya yang baru itu. Tanpa Appa-Eomma nya. Tanpa Eunhyuk sahabatnya. Hanya berdua dengan hyung yang bahkan tak pernah bersikap seperti hyung padanya, ya kecuali saat namja itu memerintah Kyuhyun untuk melakukan ini dan itu.

Helaan panjang keluar dari mulut Kyuhyun. Ia memejamkan mata berharap bisa tertidur. Namun gagal. Hawa dingin yang kembali muncul di kamarnya membuat Kyuhyun membuka mata paksa. Kyuhyun terbangun, duduk di sisi tampat tidur memperhatikan sekeliling kamarnya. Bertanya-tanya darimana asalnya hawa dingin itu.

Hawa dingin yang entah kenapa membuat Kyuhyun merinding lagi. Kyuhyun mengelus lengannya menghilangkan rasa dingin yang menyelimuti tubuhnya. Kyuhyun bangkit berjalan ke salah satu sisi kamar, menutup jendela kamar yang terbuka.

Mungkin darisana lah udara dingin itu masuk. Saat berusaha menggapai sisi jendela yang terbuka keluar, pandangan matanya jatuh pada pemandangan di depan kamarnya. Ia tersenyum, tak menyangka bisa melihat kebun bunga milik sang Eomma dari kamarnya.

Dan, pohon besar yang ia lihat tadi, juga ada disana terlihat dari sisi yang berbeda. Pohon berdaun lebat itu tinggi menjulang bahkan mungkin hampir setinggi rumahnya. Kyuhyun kembali terpana pada pohon yang selalu menarik perhatiannya. Meskipun sebenarnya tak ada yang menarik dari pohon itu. Ya, itu hanyalah sebuah pohon tua biasa.

Kyuhyun memfokuskan penglihatannya ketika sesosok bayangan muncul dari balik pohon itu. Seorang namja yang sangat di kenalnya berjalan memutati pohon itu lalu tiba-tiba berhenti dan mendudukkan tubuhnya di rerumputan di sekitar pohon itu. Ia menyandarkan tubuhnya dan menengadahkan kepalanya melihat langit.

“Sungmin hyung? sedang apa dia?”

Dari jauh Kyuhyun memperhatikan Sungmin seperti sedang menggengam sesuatu di tangannya kemudian bangkit, sedikit bergeser dari tempatnya duduk tadi. Namja berpipi chubby itu menggali lubang di depan pohon dan menguburkan benda kecil yang di pegangnya disana.

Lama Sungmin bediri di depan lubang kecil yang sudah ia timbun lagi dengan tanah, menginjak-nginjakkan kaki nya disana meratakan permukaan tanah itu. Setelah dirasa puas dengan apa yang dilakukaknnya, namja itu pergi.

Kyuhyun tersenyum kecil mengetahui tingkah aneh hyungnya itu. Ia berpikir sejenak, memikirkan hal aneh yang dilakuan hyung nya. Ada sedikit penasaran dengan benda yang ia kubukan tadi. Apa itu?

“Aish…untuk apa aku memikirkan dia dan hidupnya yang tidak jelas itu.” Kyuhyun mengacak-ngacak rambutnya bingung. Ia menghempaskan kembali tubuh lelahnya dan dalam sekejap saja ia sudah tertidur.

CHINGU?

Hyung…tolong aku.

aku mohon hyung…

Sungmin meremas keras kain sprei tempat tidurnya. Keringat dingin bercucuran di sekitar pelipis dan lehernya. Panas. Itu yang ia rasakan. Seperti berada di tengah bara api yang membakarnya. Satu tangan Sungmin bergerak keatas, tak tentu, nafasnya tersenggal. Kali ini mimpinya pasti jauh lebih meyeramkan dari mimpi-mimpi sebelumnya.

Walau matanya terpejam. Walau dalam keadaan setengah tak sadar Sungmin merasa apa yang ada di depannya adalah hal yang nyata.

Mimpi yang selalu sama.

Dua orang anak kecil saling berkejaran di ruang gelap. Ruangan berdebu yang sangat dikenalnya.

Kedua anak kecil itu berlarian mengitari tubuh Sungmin, tak mempedulikan Sungmin yang mengamati mereka. Sungmin menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum melihat pemandangan itu. Pemandangan yang lama tak ia lihat. Dua anak kecil berumur sekitar 7 dan 8 tahun itu mengingatkan Sungmin pada masa kecilnya.

Tapi tiba-tiba seorang anak kecil lain dengan wajah pucat datang dihadapan Sungmin dan dua anak kecil yang lainnya. Anak kecil berwajah pucat itu terseyum, ah…lebih tepatnya menyeringai meski tak begitu terlihat.

Lalu dalam sekejam api berkobar di ruangan itu dengan tiba-tiba. Sungmin panik, sama hal nya dengan kedua anak kecil disana. Mereka berteriak, menjertir ketakutan.

Api ada dimana-mana, semakin besar melalap semua yang ada disana.

Sungmin menutup hidung karena asap tebal sudah menyelimuti ruangan gelap yang sekarang begitu terang karena cahaya api. Panas. Itu yang Sungmin rasakan. Bola matanya mencari-cari kedua anak kecil tadi di balik kabut asap.

“Hei! kalian dimana. Cepat keluar!!” Teriak Sungmin sambil terbatuk.

Dalam penglihatan yang kabur, Sungmin menangkap sosok anak kecil tadi, sedang meringkuk ketakutana. Ah…itu si kecil, anak yang kira-kira berumur 7 tahun tadi. Dimana yang satunya Pikir Sungmin. Ia masih sibuk mencari anak yang lainnya.

Sungmin berjalan mendekati anak kecil yang kini menangis tersedu itu. Satu tangannya mengibas-ngibaskan asap di sekelilingnya, seraya bertahan dari reruntuhan bangunan yang terbakar api. Suara Api yang membakar habis bangunan itu terdengar jelas di telinga Sungmin Percikan api yang mengerikan. Hal itu mempersulit Sungmin mendekati anak kecil itu.

“Hei…! Cepat keluar!!” Teriak Sungmin lagi. Ia terus memangil anak kecil itu walau tak mendapatkan respon apa-apa. Sungmin yang semakin dekat menjulurkan tangan menggapai anak itu.

“Adik kecil kemarilah…cepat keluar!!”

Anak kecil itu menoleh kepada Sungmin. Tersenyum. Namun beberapa saat kemudian, matanya basah, ia menangis. “Sungmin Hyung…kenapa meninggalkanku??” Isaknya.

“A-a-ani…. Hyung takkan meninggalkanmu…”Sungmin tersenyum meyakinkan. Kenapa melihat anak kecil itu mengis membuat nyeri di hatinya.

Ank itu tersenyum lagi, membalas uluran tangan. Tapi langkahnya terhenti, ketika bongkahan kayu dari ruangan yang terbakar itu jatuh di depannyanya, menghalangi langkah Sungmin. Kepanikan berhasil menguasai Sungmin lagi. Sekarang ia benar-benar tak bisa mengeluarkan anak kecil itu dari sana. Dari balik bara api yang menyala, Sungmin melihat anak kecil itu semakin keras menangis memanggilnya.

“Hyung…!! Selamat tinggal….”

“Andwae!! apa yang kau katakan?! Tunggu hyung akan mengeluarkanmu…!” Sungmin kembali mencari jalan membawa anak keci itu keluar. Tapi sayang, api terus membesar, membakar semua yang ada di depannya. Bahkan Sungmin kini tak bisa melihat atau mendengar lagi suara anak kecil itu.

“Andwae!”

“Tunggu…Hyung akan meyelmatkanmu….” Sungmin menyingkirkan apa yang ada didepannya, berusaha menerobos kobaran api itu. Tapi gagal. Api sudah tak terkendali lagi. Membakar semuanya. Sungmin menahan panas dan sakit di ulu hati nya. Tetesan air mata mengalir di pipinya karena tak daat mengeluarkan anak kecil tadi.

Api sudah menghancurkan semua, meratakan ruangan kecil itu dengan tanah. Namun baranya masih terus menyala.

“Andwae…!!” Sungmin berteriak sedih. Matanya lurus menatap nanar api dan asap tebal yang memisahkan dirinya dan anak kecil itu. Air mata jatuh menyusuri pipinya.

“Mianhae…Donghae-ya…Mianhae…”

“Donghae-ya!!!!”

Sungmin berteriak memangil nama anak kecil tadi, anak kecil yang diingatnya adalah Donghae. Ia menjerit kesakitan. Namja itu terduduk lemas, mata basah nya menyaksikan api menari-nari di depannya. Api yang menyeramkan.

“Dong…Donghae-ya…!!”

Panas. Tubuh Sungmin merasakan panas. Apa Api juga akan membakarnya?

Mata basah Sungmin mulai tertutup rapat tak dapat menahan sesak karena kepulan asap. Satu tangannya menjulur tanpa ia kehendaki.

“Donghae….”

.

.

.

.

.

“Donghae…” lirih Sungmin. Ia kembali menarik kain sprei di sekitarnya. Panas masih bisa ia rasakan. Keringat terus bercucuran, membasahi hampir setengah tubuh Sungmin.

Kedua matanya masih terpejam tapi bibirnya terus menggumamkan satu nama. Sungmin menggelengkan kepala keras ke kanan dan ke kiri, seokah ia tak bisa menerima sesuatu yang terjadi. Desahan nafasnya tyang tak karuan terdengar jelas. Tersenggal. “Donghae…” igaunya di dalam tidur.

Sungmin sama sekali tak bisa tenang dalam tidurnya.

“Donghae-ya!!!” Sungmin terbangun tiba-tiba sambil berteriak memanggil nama Donghae. Nafasnya memburu. Sekejap ia masih tak bisa menyadarkan diri, meyakinkan diri bahwa yang ia alami tadi hanyalah mimpi.

Mimpi yang begitu terkihat nyata baginya.

Perlahan Sungmin menyapu ruangan tempatnya berada sekarang, itu kamarnya. Ia menelan kudah berat menyadari semuanya. Tapi rasa sakit di hatinya masih terasa.

Api.

Sungmin masih melihatnya berkilat-kilat di matanya.

Bayangan anak kecil yang ia panggil Donghae tadi juga ada disanan.

Mengingat nama Donghae membuat alis Sungmin berkerut tegang. Isakan keluar dari mulutnya tanpa ia sengaja. Sungmin menangis, air mata sudah jatuh di sudut matanya.

“Donghae….mianhae…Maafkan hyung…” Sungmin menggigit bibir bawahnya menahan tangis yang justru semkain kencang. Ia menarik kedua kakinya, memeluknya, dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya. Tubuhnya berguncang hebat.

Namja itu…

Menangisi dongsaeng kesayangannya.

FRIENDS

Kyuhyun terbangun pagi itu dengan rasa kantuk yang masih terlihat jelas di wajahnya. Mata sipitnya mengerjap-ngerjap melawan kantuk seraya menyesuaikan pandangannya–silau– karena cahaya matahari yang menerobos masuk ke kamarnya. Di peluknya guling disampingnya erat, masih belum bangkit juga dari posisi tidurnya yang nyaman.

Ahh….rasanya masih ingin tidur, dan bermimpi.

Itu yang Kyuhyun pikirkan.

Eh, mimpi?

Kyuhyun tiba-tiba terduduk. Sepertinya semalam ia bermimpi mendengar jeritan dari kamar hyung-nya. Itu bukan mimpi. Senyuman evil terlukis di wajah tampan Kyuhyun, dia merasa geli karena mendapati hyung nya yang sering memarahi nya itu mengalami mimpi buruk.

“Dia pasti memimpikan hal yang menyeramkan. Rasakan…!” Ejek Kyuhyun yang ia tujukan untuk Sungmin. Meskipun hyung nya tak bisa mendengarnya. “Bahkan sampai berteriak-teriak aneh…”

“Tapi dia bermimipi tentang apa?” Namja itu ternyata penasaran juga. Kyuhyun memang namja yang selalu ingin tahu, ya..meskipun dia tidak mau ikut campur masalah orang lain, walaupun itu hyung nya. Kyuhyun mengangkat bahu tanda tak mengerti seraya menarik handuk, memilih membersihkan diri daripada mengurusi Sungmin.

—————-

“ini makan sandwich mu…” Sungmin mendorong piring kecil diatas meja kepada Kyuhyun. Piring kecil berisi sarapan yang ia siapkan untuk dongsaeng terkecilnya itu.

“aku tidak suka sandwich buatan mu hyung…” Kyuhyun mendorong lagi piring kecil itu jauh dari hadapannya.

“Terserah…” Balas Sungmin, ia sedang menikmati sarapan buatan nya sendiri tanpa memperhatikan wajah kesal Kyuhyun. Dia tahu, namja itu, dongsaengnya itu amat lah manja, dia hanya mau memakan sarapan buatan sang eomma. Yang lain mana dia mau.

Kalau mau makan, masakan eomma, pergi saja ke Jepang! batin Sungmin melahap habis sandwich nya dalam satu gigitan. Kyuhyun memandanginya kesal dan hanya bisa menenguk habis susu yang juga adalah buatan Sungmin.

Sungmin yang sudah menyelesaikan sarapannya, mendorong kursi berniat pergi dari ruangan makan itu. Ia membereskan piring-piring kotor di atas meja. Sesekali ia melirik ke arah Kyuhyun yang sedang bermanyun ria, tapi kemudian menengadahkan tangannya di depan dirinya.

“Mana kunci rumah ini?” Tanya Kyuhyun.

“Untuk apa? Kunci rumah ini hanya ada satu…hanya ada padaku. Setiap hari kita akan keluar dari rumah ini dalam waktu yang bersamaan, begitu juga saat pulang… dengan begitu, aku bisa tahu kapan kau pulang telat.” Jelas Sungmin panjang lebar.

“Itu tidak adil…!” Protes Kyuhyun, bayangan harus setiap kali pulang dan pergi bersamaan dengan Sungmin menyeruak di dalam pikirannya.

“Jika kau pulang telat…akan kubiarkan tidur diluar rumah!” Peringat Sungmin lagi lalu semenit kemudian menghilang dibalik pintu ruang makan. Kyuhyun yang ingin sekali lagi memprotes peraturan yang Sungmin tak bisa berbuat apa-apa. Dengan kesal ia memakan sandwich milik nya tadi.

“Menyebalkan!” Gerutunya.

————-

“Anyeong hyung…” Kyuhyun tersenyum memaksa. Ini aneh. Harus menyapa seseorang yang hanya bisa ia lihat di sebuah foto yang terpajang di ruang tengah rumahnya.

Rumah bergaya eropa classic itu terasa hangat di siang hari, karena banyak nya jendela yang mengelilingi rumah itu, membiarkan sinar matahari menerobos memalui celahnya.

Kyuhyun tak habis pikir, kenapa appa dan eomma nya meninggalkan rumah ini begitu lama. Apa karena dia?

Namja bermabut ikal kecoklatan itu memfokuskan pandangannya pada sosok anak kecil di dalam foto itu. Seorang anak laki-laki dengan senyum manisnya yang polos. Anak laki-laki yang seharusnya Kyuhyun panggil dengan sebutan hyung.

“Donghae hyung….” Kyuhyun tersenyum lagi. “Aku bahkan tak sempat mengenal mu hyung…”

Kyuhyun menghela nafas berat. Hampa. Itu yang ia rasakan. Ia sama sekali tak bisa merasakan apa-apa saat menatap sososk Donghae di foto itu. Donghae kecil yang bisa membuat eomma nya menangis tersedu hanya dengan melihat foto nya. Donghae kceil yang bisa memaksa Sungmin memasang raut sedih, padahal dia tak pernah terlihat seperti itu.

Kyuhyun kembali menghela nafas, untuk yang kesekian kali nya. Dia bahkan tak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan Donghae. Itu yang ia pikirkan.

Kyuhyun memutar tubuh dan kepalanya, menyapu bersih setiap jengkal rumah nya itu dengan matanya. Tak ada yang menarik disana. Sebagian perabotan rumah pun masih tertutupi kain putih. Dia atau pun Sungmin merasa enggan untuk merapikan seisi rumah kalau bukan baramg milik nya.

Sepi. Dan kosong. Itu yang Kyuhyun rasakan.

Kyuhyun berdiri mematung menatap keluar melalui jendela rumah, yang memaparkan pemandangan di luar rumah. Pohon besar itu, bahkan terlihat dari tempat Kyuhyun berdiri. Kali ini ia tak berniat mendekati pohon itu, namun untuk menarik diri, menghentikan kegiatannya memandangi pohon itu ia tak mampu.

Entah dari mana, semilir angin kembali muncul menggelitik tengkuk Kyuhyun, menerbangkan anak rambut di sekeliling tengkuk dan telinga Kyuhyun perlahan. Angin yang lagi-lagi terasa sangat dingin, membuat Kyuhyun bergidik.

Kyuhyun mengatur nafasnya yang entah sejak kapan jadi tak beraturan. Kedua mata Kyuhyun melebar, menatap horor sekeliling rumahnya. Entah kenapa rasanya aneh sekali berjalan menaiki tangga menuju lantai atas, atau melewati lorong penghubung kamarnya dan kamar Sungmin. Ada sesuatu kejanggalan yang Kyuhyun dapatkan dari seisi rumah itu.

Tapi apa?

Tanpa Kyuhyun sadari, kaki-kaki nya melangkah mendekati kamar Sungmin. Kamar terlarang milik hyung nya. Dengan penasaran dan juga rasa takut, Kyuhyun menempelkan telinganya di daun pintu.

Ada sesuatu di dalam sana. Ada suara-suara aneh yang muncul.

Kyuhyun membalakkan mata lebar saat mendengar dengan jelas suara-suara itu. Kyuhyun menelan ludah kelu.

Suara itu….

Seperti…

TBC

Anyeong…..lama gak ketemu. Hyora balik lagi…!!#apacoba?kk~

Aduh…lama gak nulis, sekali nya nulis lagi aku berasa kaku semua… ini salah satu ff gaje yang sempet aku terlintas selagi mikirin lanjutan FF yang lain? gimana? Gaje kah? kalo iya…maunya gak aku lanjutin…. bingung sih, punya cerita misteri tapi gak bisa buatnya.#payah.

Yang sempet baca…coment ya, awas kalo gak..kena kutuk loh entar…hehe~

41 thoughts on “Chingu

  1. kyaaaaah eonni do you back again…. lama banget nunggu eon setelah namatin LIS… kkk~ hwaahhhhhh ini chapter petamnya kerena banget eon..Aii kepo eon, keaknya cerita ini susah untuk di tebak ne?? trus nae eomma Kim ryeowook belum muncul ne? hoooh, arrata,,,
    tetap di next ne eon? I’ll be waiting for you…. #TebarBunga

  2. Annyeong.. I’m new here.. boleh gabung kan? Aku baru nemuin blog ini beberapa minggu yang lalu dan aku langsung jatuh cinta sama seeeeeeemua ff dan authornya kkk~ Semuanya ffnya DAEBAK!! Tapi udah lama gak update ya.. Dan sekarang authornya sudah kembali.. Bawa ff baru lagi.. Aku senang banget.. kkk~ aku benar” pencinta berat ff di sini sejak menemukan blog ini. Hampir tiap hari aku ngunjungin blog ini ngarap IMD dan DD udah dilanjut,, ternyata belum.. Dan rupanya aku teledor satu hari,, aku baru tau udah ada ff baru hari ini.. kkk~😀

    IMD sama DD nya kapan dilanjutin thor? Aku nugguin bgt.. Ku harap cepat diupdate yah.. hehe maph baru gabung udah minta-minta kkk~
    Btw klo bleh tw authornya line brpa ya? Ak line 97. Ak hrus manggil author gimana nih? hehe salam kenal ya~🙂

    1. anyeong juga…kk~ gomawo srg mampir ksnin, aplgi kmrn smpt hiatus,=p

      panggil unnie ja ne, aq line 89,…

      nanti psti lnjut kok IMD ma DD ny dtguuin ja…mian bt nunggu lama, =)

  3. ku reader baru,bingung mau komen apa??? ku kira yg mati krna kbkaran itu Ryeowookie,eh ternyata si Hae.Author,fighting.fff yg lain d’lanjutin ya thor.😀

  4. Mianhae… Eonni… Qw tlat dtang ne…

    Seneng dech eonni dah update lagiee…..😀

    Ni ff-nya genrenya mystery ne eonnie ??… Qw tertarik ma ff ini eonnie…

    Trus wookie na mana ? kuq bloen muncul… !!!

    Ditunggu ne eonni, next chapt-nya :::

    eonni, hwaiting😀

    1 lagi ff eonni yg lain kpan lanjut???

    1. haha….gpp saengie, yg pntg smptin bca…
      huum, ne kekny mau dbuat mystery tp gtw bs ga ya?kk..
      wookie msh aq sekap dkmr,hehe…

      ff yg lain bru stu yg lnjut, tuh daydream,^^

  5. aaa~ Ciri khas Umma deh yah klo bikin ff suka bawa-bawa mimpi serem. kkk~ *jadi keinget DayDream* #plak
    ciyus…ini masih banyak teka-teki sih menurutku *garuk-garuk kepala*
    ah…tapi Wook-nya belum nampak disini.. tak cari-cari kok belum nongol. yaudah…next ya Umma~~^^
    DayDream kudu dilanjut juga~~^^

    1. hehehe…emg susah sih ngilangin ciri khas gt pril, sma sprti suka suju tp g suka wook, rasany aneh,kk

      aq jg aneh lho, bs bt ff yg wook ny blm mncul, tp tng,,,ntr dia bkl nongol,kk… eh DD dh update loh…

  6. Annyeong Eonni …. New reader nih😀
    aku 97 line :’)
    bingung awalnya,tpi keren koq FF nya.
    Genrenya kyaknya co2k kalau crime ato mistery gt deh Eon😀.
    Oh iya Eonni kan sering yaoi kan gmana kalo Gs ?
    Hahaha ma’af Eon,
    it aja deh Eon. Salken ya …
    Fighting buat nulis FF lainnya :’)

  7. Annyeong q reader br eemmm crta’a pnuh mstis nd seruu…kpn ryeong oppa mncul..
    Hhhheeeee
    Jgn lp lnjut ne chap brkt’a..
    Gomawo…nd slm knl jg ne…

    Semangat Chingu… 🙂

  8. annyeong.brrhbung sya line 95 Sya panggil author oennie aj yah.

    sya bru nemuin blog ini. dan sya sangaat suka smua ff author.

    fighting bwt lanjutin ya oen. gomawo😀

  9. Ff misteri ya Eon? Sukaaa ^^ full of mystery
    Suara apa sih yg didenger kyu di kamar ming? Penasaran kronis dan kepo akut deh Eon😀

  10. Annyoeng haseo eonni perkenalkan aku reader baru mu Zulfa imnida *bow* aku suka banget sama ff LIS eonni🙂 maaf juga aku baru koment di sini *deep bow* oh iya apakah ff ini gak berlanjut eon? Eon aku blh minta PW daydream? Gomawo🙂

  11. Anyeonghaseo chingu,aku reader bru,line 97
    huwa horor….pa angn tu donghae? Trs ap yg ddngr kyuhyun, ah bkin pnsran…lnjut ne chingu.
    Keep writing and fighting

  12. kyaaa..ada suara apaaa #histeris huft,knp TBC d waktu menegangkn..
    crt’a bergenre horor seru bgt.
    btw,knp perlakuan umin dgn kyu beda bgt pd donghae pd hal kyu n donghae sm2 adik’a..?
    ada apa sbnr’a?
    d tunggu update’a segera ya..fighting

  13. Annyeong reader baru ..
    Saya line 95, jadi saya manggil nya eonni ya?
    Kkkk~

    Ryeowookie nya belum hadir ya?
    FF nya masih banyak tanda tanya nya

    ditunggu lanjutan chapter berikut nya
    Eonni Fighting!!

  14. ank kcil yg min liat di mmpinya..kyu sma donghae kah??
    ini kyak.a bkal serem deh ya(?)
    aahhhhh..penasraannn. ..
    ryeowook.nya kpn mncul? *plaakkk

    laaaNnjuutt
    fighting🙂

  15. Waah, ni ff baru. Ni horor tw mysteri???
    Wookie kok blum da muncul?? Kirain yg mati tu wookie, rupa nya haeppa. .
    Lanjutin y eonn. . .
    Oh ya, aq mnta pw DD 6 n 7 donk eon. Makasih. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s