At Least I Still Have You

page

Title:  At Least I Have You

Author :Lee hyora

Pairing: Kyuwook

Cast : Ryeowook, Kyuhyun, and another cast

Rated: T

Genre: Friendship, Romance, angst

Summary: Akan selalu ada satu hal yang tersembunyi, sekalipun ia ada di depan kita. Hanya biarkan waktu yang membuka semuanya.

Warning: Yaoi fanfiction. Typo. If you don’t like, don’t read.

 

_VN_

I lost my mind, the moment I saw you
Except you, everything get in slow motion
Tell me, if this is love

Sharing and learning countless emotions everyday with you
Fighting, crying and hugging
Tell me, if this is love *)

_VN_

Mungkin…

Memang benar.

Ada kala nya kita berhenti sebelum melanjutkan perjalanan kita.

Melihat ke belakang, hanya untuk mengenang semua yang kita lewati. Mengingat semua memori.

Dan menyimpan kembali kenangan-kenangan itu….

Dan sama seperti waktu itu, aku kembali duduk di gudang kecil ini. Gudang berdebu, gelap, hanya ada sedikit berkas cahaya masuk ke dalamnya—lebih tepatnya memaksa masuk— melalui celah-celah yang ada.

Aku tersenyum.

Tempat ini masih sama, penuh dengan barang-barang bekas permainan saat kita kecil. Aku melihatnya, disana, di pojok itu, sebuah tenda kecil tempat biasa kau tertidur selagi kita menginap di rumah kita masing-masing.

Sarang laba-laba pun masih ada disana. Bahkan mungkin bertambah lebih banyak. Aku terkikik setiap kali mengingat kejadian itu. Ahh… sarang laba-laba yang tak ingin kau singkirkan, karena merasa kasihan jika bintang kecil itu kehilangan rumahnya.

Kau benar-benar….

Menggelikan!

Sungguh, kau benar-benar lucu bisa memikirkan hal sejauh itu.

Lagi, aku  mendesah pelan. Terkadang ada sedikit rasa sakit jika mengingat semua hal yang kita lakukan, kini hanya sebuah kenangan. Yang tak mungkin terulang.

Mata ku menyapu bersih setiap inchi tempat itu, mengenang tempat ini. Semua masih sama. Lemari kayu besar yang menjulang hampir setengah tinggi ruangan ini dengan buku-buku tua yang berjejalan di antara rak-rak nya. Pandangaku jatuh pada sebuah album penuh debu menutupi cover nya. Aku yakin, itu adalah album kecil kita.

Tanganku terjulur mengambil album lama itu dari tempatnya, dan membuka setiap lembarannya. Seketika album itu bercahaya dengan sinar yang meyilaukanku, apa ini sihir?

Tidak.

Hal non sense seperti itu mana ada…haha.

Wajah mu lah yang bersinar disana. Setiap gambar dirimu di masa lampau seolah bersinar terang, membawaku kembali ke masa itu. Kau masih sama seperti yang dulu.

Manis. Selalu.

Dan aku ingin menyimpan ingatan tentang mu di memori ku lagi. Meskipun aku tahu, nanti aku akan melupakannya…..

…..Present time 2012….

_VN_

Just looking you by my side, i feel safe.

my beloved best friend…..

Merasakan hembusan angin menerpa wajah seperti ini, benar-benar menyenangkan. Seakan angin siap menjadi sepasang sayap. Mengajak mu terbang. Kaki-kaki kecil itu berlarian menerjang arah angin. Menembusnya. Berlarian di padang ilalang yang mungkin hampir setinggi dirinya. Tanah luas tanpa batas pandang dimatanya.

Jemari kurusnya menarik ulur benang ditangannya. Benang sebuah layang-layang yang menari bebas di atas kepalanya. Jauh diatas sana. Namja kecil itu tak sendiri, ia membagi hari bahagianya bersama teman-teman sebayanya.

Namja kecil yang sering memunculkan satu lesung pipi di pipi kanannya itu terus tertawa riang bersama yang lain. Menarik ulur layang-layang di tangannya seolah itu hal paling menyenangkan yang pernah ia lakukan. Ia tak berhenti terseyum atau bahkan terdiam sejenak menatap ke arah belakang.

Tak jauh dari tempatnya, sahabat nya pun berada di tempat yang sama dengannya. Duduk di kursi kayunya sambil memainkan sesuatu di tangannya. Tanpa memandang yang lain.

Tapi. Namja kecil itu tahu jika sahabatnya itu sering mencuri pandang ke arahnya.

“Ryeowook-ah…” Namja kecil itu menoleh seketika saat teman di sampingnya memanggil namanya. Ryeowook mendapati tangan kecil temannya menunjuk ke arah seseorang. “Lihat itu, dia melihatmu lagi.” Lanjutnya.

Ryeowook mengikuti arah pandang sang teman, ingin mengetahui siapa yang dia maksud. Detik itu juga Ryeowook merasa kedua sudut bibirnya terangkat ketika menemukan Kyuhyun—sahabatnya— menatapnya tanpa tersenyum. Ryeowook tahu. Kyuhyun pasti sedang marah.

“Dasar anak manja….” Ryeowook menggelengkan kepala sambil setengah berlari mendekati Kyuhyun. Namja berpipi sedikit chubby yang menyandang predicat sebagai sahabat Ryeowook itu menyembunyikan senyum mengetahui Ryeowook mendatanginya. Berpura-pura memasang wajah kesal.

“Kyuhyun-ah..ayo bermain…..” Ryeowook mengulurkan tangan mengajaknya bergabung bersama yang lain. Tapi dengan hanya gerak tubuhnya, Kyuhyun menolak. Ia memalingkan wajah ke arah lain, menatap kosong padang ilalang di depannya.

“Aku sibuk!” Ucapnya. Ia melihat Ryeowook kecil sepintas namun langsung memfokuskan kedua mata menatap sebuah gameboy di tangannya.

Itukah yang dia sebut dengan sibuk? Bermain gameboy?

Ryeowook menarik nafas pelan dan menghembuskannya. Susah sekali berbuat baik pada anak ini saat dia kesal, pikir Ryeowook.

“Geurae-yo? aku akan kembali kesana…” Dengan cepat Ryeowook membalikkan badan, hendak kembali ke teman-teman nya. Tapi belum ada beberapa langkah ia pergi, Kyuhyun mencegatnya.

“Diam disitu!”

“Waeyoo?” Ryeowook memutar tubuhnya lagi menghadap Kyuhyun lagi. Sedikit merengek. Ingin rasanya protes dengan perintah Kyuhyun tadi.

Sedang Kyuhyun dengan santainya menaikkan sedikit dagunya. Bersikap congkak di depan orang yang ia sebut sahabat itu. “Aku mengajakmu kesini bukan untuk bermain dengan mereka! tapi menemaiku disini!”

Hmm… lagi, namja kecil itu menuruti perintah Kyuhyun. Bagaimana bisa ia menolaknya?

Kaki kecilnya berjalan lemas ke arah Kyuhyun, berdiri di samping sahabatnya itu. Sekilas dengan ujung matanya Ryeowook menangkap senyum menang Kyuhyun tergambar jelas di wajahnya. Ryeowook mengerutkan kening, geli dengan sikap sahabat nya itu.

Tapi bukankah Kyuhyun memang begitu?

Selalu menang. Selalu bisa mendapatkan yang ia mau. Terlebih lagi memenangkan hati Ryeowook.

Baginya Ryeowook—namja manis itu— adalah miliknya. Satu-satunya teman baik seorang Cho Kyuhyun di dunia ini. His only Bestfriend!

…..Kyuhyun and Ryeowook 7th Grade in middle school*….

_VN_

Tell me….if it’s a love.

Cause, It’s hurting….

Tuan muda….mobilnya suda siap.” Seorang pria paruh baya membawa kembali seorang namja tampan bak pangeran yang dipanggilnya tuan muda ke dunia nyata. Namja itu menerucutkan bibirnya. Merasa kesenangannya terganggu. Tanpa sepatah katapun ia berjalan menuju mobil mewah dengan supir yang siap mengantarnya kemana saja.

“Kim Ahjussi…dimana Ryeowook?” Tanya namja itu ketika sudah berada di dalam mobil mewahnya. Ia menatap sebentar Kim Ahjussi yang duduk dibelakang kemudi, lalu kembali melihat ke arah luar. Mencari seseorang.

“Ryeowookkie? Dia mungkin tidak akan ikut kita pagi ini tuan muda… dia pergi menggunakan sepedanya.” Jawab pria itu ramah.

Namja itu menggerutu. Lagi. Sahabatnya itu lebih memilih pergi ke sekolah dengan sepeda tua nya itu. Dengan teman-temannya yang lain.

Mengesalkan.

Urat di keningnya berdenyut keras menahan marah. “Aku tidak mau berangkat. Kita tunggu dia…”

“Tapi tuan muda…” Kim Ajhussi berusaha membantah. Ia takut mereka akan terlambat sampai ke sekolah tuan muda nya itu

“Ahjussi…bisakah kau hanya memanggilku Kyuhyunnie, seperti kau memanggil Ryeowook?” Kyuhyun—tuan muda itu—mendengus kesal. Panggilan itu benar-benar menganggu telinganya. Kyuhyun menatap kesal pria paruh baya di depannya melalui kaca spion di mobil itu.

Melihat wajah cemberut Kyuhyun, Kim Ahjussi tersenyum dan mengangguk—menuruti permintaan tuan kecil nya tersebut. Pria paruh baya itu melihat ke arah luar, melalui spion yang terdapat di sisi kiri mobil itu, terlihat jelas refleksi seseorang mendekati mereka.

Itu lah namja yang Kyuhyun tunggu. Putra kesayangan Kim Ahsjussi. Yang tak lain adalah sahabat Kyuhyun.

Kyuhyun yang juga melihat seorang namja mengayuhkan sepedanya ke arah mobil yang sedang ia tumpangi, menurunkan kaca jendelea mobil sport berwarna hitam klasik itu. Namja dengan tulang pipi tinggi itu menghentikan sepedanya tepat di depan pintu belakang mobil Kyuhyun.

“Ya! Kim Ryeowook! sudah berapa kali aku bilang! jangan naik sepeda itu!” Kyuhyun tak kuasa menahan diri untuk tidak membentak sahabatnya itu. Tak peduli pada Ryeowook yang tengah mengatur nafas karena lelah di sampingnya.

Ryeowook tak langsung membalas kata-kata Kyuhyun dan masih sibuk mengatur nafasnya. Ryeowook melirik Kyuhyun disampinganya lalu tertawa keras mengatahui kedua alis Kyuhyun mulai menyatu lagi karena marah. Dia—Kyuhyun—paling tidak suka jika tidak dihiraukan.

“Ya! jangan tertawa!”

“haha…Mianhae Kyuhyun-ah… aku harus ke rumah temanku dulu. Dia….”

Belum sempat Ryeowook menyelesaikan kata-kata nya, Kyuhyun keluar dari mobil  dan mendorong Ryeowook menjauh dari sepedanya. “Apa temanmu itu lebih penting dari pada aku?”

Kyuhyun menatap Ryeowook horor. Ryeowook terkejut dengan ucapan Kyuhyun menatap namja itu balik—dengan tatapan tak percaya. Ryeowook mendesah pelan.

Selalu saja seperti ini.

Sepertinya Kyuhyun tak pernah membiarkan satu pagi terlewati dengan tenang bagi Ryeowook. Ryeowook mengangkat kepala menatap Kyuhyun tepat di mata sahabatnya itu.”Aku hanya ingin menambil bukuku. Itu saja.” Ungkap Ryeowook datar.

Kyuhyun yang di tatap seperti itu menelan ludah berat. Dari nada bicara Ryeowook itu, Kyuhyun sadar, Ryeowook terganggu dengan tingkahnya. Tapi….

“Aku ikut, akan lebih cepat kalau kita naik mobil ke rumah temanmu itu.” Usul Kyuhyun. Masih tak mau membiarkan Ryeowook pergi sendiri.

“Arah sekolah dan rumah nya berlawanan Kyu….” Jelas Ryeowook tak mengalihkan pandangan dari Kyuhyun. Mencoba membuat Kyuhyun mengerti. “Kau akan terlambat nanti.”

“Lebih baik, kau berangkat dulu dengan appa, ne?” Pinta Ryeowook. Tangan kecilnya mendorong pelan Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobil. Tapi Kyuhyun menolak. Bertahan dengan keras kepalanya itu.

“Shireo…” Kyuhyun menghempaskan tangan Ryeowook di bahunya. Dia tahu, mungkin sudah kelewatan bersikap manja pada Ryeowook. Kyuhyun menarik sepeda tua milik Ryeowook dari si empunya, dan menaikinya.

“Kalau kau tidak mau ikut dengan ku naik mobil, aku saja yang ikut denganmu…” Kyuhyun berniat menjalankan sepeda itu beberapa centi kedepan, namun gagal.

“Ya! Cho Kyuhyun!” Ryeowook memekik memanggil nama Kyuhyun. Matanya terbuka lebar melihat Kyuhyun yang melajukan sepedanya ke depan tidak bisa mengendalikan sepeda hingga akhirnya oleng dan jatuh ke tanah. Sebentar kemudian Ryeowook tertawa terpingkal melihat raut kesakitan Kyuhyun.

“Aww…appo! issh…sepeda bodoh!” Kyuhyun menggerutu sambil memukul stang sepeda Ryeowook. Ryeowook menatap Kyuhyun iba, tanpa berhenti tertawa. Ia sibuk memegangi perutnya. Sedangkan Kim ahjussi—appa Ryeowook—segera keluar dari mobil memastikan tuan muda nya itu tidak apa-apa.

Kim ahjussi menggelengkan kepala menyaksikan setiap adegan yang Kyuhyun dan Ryeowook ciptakan. Pria tua itu tahu bagaimana merepotkannya mengurusi Kyuhyun. Dan dia tahu, Ryeowook merasakan itu, tapi terkadang tingkah mereka seperti penghiburan sendiri untuknya. Lelaki tua itu tersenyum.

“Babo! kau lupa, kau sama sekali tidak bisa naik sepeda!hahaha…” Ucap Ryeowook masih geli melihat Kyuhyun. Kyuhyun memanyunkan lagi bibirnya. Tidak terima jika musibah yang ia alami dijadikan bahan tertawaan oleh Ryeowook.

“Geumanhae! kau puas melihatku menderita…?”

“Ck…jangan berlebihan!” Cibir Ryeowook.

“Kau harus ikut denganku. Aku tidak peduli. Jika tidak, aku akan mengahancurkan sepedamu ini.” Kyuhyun yang masih terduduk di tanah menendang-nendang sepeda tua Ryeowook.

“Ya! Apa yang kau lakukan!” Ryeowook membelalakkan mata melihat aksi Kyuhyun. Dengan cepat menarik dan sepeda itu ke sampingnya.

Kyuhyun semakin memicingkan mata. Ryeowook bahkan lebih memilih menyelamatkan sepedanya daripada membantunya berdiri. “Tindakan mu ini bisa ku anggap menentangku Ryeowook-ah. Kau akan kulaporkan kepada Appa ku kalau kau membantah perintahku!”

Kyuhyun menakut-nakuti Ryeowook. Smirk evil andalannya terlukis di wajahnya.

Pletak.

“Aww…! appooo! Ya! neo! berani sekali kau memukul ku…!” Kyuhyun murka. Sangat. Karena satu jitakan melayang dan mendarat mulus di kepalanya. Jitakan yang datanganya dari Ryeowook yang berdiri disampingnya. Kim ahjussi yang berdiri tak jauh darisana, yang sejak tadi melihat pertengkaran itu kaget melihat Ryeowook. Matanya terbelalak kaget dan seketika itu menghadiahi tatapan tajam pada putranya itu.

Ryeowook tak menghiraukan.

“Coba saja kalau kau berani.” Ryeowook mengancam balik Kyuhyun. Smirk jahilnya tersungging keatas. “Aku akan melaporkan mu kepadanya, kalau pagi ini lagi-lagi kau berulah…”

Mendengar ucapan Ryeowook yang terdengar meyakinkan. Kyuhyun pucat. Bisa dibilang dia takut jika Ryeowook benar melakukan itu. Meskipun Kyuhyun adalah anak tunggal dari Tuan Cho—seorang pelukis terkenal di Korea—kedudukan Kyuhyun dimata Appa nya adalah sama dengan Ryeowook. Pria yang dia panggil appa itu sangat meyanyangi Ryeowook.

Ryeowook yang memang lahir beberapa bulan lebih dulu dibandingkan Kyuhyun, sudah merebut hati Tuan Cho. Dia sangat menyayangi Ryeowook sama seperti sayangnya kepada Kyuhyun. Itu adalah salah satu bentuk terimakasihnya karena keluarga Kim begitu loyal pada keluarganya.

Ketika Kyuhyun lahir, kebanggannya bertambah satu. Istri tercinta nya melahirkan putra yang sangat tampan. Penerusnya. Tapi itu tak semata menghindarkan silau yang dipancarkan Ryeowook kecil. Dia menganggap Ryeowook adalah putra tertuanya. Walau pada kenyataannya tidak seperti itu.

Kyuhyun senang karena Appa nya sangat menyayangi sahabatnya yang terlahir dari orang biasa. Bukan seperti mereka yang sejak lahir memang masuk dalam orang-orang dengan level dan status high class. Ada satu yang entah kenapa mengganggu Kyuhyun. Dia suka-suka saja jika Ryeowook menjadi bagian keluarganya.

Tapi bukan sebagai hyung nya.

Entahlah.

Kyuhyun tidak suka jika harus bersaudara dengan Ryeowook. Dia terang-terangan menentang keinginan sang appa yang ingin mengangkat Ryeowook sebagai anaknya. Tentu saja sang appa sempat marah, tapi Kyuhyun berkilah itu hanya karena ia tak ingin membagi appa dan eomma nya terlebih jauh.

Trik manja nya berhasil ia gunakan.

Satu lagi alasan yang masuk akal yang Kyuhyun lontarkan adalah karena takut akan menyinggung perasaan keluarga Kim. Bagaimanapun, Ryeowook adalah anak mereka satu-satunya.

Tuan Cho memikirkan semua, akhirnya menyetujui Kyuhyun. Sampai sekarang Kyuhyun juga tidak tahu kenpa dia melakukan itu. Hanya saja rasanya akan aneh jika Ryeowook berubah menjadi hyung nya.

Itu merepotkan. Pasti.

Lihat saja. Tanpa menyandang predicat sebagai hyung dari Kyuhyun, Ryeowook terkadang bisa berbuat di luar batas padanya. Ryeowook memang bercanda, dia tahu itu, tapi tetap saja menjengkelkan.

Kyuhyun yang awalnya berwajah kesal, secepat mungkin merubah mimik wajanya se-mengenaskan mungkin. Memohon pada Ryeowook agar sahabatnya itu tak melaporkan tingkah nakalnya pagi itu.

“Andwae! jebal Wookkie jangan laporkan pada appa!” Kyuhyun melebarkan mata, memasang ekpresi lucu guna menarik ucapan Ryeowook tadi. Jika dalam keadaan nekat, Ryeowook bisa saja berbuat itu— melaporkan semua tingkah lakunya.

Ryeowook memandang jatuh ke bawah pada Kyuhyun yang terduduk di depannya. Ryeowook tak setega itu pada Kyuhyun. Karena jika ia sampai melakukan itu, entah hukuman apa yang akan diterima sahabat manja di depannya sekarang. Ia tersenyum melihat puppy eyes yang ditunjukkan Kyuhyun.

Ryeowook diam menggaruk keningnya. Heran bagaimana sahabatnya— yang sering bersikap sok seolah dia adalah pangeran—bisa beraegyo?

“Aku hanya ingin pergi bersama mu Ryeowook-ah…” Kyuhyun memohon.

Haah….kali ini Ryeowook tak bisa lagi membantah Kyuhyun. Menurutnya, surga pun akan runtuh jika Kyuhyun tak mendapatkan apa yang dia mau. Lagi. Helaan berat berhembus dari bibir mungil Ryeowook.

Dan…seperti inilah akhirnya semua terjadi.

Ryeowook kecil sekuat tenaga mengayuh sepeda di samping mobil Kyuhyun yang juga sedang melaju dengan kecepatan sedang. Sesekali ia mengayuh sepeda lebih keras untuk menyamakan posisinya di samping mobil Kyuhyun. Ryeowook kecil mengatur nafas dan kekuatan yang ia punya. Saat ia sudah berada di samping mobil hitam yang membawa Kyuhyun di dalamnya, tangan kecil Ryeowook berusaha menggapai pintu mobil Kyuhyun dengan kacanya yang terbuka. Di samping pintu mobil itu, Kyuhyun duduk di dalamnya sambil terus memperhatikan Ryeowook yang tengah terengah.

Jantung Kyuhyun berdesir kuat, wajahnya menggambarkan kecemasan akan keselamatan teman kecilnya itu. Ia tak suka melihat aksi Ryeowook.

Tapi mau bagaimana lagi, Ryeowook menolak duduk di dalam mobilnya, dan memilih berangkat ke sekolah dengan sepeda tuanya. Sepeda tua yang sangat di yakini Kyuhyun tak layak pakai, dan takkan bisa mengimbangi kecepatan mobilnya walau Kim Ahjussi melajukannya pelan.

Terbukti beberapa kali Ryeowook tertinggal di belakang mereka, meskipun Ryeowook bisa mengejarnya lagi dengan sekuat sisa tenaganya. Itu benar-benar membuat Kyuhyun ketakutan.

Tapi jika ada orang yang bisa menandingi keras kepala Kyuhyun, maka orang itu tak lain adalah Ryeowook.

Kyuhyun tetap dengan setia melihat Ryeowook di sampingnya dengan sesekali memperhatikan jalan di depan, takut jika ada yang sesuatu membahayakan Ryeowook.

Sedangkan Ryeowook…

Dia.

Aish….!

Namja itu memasang wajah cerianya, raut yang sesungguhnya Kyuhyun suka, tapi tidak untuk saat ini. Bagaimana bisa Ryeowook tersenyum diantara nafasnya yang tersengal. Ia melempar senyum kala kedua matanya bertemu dengan mata lembut Kyuhyun yang mengkhawatirkannya. Memberi sinyal bahwa ia baik-baik saja di luar sana.

Ryeowook terus mengayuhkan sepedanya kencang, satu tanganya memegangi stang sepeda, dan tangan yang lain memegangi pintu mobil Kyuhyun. Kyuhyun pun memegangi satu tangan Ryeowook di pintu mobilnya.

Ryeowook tersebyum merasaan aliran angin melewati rambutnya, meniup tiap helai rambut hitamnya. Angin yang Menghembuskan nafas pagi yang menyegarkan wajahnya yang sedikit berpeluh.

Ya.

Ryeowook menikmatinya….

Ryeowook terus mengembangkan senyum bahkan sedikit tertawa mungkin, berbeda dengan Kyuhyun tak bisa tenang di tempat duduknya. Matanya tak lepas menatap Ryeowook dengan jantung yang berdetak keras. Namun ia sedikit tersenyum melihat Ryeowook senang dan sepertinya baik-baik saja.

Kesenanganmu, kesenanganm juga….iyakan?

…..Kyuhyun and Ryeowook’s first year in high school…

_VN_

Apa kau tahu betapa takutnya aku saat itu?

Kegelisahan yang aku rasakan? aku takut…

Jika suatu saat akan kehilangamu.

Aku takut, jika aku harus menghapusmu dari ingatanku….

Melenyapkan semua memori yang perlahan menghilang. Melenyapkan memori tentang setiap jalan yang kita lalui, setiap waktu yang terlewati.

itu mengerikan!

Lebih menyeramkan dari kematian.

aku….apa kau tahu? bahkan tanganku gemetaran saat menuliskan kata-kata ini pada sebuah lembaran kertas usang.

Aku mohon berhentilah membuatku takut!

………………Present day 2012

_VN_

Ryeowook berjalan jauh di belakang Kyuhyun.

Namja manis itu setia mengikuti Kyuhyun, memastikan Kyuhyun tak terlepas dari pandangannya. Hingga yakin Kyuhyun masuk ke dalam kelasnya.

Bukan dia takut jika Kyuhyun membolos atau melewatkan kelasnya, tapi itu sudah tugas yang diberikan Appa Kyuhyun padanya. Untuk mengawasi sahabat yang sesungguhnya tuan mudanya itu.

Dri jarak yang sangat jauh. Ya. Jauh.

Akan lebih mudah memang jika mengawasi Kyuhyun jika ia berdiri di samping namja tinggi itu.

Tapi Ryeowook tahu diri, di kediaman Cho sekeluarga, dia mungkin adalah bagian keluarga itu. Berbeda saat mereka ada di tempat publik seperti sekarang. Kyuhyun, tetap saja orang yang berbeda status dengannya. Ryeowook masih tahu diri dengan keadaannya yang jauh berbeda dengan Kyuhyun,

Saat di sekolah, Kyuhyun tak sering bertemu degan Ryeowook. Setelah memastikan Kyuhyun baik-baik saja, tidak melewatkan makan siang, atau apapun,  ia akan menyendiri di perpustakaan, Tempat yang membuatnya nyaman dan aman.

Kyuhyun?

Dia banyak menghabiskan dengan teman-teman dengan status sama dengannya, walau dalam hati ia lebih suka bila Ryeowook bersamanya. Tapi sudah jadi kesepakatan mereka berdua untuk tetap seperti itu di sekolah.

Kyuhyun tahu, walau Ryeowook seorang namja yang bisa dengan mudah bergaul dengan siapa saja, ia tidak bisa memaksa Ryeowook untuk yang satu itu, berkumpul dengan teman-temannya yang berstatus sama dengannya.

“Hhah…” Kali ini helaan itu keluar dari bibir merah Kyuhyun. Ia memandangi satu-satu temannya, Lee Hyukjae, Lee Donghae, dan Lee Sungmi. Mereka adalah teman-teman terbaiknya. Mereka buka tipe orang yang suka membeda-bedakan status seseorang. Karena itu Kyuhyun merasa nyaman bersamaketiganya.

Kalau saja Ryeowook mau, mereka pasti akan dengan senang menerima kehadiran Ryeowook di tengah mereka. Itu juga memudahkan Ryeowook mengawasinya kan?

Juga sebuah kesempatan bagi Kyuhyun untuk bisa melihat temannya itu.

Sayang, Ryeowook tidak bersedia.

Ryeowook masih dengan pikirannya bahwa ia dan Kyuhyun itu berbeda.

Kyuhyun melihat sekeliling. Ia yang kini tengah bersama ketiga temannya di kantin sekolah itu mencari sosok Ryeowook. Sudah saatnya makan siang kan?

Bukankah Ryeowook akan lebih mudah di temukan?

Kyuhyun cemberut lagi. Ryeowook pasti ada di tengah kerumunan anak-anak yang lain, mengawasinya diam-diam dari jauh. Dan benar saja. Di tempat yang tak jauh dari tempatnya, Ryeowook duduk memperhatikan Kyuhyun di sela memakan makan siangnya.

Ryeowook terkikik geli karena ia tahu Kyuhyun mencarinya, tapi tak bisa menemukannya.

“Kyuhyun babo… aku disini Kyuhyun-ah, kau tidak bisa melihatku, eoh? aku di belakangmu…” Seloroh Ryeowook, dengan suara kecil,  yang hanya bisa didengar oleh telinganya sendiri.

Di tempat nya duduk dengan yang lain, Kyuhyun terlihat sedikit gelisah. Kali ini tidak jelas karena apa. Ryeowook menyipitkan mata meyaksikan teman-teman Kyuhyun yang lain seperti sedang menggoda Kyuhyun. Ryeowook memiringkan kepala penasaran, ingin mendengar yang mereka bicarakan.

“Ya!Kyuhyun-ah…kenapa dengan wajahmu itu!” Goda Hyukjae mencubit pipi chubby Kyuhyun yang memerah.

“Geumanhae..!” Kyuhyun menjauhkan tangan Hyukjae yang berhasil mencubit pipinya tadi. Kyuhyun menelan ludah kelu, tahu kenapa merek tiba-tiba menggodanya.

“ahh…jadi dia yang dari tadi kau cari,eoh?keke…” Kini giliran Donghae yang terkiki geli melihat Kyuhyun yang berubah diam. Sungmin sendiri diam meyaksikan salah satu teman yang disayanginya itu dijahili yang lain. Sketsa di depannya itu seolah pemandangan langka.

Sudah bisa dipastikan wajahnya memerah semakin jelas.  Jantung terus bergejolak tak karuan ketika dengan sudut matanya ia menangkap sosok yang merebut hatinya beberapa bulan terakhir.

Tidak jelas kapan kali pertama matanya ingin terus bisa memandangi wajah manis orang itu. Seseorang yang dimaksud oleh teman-temannya itu.

Seseorang yang membuat jantungnya seolah ingin meloncat dari tempatnya.

Kyuhyun menghembuskan nafas berat kala merasa susah untuk bernafas. Dadanya sesak setiap kali ia memberanikan diri melihat ke arah namja itu. Namja di seberang sana yang tersenyum. Tapi tidak padanya.

Mata Kyuhyun serasa perih menyadari namja itu duduk bersam orang lain. Kim Jongwoon. Namja itu. Musuhnya yang sempat Kyuhyun maki dalam hatinya karena bisa mendapatkan namja yang ia sukai.

Hatinya bahagia beberapa saat karena melihat namja manis yang membuatnya menjadi orang lain. Seolah dia adalah namja paling bodoh di dunia ini. Karena mencintai orang yang sudah memiliki kekasih sepertinya.

Kyuhyun menunduk mengigit bibir bawahnya. Membiarkan Donghae dan Hyukjae menggodanya.

Di tempat lain, Ryeowook setia memperhatikan setiap gerak Kyuhyun. Ia tahu ada yang aneh dengan temannya itu. Ryeowook memiringkan kepala melihat tubuh Kyuhyun yang seolah tenggelam karena namja itu semakin dalam menunduk. Ryeowook diam karena Kyuhyun juga diam. Tubuh Kyuhyun terdiam kaku.

Ryeowook mengalihkan pandangan ke tempat yang sempat diperhatikan Kyuhyun intens beberapa saat yang lalu. Tak butuh waktu lama, Ryeowook menemukan orang yang mungkin membuat sakit di hati sahabatnya itu. Ryeowook tersenyum kecut mengetahui siapa yang membuat Kyuhyun yang biasanya bertingkah itu kini seperti beku di tempatnya.

“Ah…Kyuhyunnie…” Ryeowook melihat punggung Kyuhyun tak bergerak sedikitpun. “Kau melihatnya lagi?”

Ryeowook menggeleng. Ada sedikit rasa geli mengingat Kyuhyun yang bersikap aneh ketika menyukai seseorang. Tapi….ada rasa yang lain. Rasa itu juga mencuat lagi ke permukaan.

Rasa yang Ryeowook tidak mengerti. Perasaan ganjil yang membuatnya menggila dan menjerit di dalam hatinya.

Selalu seperti itu, setiap kali melihat Kyuhyun yang begitu semangat menceritakan kisah cintanya itu. Tak menyangka dia akan merasa tak suka melihat Kyuhyun mencintai orang lain. Kalau boleh jujur ia merasa takut Kyuhyun akan melupakannya nanti.

Bukankah selama ini hanya ada dia untuk Kyuhyun, dan juga sebaliknya.

Kenapa harus ada orang lain?

Ryeowook menutup mata memukul dirinya sendiri di dalam pikirannya.

Dia tidak boleh berpikiran seperti itu, berpikir untuk menguasai Kyuhyun ataupun kehidupannya.

Setelah bisa menahan perasaannya lagi, Ryeowook membuka mata hanya untuk melihat lagi sosok yang Kyuhyun cintai itu. Kim Kibum.

Ah…pantaslah Kyuhyun bisa menyukainya. Lihat saja senyum menawannya itu. Senyum malaikat yang begitu natural itu. Siapa saja pasti jatuh cinta melihatnya kan?

Termasuk Kyuhyun.

Ryeowook semakin dalam lagi terjatuh dalam pusara yang tak kasat mata. Dia seakan bagai bumi dan langit jika dibandingkan dengan Kibum. Namja itu begitu sempurna terlukis di mata Ryeowook. Begitu juga di hati Kyuhyun, mengingat Kyuhyun selalu menceritakan Kibum dengan pengaguman yang berlebihan disetiap katanya.

Ryeowook menelan ludah kelu. Namja manis itu tersenyum kecut. Lagi. Dengan berat hati ia bangkit dari duduknya. Memutuskan untuk pergi saja dari sana. Perpustakaan mungkin bisa sedikit menenangkannya. Tempat pelariannya selama ini. Tempatnya bersembunyi. Tempat yang dijejali setiap buku yang seolah memaksa Ryeowook untuk membuka dan membaca isisnya.

Yah…setidaknya bisa mengalihkan Ryeowook dari dunianya untuk sementara.

Langkah kaki Ryeowook bergerak menjauh dari kantin sekolah, setelah sebelumnya melihat ke arah Kyuhyun. Namja jangkung itu sudah bisa menguasai dirinya lagi. Ia kini bisa membalas kekurang-ajaran Hyukjae juga Donghae padanya tadi.

Sudut bibir Ryeowook terangkat membentuk lengkungan kecil. Ia bersyukur Kyuhyun kembali baik-baik saja.

Tapi tidak dengannya. Seharusnya sejak tadi saja ia memutuskan untuk pergi tak perlu repot mengawasi Kyuhyun diam-diam seperti itu. Ryeowok menyeret kakinya menjauh. Tak lagi membiarkan matanya memandangi Kyuhyun

.…..Kyuhyun and Ryeowook’s sophomore in high school…


_VN_

Jika saja….

aku bisa kembali ke masa itu, aku akan melakukan apa yag seharusnya aku lakukan.

Menghindari keasalahan yang akan aku lakukan…

Namun sekali lagi, waktu tidak bisa kembali.

Dan aku menyesal…ah..tidak ada waktu untuk menyesalinya.

Aku tidak menyesalinya. Karena kselahan bodoh itu juga adalah bagian dari kenangan kita, iyakan?

Seandainya saja…aku bisa memilih ingatan mana yang ingin hapus, maka ingatan itulah yang ingin aku hapuskan dari memoriku. Ketika aku melukai hatimu…

Dan aku akan memilih ingatan tentang keindahanmu. Keindahan yang tak ingin aku lupakan……

…..present day 2012…

TBC…? THE END….?

26 thoughts on “At Least I Still Have You

  1. TAMBAH pake bumbu spesial ENCEH dri kyuwook
    di taburi cembukur2 kriuks dri mrka tpi jgn pake sambal kibum yg banyak,kn kasihan wookie entar gk tahan krna kpedasan (warteg kalee)
    ceritax khereeen pa lgi dri awal aku baca ada YAOI.a
    di tunggu DAY DREAMx juga sayang hehe
    WASALAM

  2. TBC dong eonn jgn END
    kyaaa siapa yg bklan ilang ingatan eon ??
    wookiee kah ?? or kyuhyun kah ??
    akhhhh cpt2 dilnjutt lg ..
    penasaran ..
    fighting eonn !

  3. hweeee…ak blm paham maksudnya…heheheee….ni smcam flashback ato gmn y???hehhee…lanjut sgera y…iar bs lbh paham ak..heheheee…ak tunggu…
    lanjutan ff yg laen jgn lupaaa…hehe…

  4. Lanjuuuuttt chinggu,,
    Aku pikit si kyu cinta ama wook, trnyata nggak atau belum sadar perasaannya sndiri??
    hmmm,, penasaran nih kelanjutannya,, Hwaiting ne chinggu,,
    ASAP updateny ne,,^_^*

  5. hyoraaaa eonnieee….teriak di kuping eon kkk
    Ini harus TBC uhuk uhuk kkkk
    eonnie aku masih bingung ini pov kyu ato wookie kkk #pabo vebry
    Posesiv kyu and pengertian wookie…ho ho ho akan ad cinta di tengah persahabatan🙂
    Wookie mulai cemburu kah?? Kyu naksir kibum?
    Berarti kyu gk boleh cemburu klo wookie sma aku kkkk #plak
    Gumawoo eonnie kyuwook ff baru nya…semoga ff kyuwook trus menggeliat di wp eonnie kkk
    Eonnie muachhhh kissue2…

  6. eonnieeeeeee
    pokoknya ini WAJIB TBC ga boleh sampe end yah yah
    biarkan kyuwook bersatu ya eon😉

    fighting eonnie🙂

  7. Aihhhh ,,,,, Dasar Kyu Manja >/////<

    Itu Kyu/wookie sakit Bukan ?
    Ko ngomongin soal iLang Ingata ???
    Aigooo wookie Cemburu eoh ,,,, wkwkwkwk
    Kyu berani Kau selingkuin wookie Kau q Hajar wkwkwkw ,,,

    Lanjut ^^
    FIGHTING !!!^_^

  8. Jgn END donk..
    Ntar Kyuwook’y gmn?
    Knp?
    Ada apa dg knangan Kyuwook unnie??
    Siapa yg mlukai n d lukai?
    Jgn blang Kyu ntar ma Kibum? Ga kan?
    Pko’y hrz K.Y.U.W.O.O.K!!!
    D lnjt sgra ne unni,#hug unnie

  9. hiks… hiks… eon ini… hiks… hiks… ya ampun ini…. hiks…

    aku gak ngerti *jleb #plakk hahaha agak gak connect sama pembagian waktunya, apa karena aku baca di hape ya jadi gak keliatan jelas? -_-
    itu yg lagi nostalgia di gudang siapa? kyu yaa?
    TBC ya eon bagus sekali ini :3 emang bakal ada yg bakal lupa ingatan kah eon? kalau iya please wook aja biar dia gak di sakitin mulu😦

  10. ya hrus lnjut atuh un!!itu crtnya skrang mreka psah?tu yg lgy terbyang2 kyu kan?wooknya kmna?sory un bnyak nnya…coz pnsran bnget sm kdaan mrka br2…

  11. Hwaaa. . .ff baru. Jgn end donk eonni, hrs di lanjutin, titik!!!#kata perintah(mang sapa lo???^^v)
    cerita nya keren, tp msh agk bingung dikit.
    Apkh kyu ma bummie nnti? Perasaan q jdi gk enk ni. Kyk nya kyuwook tdk brsatu. Tp moga2 aja pemikiran q salah. . .
    Ok eonni. . D tunggu kelanjutannya. . .

  12. Ini sangat keren! Aq pikir oneshoot ternyata bukan. Kasihan Wookie knp dia harus mrs sedih krn Kyu suka sama org lain. Harusnya dia senang mungkin Kyu gk akn manja lg ma Wookie atau sebenarnya dia suka Kyu yg manja? Huh…perasaan mmg rumit. Poor Ryeowook.
    Knp harus cinta yg bertepuk sebelah tangan sih? Ternyata Wookie bukan satu2nya buat Kyuhyun. Andai perasaan Wookie cuma pure sbg teman gak akan sakitkan?

    Lanjut

  13. harus d lanjtkn dong..kyu terlalu over protective,wlw ryeowook menyukai kyuhyun tp dia ttp tau diri status mrk yg beda..buat dong konfliknya yg bs buat panas hati dn jantung gtu kkk~~..d tunggu chap selanjtnya ye..

  14. Tebece~
    kapan ini mo dilanjut?

    Cinta Sepihak yang belum disadari
    yang terakhir POV Kyuhyun bukan?
    Ryeowookie kenapa kau selalu yang tersakiti?!😦

    Lanjutkan!

  15. jangan pisahkan mereka eonni~~~ #lebay
    lanjut dong,,,
    suka cerita yg hurt gni tpi endingnya harus happy y eon *maksa*
    aku kget liat latar blog ini, itu wook ngpain??? o.O tapi ujungnya ketawa liat tingkah gilanya,hehehe.
    okay, cukup sekian dariku, ditunggu ff yg laen ne eon ^^

  16. Anyeonggggg woahhhh …
    Ff kyuwook???
    Like thissss yooo….
    Kyaaaaa hyora eonnie~ ^^
    aku suka aku suka …ahh mau donk epep ini dilanjut kyk.a bkalan bgus eon sayang” kalo gak d lanjut ne…
    Plisss eon lanjuttt aja kkk~ ^^ fightinh eon.. Di tunggu lanjutan ff yg lain🙂

  17. anyyeooooong einnie~~~~ ^^
    aku mau tobat jdi silent read,a dan aku mau ninggalin jejak disini,,, kkkk~~~

    eonnie cerita,a manarik🙂
    lanjut eonn updt,a jgn lama2 ne???

    semngat eonnie~~~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s